Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Derita Tinggal di Kecamatan Tegalrejo Jogja

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
31 Maret 2023
A A
Derita Tinggal di Kecamatan Tegalrejo Jogja

Derita Tinggal di Kecamatan Tegalrejo Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Warga Kecamatan Tegalrejo Jogja lainnya juga mengalami penderitaan yang sama kayak saya nggak?

Kata banyak orang, Jogja itu tempat tinggal yang pas untuk menghabiskan masa tua. Masa iya? Saya mungkin belum merasa relate karena belum merasakan masa pensiun. Tapi saya lahir dan tumbuh di Kota Jogja selama 22 tahun, tanpa potongan masa merantau sama sekali.

Selama lebih dari dua dekade saya habiskan di kota yang selalu jadi jujugan pelajar study tour, calon mahasiswa baru, sampai pemilik modal yang investasi tanah. Dari awal lahir sampai sekarang, saya menempati sebuah rumah yang secara administratif tercatat sebagai bagian dari Kemantren Tegalrejo.

ICYMI, Daerah Istimewa Yogyakarta sebenarnya sudah nggak pakai nomenklatur kecamatan lagi. Untuk daerah setingkat kecamatan, sejak tahun 2020 lalu DIY menggunakan nomenklatur kapanewon untuk kabupaten dan kemantren untuk kotamadya. Jadi, tempat tinggal saya yang dulunya bernama Kecamatan Tegalrejo kini berubah menjadi Kemantren Tegalrejo. Pun dengan Pak Camat yang kini dipanggil dengan nama Pak Mantri Pamong Praja. Tapi biar kalian nggak bingung, saya tetap akan memakai kecamatan dalam tulisan ini, ya.

Buat banyak orang, terutama teman-teman saya yang tinggal di kabupaten, mereka iri dengan saya yang “anak kota” ini. Kurang apa lagi sih, sudah enak tinggal di DIY, kotamadya lagi. Jarak cuma dua kilometer dari Tugu dengan banyak fasilitas publik, seperti minimarket, supermarket, bank, franchise makanan cepat saji, sekolah dan perguruan tinggi, hingga faskes yang dekat dengan rumah.

Oh, ya tentu banyak kurangnya. Apalagi manusia diciptakan dengan sifat suka mengeluh, maka akan saya spill keluh kesah saya selama tinggal di Kecamatan Tegalrejo.

#1 Pulang pergi menatap matahari

Kecamatan Tegalrejo termasuk ke dalam kawasan Jogja barat. Terletak paling ujung barat, kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Kasihan, Bantul dan Kecamatan Gamping, Sleman.

Mohon maaf kepada segenap penduduk maupun alumni institusi pendidikan di kedua kecamatan tadi, tapi faktanya, sekolah dan perguruan tinggi favorit di DIY sebagian besar berada di sebelah timur dari Tegalrejo. Nah, karena lokasi institusi pendidikan unggulan adanya di timur, muncul pengalaman nggak enak tinggal di Tegalrejo, yaitu berangkat dan pulang menatap matahari.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Kalau pagi kita menuju ke timur, asal terbitnya matahari. Sewaktu pulang, gantian kita menatap arah terbenamnya matahari, yaitu barat. Tiap hari pulang-pergi menantang matahari kayak gini sukses bikin kulit saya belang dan mata silau.

#2 Nggak dianggap GPS

Saya nggak paham apa dosa warga Kecamatan Tegalrejo Jogja sama GPS. Sejak zaman HP Nokia sampai saat ini, Tegalrejo nggak dianggap oleh GPS.

Kalau mau pasang lokasi atau mengisi alamat di marketplace secara otomatis menggunakan fitur “posisi saya saat ini”, GPS pasti akan mendeteksi posisi saya di kecamatan sebelah. Kalau nggak Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan pasti Trihanggo, Kecamatan Gamping.

Tegalrejo yang dialienasi oleh GPS ini ngerepotin banget. Saya jadi harus memasang lokasi secara manual untuk bikin story WhatsApp dan Instagram, serta untuk mempermudah kurir pengantar paket. Saya pernah memakai fitur otomatis dan hasilnya Pak Kurir nyasar ke Kasihan, Bantul. Kasihan, kan?

Baca halaman selanjutnya

#3 Berkendara di sini harus modal nekat…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2023 oleh

Tags: deritaJogjakecamatanpilihan redaksiTegalrejoTerminal Jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi Terminal Mojok.co

5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi

13 Maret 2022
Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

2 April 2024
Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Sudah Maju dan Layak Bersaing dengan Daerah Lain

Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Layak Bersaing dengan Daerah Lain

1 Februari 2024
ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Mengungkap Perusak Jogja yang Sebenarnya

11 Oktober 2020
4 Alasan Kota Pelajar Lebih Romantis ketimbang Kota Kelahiran

4 Alasan Kota Pelajar Lebih Romantis ketimbang Kota Kelahiran

12 Juli 2022
4 Hal yang Perlu Diketahui Saat Naik Kapal Makassar-Surabaya terminal mojok.co

4 Hal yang Perlu Diketahui Saat Naik Kapal Makassar-Surabaya

13 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.