Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Saya Benci PSI, tapi Saya Harus Akui Strategi Brandingnya Hebat

Andri Saleh oleh Andri Saleh
24 Oktober 2023
A A
Saya Benci PSI, tapi Saya Harus Akui Strategi Brandingnya Hebat

Saya Benci PSI, tapi Saya Harus Akui Strategi Brandingnya Hebat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya benci politik. Apalagi kalau bicara tentang partai politik, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa membuat saya bersimpati. Mau itu partai politik pengusung ideologi agamis, nasionalis, ataupun sosialis, semua sama saja. Mereka sama-sama oportunis dan sama-sama cari muka dengan dalih untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Bahkan kalau boleh jujur, ada satu partai politik yang saya benci setengah mati sampai saat ini: Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tolong ya, PSI jangan baper. Kebencian saya itu tentunya bukan tanpa alasan. Sejak berdiri pada 2014 yang lalu, partai yang berlogo kepalan tangan yang sedang memegang bunga mawar ini (nah, dari desain logonya saja sudah membuat saya benci) kerap membuat polemik di masyarakat. Bukannya unjuk prestasi dengan berbagai program yang visioner, partai politik yang baru lahir kemarin sore ini malah mengomentari ini-itu dan protes sana-sini. Coba, siapa yang tidak benci dengan ulah seperti itu?

Tapi setelah belajar Ilmu Komunikasi, khususnya tentang branding, barulah saya memahami bahwa apa yang dilakukan oleh PSI—baik sadar maupun tidak—adalah upaya untuk membangun brand. Tujuannya adalah supaya partai tersebut dikenal oleh masyarakat Indonesia secara masif. Tidak peduli dengan stigma negatif yang bakal muncul, yang penting viral saja dulu. Begitu.

Berbagai aksi yang membuatnya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia

Saya tidak perlu menyebutkan satu per satu aksi PSI yang banyak menuai polemik di masyarakat. Kamu bisa mencarinya sendiri di internet. Tapi yang paling kontroversial menurut saya adalah ketika PSI menggelar event “Kebohongan Awards” pada 2019. Pada gelaran itu, PSI memberikan penghargaan dengan kategori “Kebohongan Paling Lebay”, “Kebohongan yang Hakiki”, dan “Kebohongan Terhalusinasi” kepada salah satu pasangan capres dan cawapres menjelang Pilpres 2019.

Apa-apaan?

Aksi semacam ini tentunya membuat PSI jadi bahan pembicaraan di media massa dan media sosial. Tanpa disadari, ini adalah bentuk branding terselubung untuk memperkenalkan partai ini kepada masyarakat luas. Apalagi ketika menolak Perda Syariah dan poligami di penghujung 2018, saya yakin sebagian besar umat Islam di Indonesia pasti menghujatnya. Tapi di sisi lain, semakin banyak orang yang menghujat, maka nama PSI semakin banyak dikenal orang.

Narasi kontroversial dalam setiap baliho PSI

Kamu pasti sering memperhatikan sampah visual (baca: baliho partai politik) yang banyak bertebaran di pinggir jalan. Di antara sekian banyak sampah visual tersebut, baliho milik PSI cukup berbeda dengan yang lain. Perbedaannya terletak pada pemilihan warna yang khas dan narasi yang dipilih. Ketika partai politik lain membuat baliho berwarna, PSI justru membuat baliho dengan konsep grayscale dengan tulisan warna merah dan putih. Sederhana tapi berbeda dengan yang lain. Untuk urusan ini, saya kasih bintang lima, deh.

Selain pemilihan warna, baliho milik PSI juga sering menggunakan narasi yang kontroversial dan memancing cibiran orang banyak. Sebut saja pilihan narasi “Tegak Lurus Bersama Pak Jokowi” yang menurut saya tidak relevan dengan konteks yang ada. Dalam bahasa Matematika, tegak lurus itu artinya saling berpotongan dan membentuk sudut siku-siku. Nah, tidak nyambung, kan?

Baca Juga:

Saya Menduga Branding Lamongan Adalah Jalan Rusak, karena Sampai Sekarang Tidak Diperbaiki, Seakan-akan “Dipelihara”

Madiun, Kota Paling Mindblowing yang Pernah Saya Kunjungi

Satu lagi narasi dalam baliho PSI yang menuai kontroversi adalah “PSI Menang, BPJS Gratis”. Entah apakah hal tersebut sudah dikaji atau belum, tapi ya narasi seperti ini cukup menyita perhatian masyarakat. Sebagian masyarakat mungkin berharap narasi itu bisa menjadi kenyataan, sebagian lagi justru menghujat karena hal itu seperti mimpi di siang bolong. Tapi ya, lagi-lagi nama PSI semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Semakin moncer ketika melibatkan tokoh-tokoh populer

Bergabungnya mantan vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, sebagai kader PSI membuat nama PSI semakin moncer. Kamu pasti tahu kalau grup band Nidji cukup fenomenal pada zamannya dan memiliki fanbase yang kuat. Makanya ketika Giring didapuk menjadi Ketua Umum PSI di tahun 2021, saya yakin simpatisan PSI juga bertambah banyak, khususnya dari para penggemar fanatik grup band Nidji tadi.

Di tahun 2023 ini, PSI kembali menjadi pusat perhatian ketika Kaesang Pangarep yang notabene putra bungsu Presiden Jokowi, bergabung dengan PSI. Eh, bukan cuma sekadar gabung sih, tapi juga didaulat menjadi Ketua Umum. Kalau begini ceritanya, PSI sudah menjadi partai politik yang terkenal di Indonesia. Siapa sih yang tidak kenal dengan partai yang dipimpin oleh anaknya presiden?

Jadi meskipun benci terhadap PSI, saya harus akui kehebatan mereka dalam menjalankan strategi branding. Saya berani bilang bahwa saat ini ketenaran PSI telah melampaui partai-partai politik lainnya yang telah berdiri sejak lama seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), atau Partai Buruh. Satu-satunya partai politik yang bisa menyamai ketenaran partai tersebut adalah Partai Perindo. Ya bagaimana tidak tenar, wong lagu mars-nya diputar setiap hari di televisi, kok.

Penulis: Andri Saleh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dosa-Dosa PSI dan Alasan Kenapa Mereka Sama Sekali Tidak Menyuarakan Aspirasi Kaum Muda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2023 oleh

Tags: brandingkaesang pangareppartai politikpemilu 2024PSI
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

baliho puan maharani branding usang mojok

Puan Maharani, Baliho, dan Branding yang Usang

29 Juli 2021
Nostalgia 6 Janji Politik Paling Absurd yang Pernah Saya Dengar Terminal Mojok

Nostalgia 6 Janji Politik Paling Absurd yang Pernah Saya Dengar

4 Desember 2022
Memilih Politisi Ganteng: Masih Relevankah bagi Pemilih Muda?

Memilih Politisi Ganteng: Masih Relevankah bagi Pemilih Muda?

2 Desember 2022
3 Alasan Mars PAN Adalah Mars Partai Politik Terbaik, Perindo Lewat Mojok.co

3 Alasan Mars PAN Adalah Mars Partai Politik Terbaik, Perindo Lewat

19 November 2023
meme polisi kaesang pangarep power abuse polisi mojok

Meme Polisi Kaesang Pangarep dan Nuansa Abuse of Power ala Orde Baru

4 Juli 2021
Menganalisis Sosok Berinisial G yang Diramal Jadi Presiden RI 2024 terminal mojok.co

Menganalisis Sosok Berinisial G yang Diramal Jadi Presiden RI 2024

9 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.