Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Ikrar Wisuda Bareng Teman Seangkatan Itu Cukup untuk Motivasi, Jangan Dijadikan Target Bersama, apalagi Maksa

Budi Prathama oleh Budi Prathama
30 Agustus 2023
A A
Wisuda Hanya Sebuah Seremoni, Rayakan Secukupnya Tak Perlu Berlebihan b

Wisuda Hanya Sebuah Seremoni, Rayakan Secukupnya Tak Perlu Berlebihan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ikrar wisuda bareng teman seangkatan itu bagus buat motivasi, tapi nggak bagus dan baiknya malah nggak dipatuhi

Terkadang arti sahabat sejati memang perlu dievaluasi ulang dan disepakati kembali. Sahabat sejati nggak melulu harus merasakan pula apa yang lain sedang rasakan. Meskipun memang benar, kalau sahabat sejati itu mampu merasakan kesenangan dan susah bersama. Tapi nggak boleh juga dipukul rata dalam semua bentuk persahabatan. Apalagi kalau ada salah satu sahabat memberikan efek buruk pada sahabat yang lain.

Sering kali kita mendengar, saat sudah berteman lama dan merasa sudah saling memiliki, risiko pun harus ditanggung sama-sama, seperti halnya harus lulus bersama dalam dunia pendidikan. Ini sebenarnya nggak salah sih dan juga merupakan tujuan mulia, selama koridornya itu baik.

Dalam waktu sekolah misalnya, istilah ini biasa dijadikan sebagai prinsip bagi siswa. Bersamaan masuk sekolah, lulusnya pun harus bersamaan pula. Hal ini memang lumrah karena itu akan banyak kenangan yang bisa terukir selama di sekolah yang kurang lebih tiga tahun lamanya, dan memang itu faktanya yang kebanyakan terjadi di sekolah. Rata-rata satu angkatan itu akan lulus bersamaan pula.

Wisuda bareng seangkatan itu ngimpi!

Tetapi, jika hal ini juga diaplikasikan dalam dunia mahasiswa ternyata itu bisa saja keliru. Maksud saya gini, dunia sekolah dan mahasiswa itu sangat berbeda. Di sekolah memang dituntut agar siswanya bisa-bisa lulus bareng-bareng dan bisa juga dipoles oleh pihak sekolah agar siswa yang seangkatan itu bisa lulus seratus persen. Sementara di dunia kampus, cepat atau tidaknya wisuda itu tanggung jawabnya ada di tangan mahasiswa itu sendiri. Kalau mau wisuda cepat atau lambat, itu ada di tangan mahasiswa.

Saat baru masuk di kampus, teman baru akan banyak ditemukan. Pada kondisi itu saling mengenal sesama mahasiswa seangkatan bisa terjalin erat, apalagi kalau dalam satu jurusan. Pada kondisi ini, ada saja yang beranggapan masuk bersamaan di kampus mesti harus juga kalau wisuda harus bareng-bareng. Awalnya mungkin nggak, tetapi setelah berteman akrab pemikiran itu bisa muncul.

Yang perlu dipahami bahwa setiap mahasiswa itu memiliki prioritas masing-masing. Ada yang sangat memprioritaskan akademiknya, ada yang lebih memilih aktif di organisasi kampus. Yang tak peduli keduanya pun ada.

Nah, dari situ saja terlihat jelas, wisuda bareng-bareng seangkatan itu hampir mustahil. Wong semua terletak pada keadaan masing-masing kok.

Baca Juga:

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Dunia mahasiswa itu realitasnya pahit, jauh lebih pahit ketimbang cerita cintamu yang nggak seberapa itu

Realitasnya, dunia mahasiswa nggak segampang yang ada di sekolah. Nggak seperti pula yang ada di sinetron-sinetron yang kebanyakan hanya menampilkan senangnya saja menjadi mahasiswa. Deritanya? Yang ditampilin asmaranya doang. Perkara hidup yang lain nggak pernah ditampilkan, padahal kenyataan yang asli justru di bagian yang tak terlihat.

Pada kondisi inilah, memegang teguh pendirian untuk bisa wisuda bersamaan sesama angkatan bisa saja akan menyesatkan. Mengapa demikian? Kadang kala ada teman seangkatan nggak begitu kuat mengejar untuk cepat selesai. Dunia bisa

Dulu ada teman saya yang seangkatan dengan saya, mengatakan kalau dia nggak mau selesaikan dulu kuliahnya lantaran teman-teman karibnya masih banyak yang belum bisa wisuda. Ia beranggapan kalau dia ingin menunggunya dan bisa lulus bareng-bareng.

Justru saya beranggapan kalau itu prinsip yang keliru. Menunggu teman untuk bisa wisuda bersamaan seakan sulit bagi kita, karena itu bisa saja merusak diri sendiri. Ujungnya ingin merasakan kebersamaan, tapi malah terperangkap dalam jebakan negatif.

Oleh karena itu, menyematkan kalau harus lulus kuliah bareng dengan teman seangkatan nggak melulu harus dipatuhi. Mesti dilihat dulu, kalau semua seangkatan itu saling support untuk bisa lulus bersamaan, itu sih nggak masalah. Tapi kalau ada yang justru menghambat kita bagi yang mau lulus cepat jelas itu perlu ditinggalkan.

Penulis: Budi Prathama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2023 oleh

Tags: Lulus Kuliahmotivasiteman seangkatanwisuda
Budi Prathama

Budi Prathama

Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat. Terus berusaha menulis walaupun itu terkadang menyakitkan.

ArtikelTerkait

7 Alasan Buku Self-Help Nggak Selalu Membantu Hidupmu motivasi

7 Alasan Buku Self-Help Nggak Selalu Membantu Hidupmu

14 Februari 2023
Wisuda Hanya Sebuah Seremoni, Rayakan Secukupnya Tak Perlu Berlebihan b

Mengapa Perempuan Harus Mengenakan Kebaya, Sedangkan Laki-laki Hanya Kemeja Saat Wisuda?

26 Mei 2023
Cara Mahasiswa S1 agar Bisa Survive setelah Lulus dan Tidak Hidup secara Menyedihkan

Cara Mahasiswa S1 agar Bisa Survive setelah Lulus dan Tidak Hidup secara Menyedihkan

6 Agustus 2024
Mbak Nana, Tagar #WisudaLDR2020 Itu Bukannya Nyemangatin Malah Bikin Sedih Rasanya Patah Hati Melihat Teman Sendiri Sudah Wisuda

Mbak Nana, Tagar #WisudaLDR2020 Itu Bukannya Nyemangatin Malah Bikin Sedih

8 Juni 2020
6 Kesalahan Fresh Graduate yang Kerap Dilakukan karena Tidak Diajarkan Waktu Kuliah

6 Kesalahan Fresh Graduate yang Kerap Dilakukan karena Tidak Diajarkan Waktu Kuliah

29 Desember 2023
Wisuda UIN SATU Tulungagung Nggak Cuma Bikin Resah Calon Wisudawan, Penjual Buket pun Ikutan Susah

Wisuda UIN SATU Tulungagung Nggak Cuma Bikin Resah Calon Wisudawan, Penjual Buket pun Ikutan Susah

2 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiket Pesawat Sudah Terlalu Mahal, Ini Hitungan yang Lebih Logis (Unsplash)

Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis

9 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.