Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Skill Dasar yang Perlu Dimiliki HRD biar Nggak Jadi HRD yang Menyebalkan

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
21 Agustus 2024
A A
Skill Dasar yang Perlu Dimiliki HRD biar Nggak Jadi HRD yang Menyebalkan

Skill Dasar yang Perlu Dimiliki HRD biar Nggak Jadi HRD yang Menyebalkan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum terjun jadi HRD, kuasai dulu skill dasar ini deh.

Sebagai pekerja yang bergelut di ruang lingkup HRD, akhir-akhir ini saya merasa resah. Betapa tidak, di media sosial, cukup banyak ditemui HRD yang petantang-petenteng, menghakimi para pelamar kerja secara serampangan. Belum lagi yang merasa sudah setara dengan pemilik perusahaan.

Seakan para HRD ini lupa bahwa mereka juga pekerja biasa. Mereka juga sama-sama calon pencari kerja saat ingin pindah ke kantor baru. Terlebih untuk sebagian orang, selain sebagai jembatan penghubung antara perusahaan dan karyawan, HRD sudah dianggap seperti representatif perusahaan.

Masalahnya, HRD yang menyebalkan seperti itu nggak sadar kalau efeknya bisa menyasar rekan sejawat lainnya. Semacam efek domino gitu.

Padahal menurut saya, menjadi HRD yang menyenangkan nggak akan mengurangi wibawa atau nilai-nilai profesi HRD itu sendiri. Nggak perlu khawatir, karena disadari atau nggak, para pelamar kerja atau karyawan diam-diam juga ikut menilai: apakah sebagai HRD kamu menyenangkan atau malah nggak asyik sama sekali.

Barangkali di waktu mendatang di antara kalian ada yang ingin menjadi HRD, saya punya saran terkait skill yang setidaknya bisa kalian pelajari atau latih di luar job desc utama, jika ingin menjadi seorang HRD yang menyenangkan. Setidaknya jangan jadi kagetan apalagi menyebalkan. Apalagi sampai menjadi terkenal di internet karena hal yang tnggak baik.

#1 Berjiwa customer service tipis-tipis

Entah disadari atau nggak, siapa pun yang berminat bekerja di ruang lingkup HRD ini, mesti berjiwa atau paling nggak mengasah jiwa customer service meski tipis-tipis. Selisih antara calon pelamar kerja atau dengan karyawan sering terjadi karena HRD-nya galak, ketus, ngegas saat berkomunikasi, nggak nyelow, dll.

Ya, memang salah satu fungsi HRD melayani, kan? Sebab, sudah semestinya kita menjadi jembatan penghubung. Membantu ketika karyawan ada persoalan, sekaligus menemukan solusi yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Tak terkecuali kepada pelamar kerja.

Baca Juga:

Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

HRD yang Merasa Dirinya Superior dan Paling Berkuasa Menentukan Nasib Pekerja Memang Pantas Jadi Musuh Bersama 

Ada kalanya mereka bertanya ini dan itu soal info loker yang tersedia, bahkan lebih dalam lagi. Misalnya tentang, tugas, gaji, dan lain sebagainya. Di lain waktu, mungkin terasa menyebalkan. Tapi nggak perlu dijawab secara ketus apalagi marah-marah, dong?

#2 Jangan dikit-dikit lapor ke base

Ini kebiasaan yang nggak bagus, sih. Menyelesaikan persoalan nggak, bikin gaduh iya. Malah sewaktu kamu yang HRD lapor ke base, di waktu bersamaan kena maki juga oleh orang yang salah persepsi. Lebih buruknya lagi, ketika ada yang sampai mencari tahu, kemudian ketemu tempat kamu bekerja di mana.

Efeknya jelas, perusahaan dan kamu akan sama-sama kena. Senjata makan tuan. Niatnya mau mengolok-olok pelamar kerja, eh, malah balik diobok-obok. Padahal kamu selalu punya pilihan untuk setidaknya mengedukasi melalui chat atau telepon, saat yang bersangkutan bertanya.

Saya paham, ada kalanya sebagai HRD, kamu ingin mengeluh, capek, dan lain-lain. Berbagi keluh-kesah lah dengan kawan di kantor. Eh, di kantor punya kawan, kan? Iya, kan?

#3 HRD harus up to date dengan dinamika dunia kerja terkini

Poin ini nggak sama soal update ke base, ya. Bukan itu, bukan. Percaya sama saya, selalu mengikuti perkembangan terkini soal dunia kerja, khususnya jika kamu bekerja sebagai HRD, akan sangat membantu dalam memberikan pertimbangan banyak hal pada saat diperlukan. Juga, bisa disampaikan kepada atasan, saat meeting, dan diskusi lainnya.

Sebab, arah kebijakan perusahaan bisa saja fleksibel dan disesuaikan dengan situasi kondisi terkini. Bukan berarti diakal-akali apalagi sampai menerabas aturan yang berlaku.

Paling nggak bisa kroscek kembali aturan perusahaan yang memang sebetulnya sudah ada sejak lama. Apakah masih diterapkan, perlu adaptasi karena menyesuaikan situasi, dan lain sebagainya.

Tiga skill dasar tersebut memang nggak pernah dipelajari saat kuliah, bahkan di luar job desc utama HRD. Namun, insight tersebut berkembang dan tumbuh dengan sendirinya berdasarkan pengalaman.

Percaya deh, lambat laun kamu akan merasakan bahwa tiga hal di atas penting dimiliki, khususnya di zaman sekarang ini. Biar kamu nggak ugal-ugalan banget gitu saat bekerja sebagai HRD. Paling penting lagi biar kamu nggak jadi HRD yang menyebalkan yang bikin rekan kerja dan pelamar kerja sama-sama pusing saat berhadapan denganmu.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kenapa, sih, HRD yang Menyebalkan Semakin Banyak?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2024 oleh

Tags: HRDhrd perusahaanstaf hrd
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Pelamar kerja sogokan hrd recruiter mojok

Disogok oleh Pelamar Kerja Adalah Hal Terkonyol yang Pernah Saya Alami sebagai Recruiter

4 November 2020
Suka Duka Jasa Pembuat CV dan Surat Lamaran Kerja_ Nggak Lolos Seleksi Dicerca, Giliran Sukses Dianggap Biasa terminal mojok

Suka Duka Jasa Pembuat CV dan Surat Lamaran Kerja: Nggak Lolos Seleksi Dicerca, Giliran Sukses Dianggap Biasa

23 April 2021
3 Jenis Background Check yang Perlu Diketahui Para Kandidat Saat Melamar Pekerjaan terminal mojok

3 Jenis Background Check yang Perlu Diketahui Para Kandidat Saat Melamar Pekerjaan

1 Mei 2021
Efek Laten dari JHT yang Hanya Bisa Cair di Usia 56 Tahun terminal mojok.co

Efek Laten dari JHT yang Hanya Bisa Cair di Usia 56 Tahun

13 Februari 2022
Fenomena HRD Ghosting dan Cara Menghindarinya

Fenomena HRD Ghosting dan Cara Menghindarinya

19 November 2019
lowongan kerja pencari kerja wawancara kerja sdm keluhan rekruiter pengusaha wirausaha mojok

Saat Wawancara Kerja, Jangan Pernah Menjelek-jelekkan Perusahaan Lama

30 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.