Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Kuliner Palembang yang Patut Dicicipi selain Pempek

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
3 Agustus 2022
A A
5 Kuliner Palembang yang Patut Dicicipi selain Pempek

5 Kuliner Palembang yang Patut Dicicipi selain Pempek (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kuliner Palembang nggak cuman pempek, masih ada kuliner lain yang endeus mantulita

Kemarin, saya membaca sebuah artikel berjudul 8 Kuliner Kudus yang Patut Dicicipi Saat Main ke Kota Kretek di Terminal Mojok. Setelah membaca tulisan dari Golda Defannisa Astrid itu, saya seketika jadi tertarik untuk menulis tentang kuliner khas Palembang patut dicicipi. Itung-itung promosi tempat kelahiran, meski udah terkenal, saya bikin makin terkenal lagi.

Berbicara tentang makanan dari Palembang, saya yakin yang muncul di pikiran banyak orang hanyalah pempek saja. Ya, wajar saja, toh, salah satu julukan dari Palembang adalah Kota Pempek. Di satu sisi, saya bangga karena kota saya memiliki makanan tradisional yang begitu ikonik, tetapi di sisi lain, hal ini membuat makanan-makanan lain yang tidak kalah enak jadi tertutupi popularitasnya gara-gara pempek. Maka dari itu, melalui tulisan ini, saya akan menguraikan mengenai lima kuliner Palembang yang patut kalian coba selain pempek. Apa sajakah itu?

#1 Model

Bukan, ini bukan model yang sering mondar-mandir di catwalk seperti Barbara Palvin, Kendall Jenner, atau Cara Delevingne. Bukan pula mereka yang menjadi pentolan Citayam Fashion Week seperti Bonge, Roy, Jeje Slebew, dan model-model zebra cross lainnya. Model yang saya maksud di sini adalah hidangan khas Palembang yang terbuat dari ikan tenggiri dan tahu yang dicampur ke dalam adonan kemudian disiram dengan kuah udang.

Selain itu, saya pribadi sering menambahkan sebungkus mi instan bila sedang memakan model. Tak hanya membuat perut menjadi semakin kenyang, tambahan mi beserta bumbu-bumbu yang ada di dalam bungkusnya juga akan memperkaya cita rasa yang ditawarkan. Saya pribadi paling suka bila menggabungkan model dengan mi instan rasa kari ayam. Beuh, percayalah, damage-nya nggak ngotak!

#2 Tekwan

Bila berbicara mengenai model, rasanya kurang lengkap bila tidak menyebut pula “saudara kembarnya”, yakni tekwan. Mengapa saya mengatakan mereka “saudara kembar”? Ya, karena sejatinya mereka terbuat dari bahan utama yang sama, hanya saja teknik pengolahannya sedikit berbeda. Salah satu perbedaan lainnya adalah ukuran dari tekwan dan model, di mana model memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dibandingkan tekwan yang lebih “imut”.

Untuk masalah rasa, keduanya sama-sama juara. Memakan tekwan secara langsung tanpa campuran apa pun saja sesungguhnya sudah nikmat. Tetapi, akan lebih lengkap lagi jika ditemani kawan-kawannya yang lain, seperti sohun, irisan daun bawang, jamur, bengkoang, seledri, dan taburan bawang goreng. Kalau semuanya sudah bersatu dalam mangkuk, wah, tingkat nampolnya sudah mencapai level maksimal. Selain itu, kuliner Palembang ini juga masih tergolong terjangkau, yaitu sekitar Rp10.000 sampai Rp20.000. Tidak begitu menguras dompet, bukan?

#3 Mi celor

Berbeda dengan dua makanan sebelumnya, mi celor tidak menggunakan bahan dasar ikan tenggiri dalam pembuatannya. Hidangan yang satu ini berupa mi yang lalu disiram dengan kuah santan, kemudian ditambahkan tauge, telur, seledri, daun bawang, dan bawang goreng. Bila kalian tidak begitu menyukai makanan yang mengandung ikan seperti empek-empek, model, dan tekwan, maka mi celor dapat menjadi solusinya.

Baca Juga:

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

Kenikmatan mi celor sendiri sebetulnya tak usah diragukan lagi. Mengapa? Karena hidangan yang satu ini pernah “ditransformasikan” ke dalam bentuk Indomie yang sayangnya, hanya dijual di daerah Sumatera Selatan saja. Untuk yang versi instannya, rasanya pun cukup mirip, hanya saja ukuran minya bagi saya terlalu tipis dan kurang tebal, sehingga tidak sepenuhnya persis dengan versi aslinya.

Maka dari itu, untuk mendapatkan kelezatan yang benar-benar otentik, kalian harus mampir ke Palembang dan pergi ke tempat terdekat yang menjual mi celor. Akan tetapi, kalau kalian belum punya waktu, ya, boleh juga membeli mi celor versi bungkusan Indomie sebagai bahan icip-icip sebelum merasakan yang versi aslinya.

#4 Kojo

Secara etimologi, kojo berarti kamboja. Namun, bukan berarti panganan ini berasal dari Kamboja atau berbahan dasar bunga kamboja. Kojo merupakan makanan berbentuk bolu berwarna hijau dan terbuat dari tepung terigu, telur ayam, gula pasir, mentega, dan bahan-bahan lainnya. Bentuknya sendiri memang cukup menyerupai bunga kamboja, sehingga masyarakat pun menamainya sesuai dengan bunga tersebut.

Saya memang bukan pakar kuliner, tetapi saya berani menjamin bahwa kojo memiliki kelezatan yang akan disukai oleh banyak orang. Rasa manis yang ditawarkannya selalu berhasil membuat saya tak berhenti mengunyahnya, terlebih jika ditemani dengan segelas kopi ataupun teh hangat. Teksturnya yang lembut pun membuat kojo menjadi salah satu contoh makanan yang sangat “sopan” ketika masuk ke dalam mulut. Pokoknya, saya jamin kalian tidak akan menyesal bila mencoba kudapan yang satu ini.

#5 Kue 8 jam

Sama seperti kojo, kue 8 jam juga merupakan kudapan yang sering dijadikan teman minum kopi atau the orang Palembang. Namun, perbedaan di antara mereka terletak pada proses pembuatannya. Bila kojo dapat dibuat dalam waktu yang relatif singkat, maka saya jamin, kue 8 jam merupakan jenis makanan yang akan membuat Anda geleng-geleng kepala bila mencoba membuatnya sendiri. Kenapa? Karena sesuai namanya, kue ini memakan waktu kurang lebih 8 jam dalam proses pembuatannya! Jika waktu tersebut digunakan untuk bermain PS di toko rental, maka saya yakin mata kalian akan sampai berubah merah dan berair.

Namun, ketika 8 jam telah terlewati dan kue ini sudah siap dicicipi, percayalah, perjuangan selama proses pembuatannya akan terasa sangat worth it. Kenikmatan dan rasa legit yang kue ini tawarkan begitu memanjakan lidah. Rasa manis yang dimilikinya juga sangat enjoyable dan tidak membosankan. Sebagai tambahan informasi, kaum bangsawan pada zaman dahulu juga sangat menyukai santapan ini. Bila kaum kelas atas saja suka, maka tak heran bila saya yang hanya rakyat jelata ini turut menggemarinya. Makanan orang kaya, nih, Bro!

Itulah lima kuliner Palembang yang patut dicicipi selain empek-empek. Selain yang ada dalam tulisan ini, sejatinya masih ada makanan-makanan lain seperti burgo, laksan, celimpungan, dan lain-lain yang tidak kalah nikmatnya. Akan tetapi, biarlah untuk saat ini saya membahas yang lima ini dulu.

Gas Palembang nggak nih? Y x g kuy.

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Hal yang Paling Saya Banggakan dari Palembang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh

Tags: modelpalembangpempekTekwan
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang loker palembang tukang parkir

4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang

14 Oktober 2023
Penjual Pempek Palembang yang Patut Diwaspadai Pembeli, Nggak Semuanya "Bersih" Mojok.co

Penjual Pempek Palembang yang Patut Diwaspadai Pembeli, Nggak Semuanya “Bersih”

3 Agustus 2024
3 Alasan Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa Mojok.co

3 Alasan Maba Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa

8 Desember 2025
Bepergian di Palembang Cuma Bikin Emosi: Bukan karena Jarak yang Jauh, tapi karena Macet!

Bepergian di Palembang Cuma Bikin Emosi: Bukan karena Jarak yang Jauh, tapi karena Macet!

19 Maret 2024
Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

23 Januari 2024
4 Makanan Khas Palembang yang Hanya Muncul di Bulan Agustus

4 Makanan Khas Palembang yang Hanya Muncul di Bulan Agustus

10 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.