Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
16 Desember 2023
A A
Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak kenalan saya asal Sulawesi yang curhat mengenai layanan penjual bakso dan mie ayam di Pulau Jawa. Menurut mereka, penjual bakso dan mie ayam Jawa ini banyak kekurangannya. Tapi, kekurangannya bukan soal rasa, kok.

Kekurangan ini tercipta lantaran perbedaan layanan penjual bakso dan mie ayam di Sulawesi dan Jawa. Para penjual di Sulawesi memberikan layanan sesuai dengan lidah warga lokal yang sedikit banyak berbeda dengan selera orang Jawa pada umumnya.

ADVERTISEMENT

Saya telah merangkum beberapa kekurangan penjual bakso dan mie ayam Jawa di mata orang Sulawesi berdasarkan curhatan dan pengalaman langsung teman-teman Sulawesi saya. Mau tahu apa saja kekurangannya? Berikut daftarnya.

Penjual bakso dan mie ayam Jawa nggak menyediakan jeruk nipis untuk pembeli

Ketika mengonsumsi makanan berkuah, orang Sulawesi nggak bisa meninggalkan yang namanya jeruk nipis, tak terkecuali saat makan mie ayam dan bakso. Soalnya, selera mayoritas orang Sulawesi itu makanan yang ada sedikit rasa kecut atau masamnya agar rasanya makin segar.

Sementara itu, pedagang bakso dan mie ayam di Pulau Jawa hampir nggak ada yang menyediakan jeruk nipis dalam semangkuk jualan mereka. Dari sudut pandang orang Sulawesi, makan bakso tanpa perasan air jeruk nipis kurang lengkap. Ibaratnya, bak kamu tanpa si dia, rasanya ada yang kurang.

Selain jeruk nipis, buras juga nggak tersedia

Belum kenyang kalau belum makan nasi. Narasi ini diamini kebanyakan orang Indonesia, termasuk teman-teman Sulawesi saya. Sampai-sampai ketika makan bakso, mereka harus ditemani makanan pendamping yang terbuat dari beras.

Nama makanan tersebut adalah buras. Buras ini semacam lontong kalau di Jawa. Buras selalu dijajakan di meja-meja makan penjual bakso di sini. Yah, layaknya kerupuk gitu kalau di Jawa.

Padahal penjual bakso di Pulau Jawa nggak pernah menyediakan buras di warung mereka. Makanya teman saya yang orang Sulawesi mengaku kurang kenyang kalau makan bakso di Pulau Jawa soalnya nggak bisa tambah pakai buras. Paling apes kalau kondisi perut sedang lapar-laparnya, wah, mana bisa kenyang makan bakso doang.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

Tambah ceker jadi lebih mahal

Ceker adalah salah satu bagian tubuh ayam yang kurang disukai kebanyakan orang Sulawesi. Bahkan, saking nggak sukanya, orang Sulawesi kadang menyisihkan ceker ketika membeli ayam potong. Hal serupa juga dilakukan pada usus ayam.

Oleh karena itu, saya dan segelintir orang yang suka ceker, merupakan minoritas di Sulawesi. Keadaan tersebut bikin saya selalu senang membeli mie ayam di Sulawesi. Pasalnya, di sini, setiap saya meminta tambahan ceker dalam seporsi mie ayam hampir selalu ada. Dan asyiknya, saya nggak kena biaya apa pun alias gratis.

Kondisi berbeda terjadi di Pulau Jawa. Semangkuk mie ayam dengan ceker kerap kali lebih mahal ketimbang tanpa ceker. Kondisi macam itu yang dianggap kekurangan untuk orang Sulawesi. Mereka berpikir masa cuma tambah ceker doang harus tambah juga bayarnya?

Penyebutan mie ayam

Kekurangan penjual bakso dan mie ayam di Pulau Jawa berikutnya adalah soal komunikasi. Jadi, orang Sulawesi yang membeli mie ayam di Pulau Jawa seringnya mengalami miskomunikasi. Hal ini terjadi lantaran perbedaan penyebutan makanan satu ini di Sulawesi dan Jawa. Di Sulawesi, mayoritas warga menyebut makanan satu ini sebagai mie pangsit.

Sepengalaman saya, mie ayam Pulau Jawa dengan mie pangsit di Sulawesi merupakan makanan yang kurang lebih sama. Perbedaan paling mencoloknya hanya satu. Mie pangsit di sini pakai kerupuk pangsit, sementara mie ayam nggak.

Penjual bakso di Jawa nggak sedia kacang goreng

Meskipun sudah hampir 5 tahun merantau di Pulau Celebes ini, terus terang, saya belum terbiasa makan mie ayam atau bakso ditambah kacang goreng. Berbeda dengan teman-teman saya yang memang asli Sulawesi, mereka selalu makan makanan ini dengan tambahan kacang goreng. Kata mereka sih biar ada sensasi kriuk-kriuknya.

Nah, waktu saya dan teman-teman bertugas ke Jakarta, teman-teman Sulawesi saya tampak kebingungan saat mampir ke warung bakso. Mereka celingak-celinguk mencari sesuatu. Usut punya usut, ternyata mereka mencari kacang goreng yang biasa dihidangkan di meja oleh penjual bakso di Sulawesi.

Saya cuma bisa bilang ke mereka, “Bung, ini Jawa, nggak ada tukang bakso yang menjajakan kacang goreng!” Teman-teman saya pun tertawa pecah.

Begitu kiranya beberapa kekurangan penjual bakso dan mie ayam Jawa di mata orang Sulawesi. Tulisan ini mungkin bisa jadi referensi bagi penjual bakso dan mie ayam yang pengin buka cabang di Sulawesi. Kalian perlu mempertimbangkan kesediaan makanan tambahan seperti buras, kacang goreng, hingga jeruk nipis di warung guna menyesuaikan lidah warga lokal.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Dosa Penjual Mi Ayam yang Jarang Disadari Pembeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2023 oleh

Tags: BaksoJawami ayamMie AyamOrang Sulawesipenjual baksopilihan redaksipulau jawaPulau Sulawesisulawesi
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Suka Duka yang Saya Rasakan Saat Menjadi Maba UGM: Nggak Ada Perpeloncoan, sih, tapi Tugasnya Seabrek

Suka Duka yang Saya Rasakan Saat Menjadi Maba UGM: Nggak Ada Perpeloncoan, sih, tapi Tugasnya Seabrek

2 Agustus 2023
4 Pertanyaan yang Bikin Kesal Orang Lampung Mojok.co

4 Pertanyaan yang Bikin Kesal Orang Lampung

14 November 2024
Rahasia Menuang Saus Botol Kaca Tanpa Bikin Emosi Jiwa

Rahasia Menuang Saus Botol Kaca Tanpa Bikin Emosi Jiwa

10 Mei 2023
Pantjoran Tea House Glodok, Menjaga Tradisi Minum Teh Kapitan Cina di Bangunan yang Berusia Lebih dari 120 tahun

Pantjoran Tea House Glodok, Menjaga Tradisi Minum Teh Kapitan Cina di Bangunan yang Berusia Lebih dari 120 tahun

8 Januari 2024
Alasan Saya Tak Mau Beli Korek di Alfamart

Alasan Saya Tak Mau Beli Korek di Alfamart

20 Februari 2023
Kenapa Bapak-bapak Suka Pakai Helm Motor Gratisan dari Dealer Terminal Mojok

Kenapa Bapak-bapak Suka Pakai Helm Motor Gratisan dari Dealer?

6 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026
4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul daripada Stasiun Solo Balapan di Mata Saya Mojok.co

4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul Dibanding Stasiun Solo Balapan di Mata Saya

22 Juni 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.