Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Asyik Juga Diskusi Politik di Atas Jok Motor Ojek Online

Ravi Oktafian oleh Ravi Oktafian
1 Desember 2019
A A
Asyik Juga Diskusi Politik di Atas Jok Motor Ojek Online
Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian banyak berita hot, kayaknya kita nggak boleh banget ketinggalan soal naiknya Ahok atau yang sekarang lebih akrab disapa Pak Basuki menjadi salah satu orang penting di jajaran pejabat BUMN. Yakni, ia diangkat sebagai Komisaris Utama (Komut) Perusahaan Tambang dan Minyak Negara (Pertamina). Bagi sebagian orang, kabar ini cukup dan sangat mencengangkan.

Pasalnya, masih belum bisa lekang oleh kita ingatan tentang beliau yang begitu viral gara-gara lupa ngecek kampas rem terus kepleset pas ngomongin soal agama dan ulama. Dan akhirnya berakhir di hotel prodeo selama beberapa waktu.

Dan sekarang seorang mantan penghuni lapas yang tadinya banyak dicerca dan dihina, sampe orang rela bikin demo ala wiro sableng segala-yang bertajuk 212-menjadi seorang Komut Pertamina. Ah, iri saya, Pak. Anda terlalu lurus untuk diriku yang berkelok.

Untuk beberapa orang, posisinya ini bisa dianggap sebagai durian montong yang jatuh bertubi-tubi tapi bikin wenak Pak Basuki. Tapi, kita juga nggak perlu berfikir terlalu jero, apalagi sampai kepikiran Pak Basuki berhasil ternak tuyul dan dapet ajian pesugihan segala. Toh, kalo dipikir-pikir, semua orang punya kesempatan yang sama. Termasuk, juga mantan penghuni lapas sekalipun buat jadi bos.

Tapi memang isu Pak Basuki ini nggak bakalan bisa berhenti gitu aja. Pro dan kontra selalu terjadi. Ini memang soal yang nggak bisa dikatakan sepele. Ya gimana lagi, buat warga santuy +62,  harga kangkung di mamang-mamang sayur keliling naik lima ratus perak aja pada panas, apalagi soal yang kayak beginian.

Contohnya aja, kayak kemarin saya naik ojek online. Lagi asik-asik tuh baca beritanya Pak Basuki di media online. Tiba-tiba si abang ojek online yang mboncengin saya nanya, “Masnya lagi baca berita Ahok pasti ya?”

Sontak pernyataannya itu membuat saya kaget dong. Emang kemasukan angin aben dina bisa bikin sakti sampe bisa baca pikiran, ya? Kok bisa-bisanya abang ini tahu kalau saya lagi baca berita online tentang Pak Basuki padahal nggak pernah tuh saya ngode-ngode apa pun. Ya, saya husnuzon aja. Emang abang ojek online yang satu ini up to date. Kan media sekarang bisa dinikmati seluruh umat.

Belum sempet saya njawab “iya” atau “bukan”, si abangnya langsung nyerocos lagi. “Saya tuh, Mbak. Kok nggak setuju kalau Ahok jadi itu bosnya Pertamina ya,” katanya sambil mainin kaca spion biar bisa lihat saya di belakang.

Baca Juga:

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

Yang lebih membuat saya penasaran lagi adalah alasan apa yang membuat dia nggak setuju kalo Pak Basuki menjadi salah seorang pejabat di Pertamina? Saya jadi bertanya-tanya, apakah karena Pak Basuki peranakan Tionghoa? Ataukah karena beliau pernah menjadi penista agama? Ataukah ada hal yang lainnya?

Setelah saya tanya, ternyata abang ojek online yang satu ini punya alasan tersendiri. Dia kurang suka dengan gaya Pak Basuki yang kadang suka gregetan kalau pas mimpin sesuatu. Gaya yang kalau karyawan kurang beres sedikit langsung semprot, karyawan kurang bleyer dikit langsung ngegas.

Intinya, pembawaan Pak Basuki yang meledak-ledak itu kurang santuy buat dia yang selow. Karena jawaban itu cukup menarik bagi saya, lanjut deh bikin sesi selanjutnya di atas motor. Sepanjang perjalanan kami berdialog terbuka. Meskipun kami terhalang restu orang tua posisi yang kurang enak buat ngobrol, tapi saya cukup menikmati diskusi dadakan itu.

Dari perbincangan dengan abang ojek online di atas motornya yang agak mbleyer-mbleyer tersebut, saya mendapat beberapa poin yang menarik.

Pertama, media begitu memainkan peran untuk melakukan penyebaran informasi sekaligus vigurisasi tokoh. Ya, kemampuan abang ojek online buat menebak, pasti bukan berasal dari ilmu kanuragan atau si abang adalah seorang cenayang. Ada faktor besar dari sumbangsih media yang telah begitu hebatnya memberikan pembahasan mengenai isu-isu terkini.

Alasan ketidaksukaan abang ojek online ke Pak Basuki yang menurut saya tampak tanpa orientasi politik, membuktikan kalau media terlalu sering mencitrakan Pak Basuki sebagai sosok yang garang nan gahar. Seperti singa yang siap kapan saja makan karyawannya yang nggak becus dalam bekerja. Jadi ya, nggak salah kalau abang ojek online tahunya Pak Basuki itu lebih identik dengan kegalakannya ketimbang prestasinya.

Kedua, dengan ngobrol dari hati ke hati bareng abang ojek online, membuat saya jadi tersadar. Bahwa stereotip Pak Basuki sebagai soerang peranakan Tionghoa yang “berbeda”, bukan lagi jadi sebuah isu yang laku. Sebagian masyarakat sudah cukup toleran dan menganggap urusan rasial atau keturunan sebagai hal yang lalu lalang. Lagian, kurang kreatif amat kayaknya kalau masih saja bahas-bahas Pak Basuki cuma soal peranakan Tionghoa-nya doang.

Ketiga, soal kasus penistaan agama yang pernah menyandung Pak Basuki. Agaknya, masyarakat cukup berbaik hati untuk memaafkan. Apalagi kalo ada kata pepatah “manusia tempatnya salah”, membukakan pintu maaf jadi jalan tengah yang terbaik dari masyarakat kita jika terjadi perseteruan.

Kalau soal kaum-kaum sumbu pendek yang punya jargon pantang pulang sebelum menang, saya kurang paham deh gimana jalan nalarnya nanti. Kalau sampe nanti saat Pak Basuki disahkan secara resmi sebagai Komut Pertamina, masih diwarnai aksi demonstrasi dari mereka-mereka lagi. Saya hanya sanggup bisa geleng-geleng kepala saja.

Perlu dipertanyakan, motif apalagi yang mendasari mereka ini? Apa takut nanti Pertamini di pinggir-pinggir jalan yang nuangin bensin ganti kokoh-kokoh dan cici-cici? Ya, kalaupun ganti terus kenapa?

Terlepas dari semua itu, saya perlu berterimakasih ke Mas Nadiem yang turut berperan memberikan ruang berdialog di atas jok motor abang ojek online. Percayalah, ini nggak kalah seru dengan acara Mata Najwa.

BACA JUGA Geliat Ojek Online di Tengah Kemacetan atau tulisan Ravi Oktafian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2019 oleh

Tags: ahokdiskusi politikgojekojek online
Ravi Oktafian

Ravi Oktafian

ArtikelTerkait

Kamus Bahasa Driver Ojek Online, Banyak Istilah yang Kocak! Mojok.co

Kamus Bahasa Driver Ojek Online, Banyak Istilah yang Kocak!

9 Oktober 2024
Ojek Pangkalan Menyebalkan demi Bertahan Hidup, Apa Salahnya? (Mojok.co)

Ojek Pangkalan Menyebalkan demi Bertahan Hidup, Apa Salahnya? 

2 Desember 2023
pengumuman kabinet kerjs

3 Tips Saat Dipanggil Presiden ke Istana di Hari Pengumuman Kabinet Kerja

21 Oktober 2019
Harapan untuk Pak Ahok Sebagai Bos Pertamina Bila Ingin Bantu Kurangi Macet Jakarta

Harapan untuk Pak Ahok Sebagai Bos Pertamina Bila Ingin Bantu Kurangi Macet Jakarta

16 November 2019
kemacetan

Geliat Ojek Online di Tengah Kemacetan

19 September 2019
10 Potret Menyedihkan Driver Ojol Zaman Sekarang (Unsplash)

10 Potret Menyedihkan dan Memprihatinkan Sehari-hari Driver Ojol Zaman Sekarang

2 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Warga Bantul Iri, Pengin Tinggal Dekat Mandala Krida Jogja (Wikimedia Commons)

Saya Mengaku Iri kepada Mereka yang Tinggal di Dekat Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja

16 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

16 April 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co

Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal

12 April 2026
3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali pantai gunungkidul

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

12 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani
  • Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan
  • Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”
  • Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta
  • Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam
  • Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.