Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Influencer Mahal Nggak Akan Bikin Coffee Shop Ramai, kalau Emang Ampas ya Siap-siap Bangkrut!

Riyanto oleh Riyanto
24 Oktober 2023
A A
Influencer Mahal Nggak Akan Bikin Bisnis Coffee Shop Ramai, kalau Emang Ampas ya Siap-siap Bangkrut

Influencer Mahal Nggak Akan Bikin Coffee Shop Ramai, kalau Emang Ampas ya Siap-siap Bangkrut (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemilik coffee shop pasti kepikiran untuk menggunakan jasa selebgram untuk promosi, kan? Tapi ingat, sebanyak apa pun duit yang dikeluarkan demi meng-endorse selebgram, influencer, food vlogger, KOL, atau apalah itu semacamnya, nggak akan bisa bikin coffee shop ramai! Kenapa demikian? Ya karena bukan tugas mereka untuk bikin ramai!

Tugas para influencer itu untuk menaikkan awareness dari sebuah brand, produk, atau bisnis klien. Artinya kalau sudah dibuatkan konten sedemikian rupa oleh sang influencer, ya akhirnya balik lagi ke bisnis masing-masing. Meski bayar semua selebgram hits di satu Indonesia, meski sudah di-boosting dengan fitur promosi Instagram, meski yang nonton kontennya udah ratusan ribu, kalo produknya jelek ya tetep jelek. Kalo nggak ada yang menarik ya nggak ada yang datang. Sejauh ini paham?

Coffee shop jelek mana ada yang mau dateng?

Mindset pemilik coffee shop yang pingin rame pelanggan dengan ngendorse influencer itu salah kaprah. Lebih salah lagi kalo cuma ikut-ikutan coffee shop lain yang udah pake jasa influencer jugak. Giliran nanti nggak kelihatan hasilnya, langsung nyalahin si influencer karena dianggap nggak berguna!

Sebelum memutuskan untuk pake jasa influencer, atau bahkan sebelum memutuskan buka coffee shop, harusnya udah mikir dulu, apa menariknya coffee shop itu? Apa yang bikin beda dengan coffee shop lain? Produk-produknya udah oke apa belum? Kalo nggak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu ya, mau ngiklan lewat influencer, mau ngiklan lewat google ads, atau sewa baliho sekalian ya nggak bakal rame.

Katakanlah si influencer udah cerdik banget bikin materi promosi, yang nonton ratusan ribu, yang komen banyak, dan mendadak coffee shop itu rame. Sehari, dua hari, atau seminggu mungkin bisa rame karena faktor konten si influencer. Tapi kalo produknya biasa aja, baristanya judes, harganya nggak sepadan, dan tempatnya juga standar, ya nggak bakal pada balik lagi tuh pelanggan.

Gini aja deh, misal ente bukan owner coffee shop itu, mau nggak ngopi di sana? Ada alasan nggak ngopi di sana? Nyaman nggak dateng ke sana? Kalo jawabannya semuanya enggak, yaudah jangan berharap seluruh influencer di muka bumi ini bisa bikin coffee shopmu rame.

Konsep coffee shop sudah jelas?

Udah paham belum posisi coffee shopmu itu di mana? Apakah tempat nongkrong, apakah tempat kerja, apakah tempat spesialis kopi enak, atau apa? Lucu aja kalo ngaku sebagai tempat kerja, tapi colokan minim, meja kursi nggak proper buat laptopan, atau bahkan wifinya lemot parah. Ya siapa yang mau ngopi sambil kerja atau nugas di sana? Lucu aja kalo ngakunya tempat nongkrong, tapi area outdoornya sempit atau bahkan nggak ada, dan area indoornya juga meja kursi nggak mendukung buat nongkrong. Lucu aja ngakunya khusus menyajikan kopi terenak, tapi yang dijual malah kebanyakan non coffee!

Kalo konsepnya ngalor ngidul nggak jelas, produknya standar kayak tempat lain, dan nggak ada daya tarik utamanya, influencer sekelas Denny Sumargo, dibantu jajaran komika di tim kreatifnya, pasti angkat tangan dan nggak kuat gimana harus promosiin! Jadinya ya bukan salah influencer kalo nggak rame tuh coffee shop meski udah bayar jutaan.

Baca Juga:

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Tanpa endorse influencer pun bisa ramai

Sebenarnya, tanpa endorse influencer pun bisa melakukan promosi di media sosial. Tanpa mengeluarkan budget iklan pun bisa berpotensi rame. Asalkan memang punya daya tarik tersendiri. Misal konsepnya tradisional, jualan pake bajaj, atau jualan di pasar. Habis itu tinggal bangun branding sesuai karakteristik coffee shop di media sosial. Bikin konten yang sesuai. Rutin lakuin itu sampe audience-nya kebentuk. Nanti kalo banyak yang tertarik, pasti pada dateng, dan yang dateng pasti bikin insta story.

Tanpa sadar, tanpa diminta, tanpa dibayar, pelanggan sudah mempromosikan coffee shop itu ke audience mereka masing-masing. Itulah konsep UGC di ranah medsos. Si pelanggan yang sukarela mempromosikan coffee shop itu karena emang merasa layak direkomendasikan.

Coffee shopmu itu beneran bisnis?

Sayangnya banyak owner yang kurang peduli hal begini. Penginnya rame dengan instan. Pake jasa endorse selebgram hits dan langsung berharap rame padahal coffee shopnya kagak menarik sama sekali. Udah gitu, bisnisnya coffee shop, influencer yang disewa justru yang skena wibu. Kan kocak. Misal pun udah milih influencer yang ada hubungannya sama coffee shop, emang yakin views dan likes dari si influencer itu asli? Jangan-jangan cuma diakali si influencer biar kelihatan rame? Kan kombo apes. Yang viewsnya asli aja nggak bisa bikin coffee shop rame, apalagi yang cuma akal-akalan.

Akan tetapi beda cerita kalo ente buka coffee shop bukan untuk bisnis ya. Harus aku bilang bahwa bisnis cafe itu emang rada aneh karena susah untungnya. Kalo hanya jualan kopi, untungnya bisa gede. Tapi kalo jualan kopi sekaligus jualan tempat oke, pamer mesin kopi yang harganya setara mobil, terus AC nyala terus dua puluh empat jam biar sejuk, atau bahkan parkirannya seluas lapangan bola, ya jelas aja susah balik modalnya.

Kalo emang niat bisnis coffee shop biar untung kan harusnya lebih memikirkan banyak hal ya, mulai dari daya tarik, mulai dari branding, mulai dari kopi harus enak, mulai dari promosi, pilih influencer yang tepat, atau semacamnya. Tapi kalo hanya untuk buang-buang duit sih, yaudah nggak usah serah bebas aja.

Apalagi kalo ternyata buka bisnis coffee shop cuma untuk cuci uang. Nah itu… diemin aja juga nggak masalah. Nggak bakal bangkrut. Emang ada yang kayak gitu? Ada! BUANYAAAKKKK! Kalo di Jogja, ituloh yang di deretan jalan itu.

Penulis: Riyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tanpa Coffee Shop, Sleman Bakal Disesaki Manusia Stres dan Hopeless

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2023 oleh

Tags: BisnisCoffee Shopendorseinfluencer
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

usaha dengan modal terjangkau mi ayam gerobak bubur ayam gerobak steam salju cuci motor rincian modal mojok.co

3 Alternatif Usaha dengan Modal Terjangkau yang Layak Dicoba

11 Juni 2020
Bisnis Barbershop Nggak Surut-Surut Amat, Nggak Banyak Dibicarakan Aja

Bisnis Barbershop Nggak Surut-Surut Amat, Nggak Banyak Dibicarakan Aja

3 Februari 2023
maskapai garuda

Soal Larangan Memotret di Dalam Pesawat Maskapai Garuda: Antara Penegasan dan Konten Baru di Media Sosial

17 Juli 2019
Drama Korea Celebrity, Lebih dari Sekadar Sisi Gelap Influencer

Drama Korea Celebrity, Lebih dari Sekadar Sisi Gelap Influencer

6 Juli 2023
Living in a Bubble: Ketika Media Sosial Digunakan Penguasa untuk Membungkam Demokrasi

Living in a Bubble: Ketika Media Sosial Digunakan Penguasa untuk Membungkam Demokrasi

18 Desember 2019
mental pengusaha usaha panduan memulai bisnis baru mojok.co

4 Persiapan saat Memulai Bisnis Baru

25 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-puja Orang

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.