Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Semua-semua Ada di Internet, Usahamu Juga dong! Iya Kali Ketinggalan Zaman

Muhammad Ikhwan Hastanto oleh Muhammad Ikhwan Hastanto
30 September 2021
A A
lomba business plan template bisnis plan contoh bisnis plan model bisnis business model iforte solusi infotek ifortepreneur 4.0 terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Semua akan berdagang online pada waktunya. Pepatah ekonomi modern yang dicetuskan agen galon air mineral kompleks perumahan saya ini rasanya kok makin relate saja sama kehidupan.

Internet udah jadi tempat nongkrong semua orang. Lembaga analis data digital App Annie merilis laporan bahwa pada kuartal pertama 2021, orang rata-rata menghabiskan 4,2 jam di ponsel berakses internet. Waktu ini bisa melonjak jadi 8 jam sehari bagi pekerja yang melibatkan internet dalam mencari uang. Melihat ini, hati siapa sih yang enggak tergerak untuk buka lapak di sana? Buat para pengusaha penuh waktu ataupun penjual santai berprinsip iseng-iseng berhadiah, wajib rasanya untuk mejeng dagangannya di dunia maya.

ADVERTISEMENT

Apa-apa Sudah Ada di Internet

Laper? kita langsung pakai internet buat cari inspirasi atau pesan makan. Nongkrong? pakai internet untuk cek tempat tujuan beserta menunya. Band kesukaanmu pasti punya media sosial untuk “berdagang” karyanya. Sayur dan buah yang masih biasa kita beli di pasar saja sudah bisa diantar ke depan pagar. Kayaknya yang enggak ada di internet tuh ya cuma naskah asli Supersemar.

Maka, jadi sebuah keharusan buat para pengusaha untuk paham benar cara menaruh dan menjual barang dagangan secara apik di internet. Bahasa kerennya: digitalisasi usaha. Cara ini juga paling masuk akal, apalagi buat usaha kecil. Lupakan pasang baliho karena pasti kalah bersaing dengan politisi, singkirkan rencana pasang iklan di tiang listrik karena besoknya pasti langsung tertutup selebaran iklan sedot WC dan joki skripsi.

Barangsiapa mampu beradaptasi, niscaya kesejahteraan menanti. Agen galon air mineral yang saya sebut di atas saja kini kaya raya karena dialah yang pertama menawarkan mekanisme pemesanan lewat WhatsApp dan berkenan dibayar pakai uang digital di perumahan kami. 

Saya ngomong fafifu digitalisasi usaha begini bukan sekadar anabel (analisis gembel) loh, ya. Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Selliane Ishak sendiri memaparkan data bahwa 60 persen konsumen sedunia kini lebih nyaman belanja menggunakan platform teknologi.

Apalagi, pandemi memaksa tukang belanja untuk membeli barang dari rumah. Survei yang dilakukan The Future of Shopper Report 2021 mencatat 50 persen responden mengaku akan mempertahankan beberapa kebiasaan belanja tanpa bertemu fisik, sementara 30 persen bilang akan permanen mengubah kebiasaan belanjanya jadi sepenuhnya bergantung pada teknologi.

Buat Para Perintis Usaha

Nah, karena menyelami peran sebagai pedagang online adalah kenyataan yang harus diterima bagi pengusaha modern mana pun, maka pertanyaan terpentingnya adalah: bagaimana agar kita bisa memanfaatkan internet untuk memaksimalkan usaha yang tengah kita rintis sekarang? Apakah kita memang harus endorse bisnis makanan kita untuk di-review para influencer dengan komentar “enak banget, mau meninggal” biar bisa laris manis?

Baca Juga:

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Buat pengusaha yang baru merintis usaha kecilnya dan pengin melakukan digitalisasi, wadah belajar jadi kebutuhan utama. Dan ke mana lagi kita harus belajar kalau bukan kepada para ahlinya? Makanya, kegiatan kayak iFortepreneur 4.0 jadi salah satu solusi yang patut dipertimbangkan.

Karena kalian kelihatan penasaran banget dan nanya-nanya saya terus apa itu iFortepreneur 4.0, saya coba jelaskan dikit. 

ADVERTISEMENT

iFortepreneur 4.0 ini sebenarnya sebuah kompetisi model bisnis buat para pengusaha usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). Pemenangnya bakalan dapat suntikan dana total Rp180 juta disertai pelatihan dari para praktisi dan pakar yang udah berkecimpung duluan di dunia usaha digital.

Tapi meskipun konsepnya kompetisi, semangatnya ya belajar bareng. Jadi, enggak ada tuh acara saling sikut dan menjatuhkan antar peserta. Sikap ini tercermin dari jargon acaranya: “jangan, jangan iri, jangan iri dengki, jangan, jangan iri. Jangan iri dengki.” 

Iya iya, buat yang jargon itu saya ngarang. Jargon yang bener tuh ”Digital Business Plan Competition for UMKM”.

Program iFortepreneur 4.0

Buat yang takut acara ini adalah semacam kaderisasi antek global untuk menggantikan manusia dengan robot kucing, tenangkan dulu pikiranmu. Enggak semua yang ada di dunia ini hidup untuk menjunjung tinggi ilmu konspirasi. Lembaga yang menyelenggarakan iFortepreneur 4.0 ini perusahaan bernama iForte. Bukan, bukan obat flu, itu mah Neozep Forte. Bukan, bukan yang spageti, itu mah La Fonte. Oke, lebih baik saya hentikan dulu pelesetan ini sebelum semua merek yang tak berkepentingan malah saya sebut.

iForte, atau nama lengkapnya PT iForte Solusi Infotek, adalah penyedia jasa layanan internet. Kalau kamu belum pernah dengar, itu wajar. Soalnya, iForte lebih fokus bekerja sama dengan perusahaan bergedung besar kayak Gedung BCA dan Hotel Hyatt. Jadi kalian udah paham sekarang kan, para satpam BCA yang terkenal ramah bukan main itu bisa baik banget perangainya ya karena mereka enggak pernah frustrasi sama internet kantornya yang lambat. Mindblowing, kan?

iFortepreneur 4.0 dihelat karena sejalan juga dengan visi iForte mendigitalisasikan masyarakat dan memasyarakatkan digitalisasi. Tahun ini, ilmu digitalisasi ingin mereka fokus bagikan kepada para pegiat UMKM. Acara ini juga didukung sama School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Kemenparekraf/Baparekraf, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Syarat Lomba

Syarat ikut lomba simpel kok.

Pertama, lomba ini ditujukan untuk pemilik UMKM atau pemilik usaha yang berafiliasi dengan UMKM. Kedua, usaha sudah berjalan setidaknya selama tiga bulan. Ketiga, perwakilan UMKM peserta minimal 1 orang dan maksimal 3 orang.

ADVERTISEMENT

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh iForte Solusi Infotek (@officialiforte)

Pemenang akan ditentukan dari orisinalitas dan dampak ide bisnis tersebut kepada masyarakat. Orisinalitas di sini bukan berarti bebas dan sembarangan ya. Kalau idemu adalah berdagang biji kopi dan biji paste, mending kamu mengunci diri dulu di kamar lah. 

Kalau tertarik ikut, catat tanggal penting berikut. Dari 16 September sampai 9 Oktober, kamu diberi kesempatan buat daftar administrasi. Pada 6 Oktober dan 13 Oktober akan ada workshop alias pelatihan menyusun rencana bisnis (business plan) yang mantap, membuat video profil usaha yang menarik, dan mempelajari pengalaman para praktisi yang udah berkecimpung. Lalu, rencana bisnis kalian akan ditunggu penyelenggara sampai 16 Oktober dan pengumuman hasil kualifikasi pertama pada 23 Oktober. 

Lini masa kompetisi secara detail sampai Desember bisa dicek. Tapi saran saya sih, fokus sama tanggal penting yang saya sebut di atas dulu. Ini kesempatanmu menolak ajakan gebetan dinner dengan alasan keren yang Seo Dal-mi banget, “Sori, aku mau bikin business plan dulu.”

Semua jenis usaha boleh mendaftar, termasuk usaha mendapatkan hatinya. Ya palingan cuma diketawain aja sama pihak penyelenggara.

Artikel ini ditayangkan atas kerja sama Mojok dan iForte

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: advertorialifortepreneurpilihan redaksi
Muhammad Ikhwan Hastanto

Muhammad Ikhwan Hastanto

Suka memetik dan mengetik.

ArtikelTerkait

Gonoharjo Kendal, Tempat Sempurna buat Mahasiswa Semarang Raya yang Sengsara Hidup di Kota

Gonoharjo Kendal, Tempat Sempurna buat Mahasiswa Semarang Raya yang Sengsara Hidup di Kota

2 April 2025
5 Daerah Penghasil Pecel Enak di Jawa Timur terminal mojok.co

5 Daerah Penghasil Pecel Enak di Jawa Timur

18 November 2021
Golda Coffee, Kopi Botolan Terbaik Pesaing Kopi Saku Indomaret

Golda Coffee, Kopi Botolan Terbaik Pesaing Kopi Saku Indomaret

14 Oktober 2024
Angkringan Palsu di Jogja Meresahkan: Dikonsep Ala Kafe, Jualnya Minuman Sachet dan Tempura Sosis

Angkringan Palsu di Jogja Meresahkan: Dikonsep Ala Kafe, Jualnya Minuman Sachet dan Tempura Sosis

18 Februari 2024
6 Rahasia Mie Sedaap Cup yang Sukses Mengakhiri Kejayaan Pop Mie

6 Rahasia Mie Sedaap Cup yang Sukses Mengakhiri Kejayaan Pop Mie

15 Agustus 2024
4 Alasan Cik Bidadari, Kakak Ehsan “Upin Ipin”, Sosok yang Paling Cocok untuk Abang Iz Mojok.co

4 Alasan Cik Bidadari, Kakak Ehsan “Upin Ipin”, Sosok yang Paling Cocok untuk Abang Iz

6 Januari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.