Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

4 Tipe Mahasiswa di Kedai Kopi yang Patut Dihujat

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
21 Mei 2023
A A
Membaca 6 Kepribadian Berdasarkan Minuman yang Dipesan di Kedai Kopi terminal mojok.co

Membaca 6 Kepribadian Berdasarkan Minuman yang Dipesan di Kedai Kopi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah menjadi identitas budaya yang tak terbantahkan kalau berkunjung ke kedai kopi adalah gaya hidup seorang mahasiswa. Tentu mereka nggak cuma minum kopi saja, berbagai aktivitas, baik yang berfaedah maupun unfaedah pun mereka lakukan. Seperti ngegibah, nge-game, cari cem-ceman, cuci mata, kerja kelompok, diskusi atau rapat organisasi. Bahkan yang sekadar foto-foto buat bahan story/instastory pun lazim terjadi di sana. Seakan-akan, mereka merasa kurang lengkap kalau nggak ngelakuin semua aktivitas itu di kedai kopi.

Sebenarnya nggak masalah mau mereka ngapain aja di kedai kopi. Tapi kalau udah merugikan orang lain, apalagi sebagai mahasiswa, yah mereka perlu buat ditegur bahkan dicaci maki kalau udah kelewat bengis. Seperti halnya yang saya temui akhir-akhir ini, yang akhirnya membuat saya merasa kayaknya udah waktunya misuhi mereka lewat tulisan. Sebab, mereka melakukannya itu kayak nggak ada rasa malu dan berdosa. Saya sendiri sampai berpikiran, kayaknya ujaran kebencian itu nggak buruk-buruk amat dah kalau dilontarkan ke mereka.

Kalau nggak percaya, berikut saya tunjukkan kelakuan bengis mereka.

Parkir seenak jidat di kedai kopi

Beberapa kedai kopi memang udah ada orangnya sendiri buat ngurusin parkir. Tapi kedai kopi di daerah dekat kampus saya, baristanya masih double pekerjaan menjadi tukang parkir. Walhasil, si barista sekaligus tukang parkir ini harus mondar-mandir buat menata motor pengunjung, utamanya motor dari mahasiswa.

Tentu saja, ini di satu sisi memang kekurangan dari pihak kedai kopi karena nggak punya petugas parkir. Tapi di sisi yang lain, para mahasiswa ini juga dungu. Wong, sudah jelas-jelas di depan parkir terpampang tulisan capslock “MOHON MOTORNYA DIPARKIR DI TEMPAT YANG SUDAH DISEDIAKAN, BIAR NGGAK NUTUPIN JALAN UMUM”, tapi mereka ini tetap teguh dan konsisten dengan kedunguannya.

Sampai sekarang saya nggak tahu, mereka ini lupa dan nggak baca tulisannya, atau memang sengaja melestarikan kedunguannya. Kalau akalnya sehat dan berfungsi, pasti tahu bahwa di satu sisi supaya nggak merepotkan si barista. Di lain sisi juga supaya motornya nggak diterabas pemotor lain.

Narsis elit, pesen kopi sulit

Kebanyakan kedai kopi sekarang memang didesain secara aesthetic agar relevan dengan kebutuhan para remaja yang suka narsis. Tapi dengan itu, kelakuan mahasiswa yang notabene dari kalangan remaja ini malah jadi nggak tahu diri. Mereka datang ke kedai kopi cuma pengin narsis buat update story/instastory dengan dalih nyamperin temennya. Iya, nggak mesen apa pun. Gelagatnya pun menjijikkan. Nyelonong masuk begitu aja tanpa peduli dengan keberadaan kasir dan barista.

Tipe mahasiswa semacam itu tidak peduli nantinya akan pesen atau nggak. Yang tertanam dalam otak dungunya hanyalah yang penting duduk dulu, narsis dulu, dan update stoy/instastory dulu. Bahkan, yang lebih bangsatnya lagi, mereka ini nggak hanya foto-foto, melainkan live streaming Instagram dengan suara lantang dan berlagak sok kayak influencer. Anjing, kan!

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Saya sampai nggak habis pikir, mereka ini sebenarnya nggak punya duit, nggak punya malu, atau dungu, sih. Kalau nggak punya duit, kayaknya nggak mungkin, wong harga outfit sama skincare-nya itu pasti lebih mahal daripada harga kopi. Kalau malu, juga kayaknya nggak mungkin, wong mereka ini masih pakai baju, kok. Yang paling jelas yah dungu, dan orang semacam itu akan menyadari kedunguannya bila sudah dicaci dan dimaki. Jadi, kalau temen kalian ada yang modelan begini, saya sarankan langsung aja bisikin, “Heh, tong, minimal beli air putih, biar keliatan kalau punya otak.”

Pesennya sedikit, durasi rapatnya sesuka hati

Ini biasanya kebanyakan terjadi di kalangan mahasiswa si paling progresif. Saya bukan benci sama kegiatannya, tapi saya sangat benci sama cara mereka berkegiatan ketika di kedai kopi. Coba aja bayangin, puluhan orang dari mereka kadang yang memesan kopi atau menu lainnya itu cuma tiga sampai lima orang. Nggak sampai separuhnya. Bahkan, yang lebih bangsat adalah mereka rapatnya sampai berjam-jam. Coba bayangin, di mana letak akal sehat mereka?

Yang membuat saya jengkel lagi adalah cara mereka berkumpul yang seakan-akan mengelabui si kasir dan barista. Ini saya kurang tahu pasti, apakah mereka melakukannya dengan sengaja atau nggak (semoga saja saya salah). Tapi kalau saya amati, cara mereka berkumpul itu selalu bertahap, nggak langsung semuanya kumpul gitu, nggak. Jadi, lima orang datang duluan buat pesen. Lalu, selang lima sampai sepuluh menit, datang kloter kedua dengan jumlah yang variatif; kadang tiga atau dua orang. Sampai akhirnya terkumpullah itu puluhan orang yang seakan semuanya memesan, tapi sebenarnya cuma lima orang. Jan, uasu og!

Suka dengan toilet kedai kopi yang bau kencing

Di beberapa kedai kopi, memang ada yang toiletnya jarang dibersihin. Tapi, itu nggak berlaku di beberapa kedai kopi yang di dalam toiletnya udah bertuliskan, “Kalau habis kencing atau buang hajat, tolong disiram sampai bersih.” Pun, toilet semacam itu biasanya nggak kotor-kotor amat meskipun masih ada bau kencing. Tentu ini masalahnya ada di pengunjungnya, yang pikirannya cuma dibuat mikirin gimana bisa ngeluarin air haram, tapi bukan dibuat bagaimana air yang bau sengak itu bisa dihilangkan.

Kelakuan bengis tersebut juga dilakukan oleh orang yang menggaung-nggaungkan dirinya sebagai agent of change (mahasiswa). Kalau kelakuan mereka masih seperti itu, sebaiknya mereka belajar menyiram air kencing dulu sebelum menyiram kebijakan-kebijakan yang korup. Sebab, akan terkesan tolol kalau mereka mengubah bangsa dan negara tapi membiarkan toilet di negaranya bau kencing semua. Atau setidaknya, pahami dulu tulisan, “kalau habis kencing atau buang hajat, tolong disiram sampai bersih”, sebelum memahami tulisan-tulisan kiri yang revolusioner.

Sejujurnya nggak masalah banget dengan temen-temen mahasiswa yang kelakuannya mengandung faedah atau unfaedah ketika di kedai kopi. Tapi saya sendiri sebagai mahasiswa kayak ngerasa sakit aja gitu melihat kelakuan mereka yang kemudian merugikan orang banyak. Setidaknya mereka ini tunjukkanlah kapasitasnya sebagai anak muda yang bisa sedikit lebih mikir. Kalau di lingkup kedai kopi aja masih seperti itu, saya pikir mereka nggak ada bedanya dengan para politisi yang bilangnya akan menyejahterakan rakyat, tapi ternyata merugikan rakyat.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kuliah Sekarang: Bayarnya ke Kampus, tapi Terpaksa Cari Ilmu di Warung Kopi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2023 oleh

Tags: Kedai KopiMahasiswasikap
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

kedai kopi ramai tapi penjualan sepi kafe coffee shop mojok.co

Kedai Kopi Ramai tapi Penjualannya Minim, Kok Bisa? Ya Bisa dong

30 Juli 2020
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

Artikel Balasan: Saya Skripsian di Coffee Shop karena Ingin Lulus, Bukan Gaya-gayaan

3 Juni 2021
pajak pendidikan SPT Tahunan PPH orang Pribadi perpajakan Orang Pribadi influencer pajak npwp mojok.co

Skill yang Harus Kamu Miliki sebagai Staff dan Mahasiswa Perpajakan

6 Agustus 2020
rasanya kuliah di jurusan psikologi enak susah berat mojok.co

Kuliah di Jurusan Psikologi Itu Enaknya Nggak Ketulungan

6 September 2020
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama

18 Agustus 2025
hari tani, sawah

Selamat Hari Tani Nasional!

24 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.