Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Tegal selain Warteg

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
13 September 2024
A A
5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Tegal selain Warteg

5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Tegal selain Warteg (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak bisa dimungkiri, kehadiran warteg telah mengangkat nama Tegal. Warung yang diperkirakan sudah ada sekitar tahun 1960-an ini memang sukses mencuri perhatian berkat keragaman lauk yang ditawarkan serta harganya yang ramah di kantong.

Sebagai warga Tegal, tentu saya merasa bangga. Bagaimana tidak? Kota kelahiran saya terkenal, jeh. Apalagi dikenalnya dalam hal yang positif. Meskipun, nganu, yang baru kenal Tegal gara-gara video walikotanya joget bareng biduan viral juga pasti ada. Tapi, ya sudahlah. Skip. Biar hati adem, saya mending meyakini bahwa orang-orang di luar sana kenal Tegal itu karena wartegnya. Titik.

Namun, tahukah kamu ada banyak hal lain yang bisa dibanggakan dari Tegal selain wartegnya?

#1 Lebih berkembang daripada daerah sekelilingnya

Pertama, soal perkembangan kotanya. Bisa dibilang, perkembangan Kota Tegal sangat pesat dibanding kota-kota lain yang ada di sekitarnya. Pemalang, misalnya. Meski sama-sama kota ngapak, Tegal dan Pemalang tak ubahnya seperti langit dan bumi. Jauh bener lah pokoknya. Tegal padang, Lur. Gemerlap lampu kotanya sangat memanjakan mata. Pemalang? “P”-nya peteng alias gelap.

Bukan hanya itu saja. Tegal juga jadi lahan subur bagi banyak brand F&B ternama untuk mengembangkan usaha mereka. Bahkan, sekelas Mie Gacoan pun lebih dulu melirik daerah ini untuk ekspansi bisnis mereka daripada Purwokerto, apalagi Brebes dan Pemalang.

Mallnya? Bioskopnya? Tempat hiburan? Jangan tanya. Tiap sudut Kota Tegal adalah tempat untuk menghamburkan duit. Seksi bener pancen kota ini. Eh, ini kita lagi bicara tentang kotanya, ygy. Kalau Kabupaten Tegal justru kebalikannya. Duh. Sedih.

#2 Budaya gotong royong masih kental

Menariknya, meski berstatus sebagai “kota” dan modernisasi begitu nyata, Tegal nggak kehilangan sentuhan manusianya. Dalam banyak kesempatan, budaya gotong royong di sini masih sangat terasa. Misalnya, ketika ada warga yang meninggal. Tanpa aba-aba, tetangga akan berbondong-bondong menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Termasuk ketika ada hajatan. Tetangga juga hadir sebagai garda terdepan untuk mensukseskan jalannya acara. Ada yang jadi tukang masak, penerima tamu, tukang beresin piring-piring bekas pakai, dll. Guyup rukun lah pokoke. Belum tentu loh di kota lain budaya seperti ini masih terpelihara.

Baca Juga:

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

#3 Banyak tokoh terkenal lahir di Tegal

Hal membanggakan lainnya adalah fakta bahwa Tegal menjadi tempat lahirnya tokoh-tokoh terkenal yang berkecimpung di berbagai bidang. Di bidang kesenian, misalnya. Ada nama  Ki Gede Sebayu, salah satu dalang wayang kulit terbaik di Indonesia. Saking berjasanya beliau dalam melestarikan budaya wayang kulit, nama Ki Gede Sebayu kemudian dijadikan sebagai nama jalan sekaligus nama pendopo di lingkungan Pemkot Tegal.

Itu, Limbad, pesulap yang identik dengan laku bisunya itu juga wong Tegal. Termasuk, penyanyi dangdut Ayu Soraya dan pesulap Demian. Ada pula sederet nama-nama seniman lainnya seperti Rudi Iteng, Lanang Setiawan, Apito Lahire, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di luar bidang kesenian, ada nama-nama lain yang saya yakin tak asing lagi di telingamu. Mereka adalah H. Abdul Fikri Faqih, MM (Anggota DPR), Dr. Fuad Bawazier (mantan Menteri Keuangan), Suswono, M.M.A. (Mantan Menteri Pertanian), Simon Santoso (Mantan atlet nasional badminton tunggal putra), serta Banyu Tri Mulyo (Atlet paralimpiade nasional cabang tenis meja).

#4 Dari pantai hingga gunung, semua ada di Tegal

Berikutnya, hal membanggakan dari Tegal adalah fakta bahwa di sini, wisatanya komplit, pakai banget. Sebut saja wisata apa yang kamu mau, semua ada di sini.

Kamu ingin menikmati hamparan ombak? Kalem. Pantai di Tegal ada banyak. Di kotanya ada Pantai Alam Indah alias PAI dan Pantai Pulau Kodok. Geser dikit ke kabupatennya, ada Pantai Muarareja, Pantai Purwahamba Indah, Pantai Larangan, Pantai Dampyak, dan sebagainya, tinggal pilih saja.

Mau yang adem-adem? Tinggal naik ke kawasan Guci. Di sana, kamu bisa menikmati hawa sejuk ala-ala puncak sambil menikmati gorengan bakwan atau sate kelinci. Jangan lewatkan juga pemandian air panas dari sumber mata air alami Gunung Slamet.

#5 Makam dan tradisi budaya yang kental jadi pelengkap

Tak ketinggalan, Tegal juga punya wisata religi. Tujuannya yaitu makam Mbah Panggung, makam Ki Gede Sebayu serta makam Pangeran Purbaya. Nah, kalau selesai ziarah pengen wisata kuliner, tapi nggak mau warteg, gampang. Referensinya bisa kamu baca di tulisan ini.

Terakhir, hal membanggakan dari Tegal selain warteg adalah bagaimana budaya leluhur masih tetap terjaga di sini. Budaya tersebut dapat dilihat dari adanya kegiatan, seperti sedekah bumi Cacaban, ruwat bumi Purwahamba Indah, pawai rolasan, gotong toa pe kong, dll, yang membuat daerah ini makin kaya.

Wih, setelah ditulis seperti ini, jadi makin bangga deh jadi wong Tegal. Kamu gimana? Ada hal apa di kotamu yang bikin kamu bangga?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Hal yang Bisa Dilakukan di Malioboro Tegal, tapi Nggak Bisa Dilakukan di Malioboro Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 September 2024 oleh

Tags: kabupaten tegalkota tegalwarteg
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi...

Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi…

15 Januari 2024
Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

2 April 2024
5 Ciri Warteg yang Masakannya Sudah Pasti Enak, Nggak Bikin Kapok Pembeli

5 Ciri Warteg yang Masakannya Sudah Pasti Enak, Nggak Bikin Kapok Pembeli

25 Oktober 2025
Alasan Orang Tegal seperti Saya Enggan Berwisata ke Pemandian Air Panas Guci

Alasan Orang Tegal seperti Saya Enggan Berwisata ke Pemandian Air Panas Guci

23 November 2024
Es Lontrong_ Minuman Legendaris Asli Slawi yang Sayang untuk Dilewatkan terminal mojok

Es Lontrong: Minuman Legendaris Asli Slawi yang Sayang untuk Dilewatkan

16 Juni 2021
Tegal Nggak Melulu Soal Sate Kambing Balibul, Ada Sate Jamur yang Tak Kalah Wajib Dicicipi

Tegal Nggak Melulu Soal Sate Kambing Balibul, Ada Sate Jamur yang Tak Kalah Wajib Dicicipi

27 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.