Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Waktu Buat Nagih-Nagih, Giliran Anak Lahir Kabur

Aliurridha oleh Aliurridha
5 Desember 2019
A A
Waktu Buat Nagih-Nagih, Giliran Anaknya Lahir Kabur

Waktu Buat Nagih-Nagih, Giliran Anaknya Lahir Kabur

Share on FacebookShare on Twitter

Kisah tentang ibu muda berusia 21 tahun asal Surabaya yang ditinggal tidak lama setelah melahirkan anaknya oleh suaminya lantaran anak yang ia lahirkan dalam kondisi tidak sempurna menjadi viral. Menurut si ibu muda suaminya dan keluarganya tidak terima dengan kondisi bayinya. Waktu buatnya nagih-nagih, giliran anaknya lahir malah kabur. Masak kejantananmu cuma dipakai diranjang mas?

Dilansir dari Detiknews (4/11/19), bayi malang ini lahir dengan kondisi kelainan facial cleft tessier hydrocephalus myelomeningocele, yang menyebabkan kelainan pada wajahnya yang meliputi bagian bibir, hidung, dan kedua matanya. Suami yang harusnya men-support istri yang sudah berjuang hidup dan mati demi melahirkan anak dari benihnya malah kabur. Hal ini membuat saya semakin yakin kursus pranikah itu perlu.

Saya adalah orang yang dari awal setuju diadakan sekolah pranikah, selain karena saya sudah menikah jadi tidak akan kena imbasnya terlahir dari sepasang manusia yang memaksakan diri untuk menjalani pernikahan tanpa persiapan. Memangnya nikah cuma soal seks terus punya anak yang kemudian hari seenaknya dititip ke orang tua lantaran masih belum puas main-main dan jalan-jalannya?

Gampang sekali berpikir kawin, dipikir kawin enak. Eh, kawin enak ding, nikahnya yang berat. Berkomitmen untuk suatu hubungan yang ke depannya akan melahirkan generasi penerus yang sebaiknya tumbuh dari lingkungan yang baik itu berat. Calon orang tua harus memiliki persiapan yang cukup agar anak bisa tumbuh berkembang tanpa kekurangan. Bukannya pas anak lahir baru mikir mau kasi makan apa anak saya?

Manusia adalah satu-satunya mamalia yang ketika lahir otaknya belum tumbuh secara sempurna. Itulah alasannya bayi manusia tidak bisa langsung berbicara atau berkomunikasi, ia tidak bisa langsung berjalan maupun melakukan aktivitas fisik lainnya hanya mengharapkan belas kasih orang tuanya. Berbeda dengan manusia hewan lahir langsung bisa jalan, bahkan jerapah setelah 30 menit setelah lahir bisa langsung lahir.

Ahli neurosains, Dr. Jean-Marie Graic mempelajari otak jerapah dan menemukan bahwa bayi jerapah memiliki struktur otak layaknya jerapah dewasa hanya tubuhnya yang lebih kecil. Hewan mamalia lainnya tidak begitu berbeda. Hidup di Savanah sangat keras, tidak ada waktu untuk bermanja-manja jika ingin selamat dan melanjutkan keturunan. Mungkin itu alasan jerapah menjadi hewan yang selamat dari evolusi dan seleksi alam.

Karena itu saya percaya jika ada yang mengatakan bahwa manusia bisa selamat dari evolusi karena cinta seperti yang disampaikan Olivia Evans kepada mahasiswanya saat kuliah dalam film Boyhood. Olivia menjelaskan cinta dari orang tua membuat seorang bayi selamat ketika misalnya ada serangan binatang liar seperti harimau.

Karena bayi manusia tidak lahir dengan struktur otak dan kondisi fisiologis layaknya orang dewasa makanya dibutuhkan orang tua yang mencintai anaknya untuk mereka bisa selamat. Orang tua yang tidak mencintai anaknya akan meninggalnya begitu saja untuk santapan Harimau daripada susah-susah membawa lari bayi tersebut.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Konten “5 Ribu di Tangan Istri yang Tepat” Adalah Bentuk Pembodohan

Jika semua orang tua meninggalkan bayi untuk selamat dari harimau atau hewan buas lainnya hal yang sama tentu saja tidak satupun manusia bisa ditemukan saat ini karena tidak ada satupun manusia yang sukses mewariskan gennya. Semuanya habis dimakan harimau atau hewan buas lainnya.

Manusia memang pada dasarnya dibekali dengan semacam kode genetis untuk menyayangi anaknya agar bisa bertahan dari selesksi alam. Jika ada seseorang yang tega meninggalkan anaknya karena memiliki kekurangan mungkin karena terjadi mutasi genetis sehingga kode itu tidak tersampaikan kepada. Kalau seperti itu ada baiknya juga wacana sekolah pranikah itu ditindaklanjuti dengan tambahan 12 sks untuk pra-buat anak.

Jadi seorang yang mau punya anak harus betul-betul dipersiapkan karena memelihara seorang anak tidak sama seperti memelihara seekor kucing atau anjing. Kalau mengemudi saja membutuhkan surat izin kelayakan sebagai pengemudi karena mengemudi memiliki resiko yang tidak hanya membahayakan diri sendiri namun juga membahayakan orang maka punya anak juga seharusnya demikian.

Seorang yang membuat surat izin mengemudi (SIM) saja saat ini diwajibkan untuk psikotes untuk menjamin kejiwaannya yang baik karena berkaitan dengan hidup orang lain. Punya anak juga seharusnya ada psikotes atau minimal ada sesi konsultasi psikologi beneran bukan sekedar formalitas. Karena punya anak tentu saja butuh jaminan kesehatan mental dari orang tua demi menjamin tumbuh kembang anak di masa depan.

Anak memang tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana tapi setidaknya pemerintah bisa menyiapkan orang tua yang mampu dari berbagai aspek untuk sang anak. Yah selama semua prosedurnya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan tentunya.

Jika seorang anak lahir dan tumbuh besar dalam lingkungan yang buruk maka secara permanen lingkungan itu akan mengubah struktur neuron dalam otaknya, mengurangi ketangguhannya dan membuat anak semakin rentan terhadap berbagai masalah fisik dan emosional.

Jadi tekanan hidup dalam kemiskinan dan kehidupan yang tidak layak andil dalam membuatnya memilih banyak langkah yang salah. Berbagai langkah salah ini dikemudian hari akan terulang sehingga manusia yang dibesarkan dengan kondisi yang tidak layak akan terus terjebak dalam lingkaran setan di mana dikemudian hari memiliki kesempatan lebih besar untuk mengulanginya.

BACA JUGA Kata Gus Baha’ Orang Tua yang Bisa Kualat Pada Anak, Bukan Sebaliknya atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2019 oleh

Tags: Anakkursus pra nikahmenikahRumah Tangga
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

warisan balas budi kepada orang tua mojok

Insiden Anak Minta Warisan dan Pentingnya Kesiapan Saat Memutuskan Punya Anak

2 Agustus 2021
Fiersa Besari

Wahai Kaum Hawa, Cobalah Ikhlas Melepas Fiersa Besari

11 Mei 2019
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat

15 Mei 2020
Facial Treatment bagi Saya Seperti Membayar untuk Disakiti terminal mojok.co

Menghilangkan Jerawat Membandel Dengan Cara Menikah

23 Juni 2019
menikah secara rasional, orang sunda menikah dengan orang jawa

Kamu Mau Menikah Secara Rasional atau Irasional?

11 Juni 2020
ibu-ibu pekerja wfh diganggu anak komputer perempuan wabah corona bekerja di rumah perempuan karier mojok

4 Tips WFH yang Sulit Diterapkan Ibu-ibu

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.