Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

6 Tipe Penumpang LRT Palembang yang Sering Saya Jumpai

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
6 Agustus 2022
A A
6 Tipe Penumpang LRT Palembang Terminal Mojok

6 Tipe Penumpang LRT Palembang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menjadi penumpang salah satu transportasi umum di Palembang, yakni Light Rail Transit (LRT). Bagi yang belum tahu, LRT adalah moda transportasi publik berupa sistem kereta api yang memiliki kecepatan rata-rata 50 km/jam. Saya nggak pengin dianggap lebay, tapi sejujurnya, saya bangga lantaran tanah kelahiran saya termasuk salah satu kota pertama di Indonesia yang memiliki LRT.

Sejatinya, saya sudah beberapa kali bepergian dengan menggunakan LRT Palembang. Oleh sebab itu, saya cukup memahami tipe-tipe penumpang moda transportasi tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan saya selama ini, berikut beberapa tipe penumpang LRT Palembang yang sering saya jumpai.

#1 Si paling sibuk sendiri

Tipe penumpang pertama yang biasa saya temukan di LRT Palembang adalah si paling sibuk sendiri. Orang-orang tipe ini cenderung memilih untuk menikmati waktu mereka sebaik mungkin selama berada di LRT dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang nggak memerlukan campur tangan orang lain. Misalnya mainan gim di HP, buka medsos, atau sekadar mendengarkan lagu lewat earphone. Singkatnya, penumpang tipe ini nggak pengin diganggu dan nggak berniat mengganggu kenyamanan orang lain. Biasanya tipe penumpang seperti ini memiliki kepribadian introvert.

#2 Si paling narsis

Tipe penumpang kedua yang biasa saya jumpai dalam perjalanan menggunakan LRT Palembang adalah si paling narsis. Mereka yang tergolong ke dalam tipe ini biasanya adalah orang-orang yang sibuk berfoto, membuat Instastory, menciptakan konten untuk TikTok, dll. Kalau perginya rombongan, mereka pasti nggak akan lupa selfie sebagai kenang-kenangan pernah naik LRT.

Namun, kalaupun tipe penumpang ini bepergian dengan LRT sendirian, mereka biasanya tetap akan melakukan hal sama sebagai manifestasi dari kenarsisan mereka tersebut. Maklum saja, LRT Palembang punya dua fungsi; sebagai sarana transportasi sekaligus objek wisata. Nggak sedikit lho orang yang sengaja menggunakan LRT sebagai sarana hiburan. Harga tiketnya yang murah (hanya 5 ribu sampai 10 ribu rupiah) bikin warga Kota Pempek senang naik LRT.

Mungkin bagi sebagian orang, kenarsisan ini akan dianggap norak, tapi menurut saya, tindakan para penumpang narsis bisa jadi ajang promosi yang baik bagi LRT di Palembang. Dengan mengunggah foto berlatar LRT, secara nggak langsung si paling narsis telah membantu mempromosikan moda transportasi ini di media sosial. Yah, hitung-hitung sebagai ajakan terselubung biar orang lain mau menggunakan transportasi umum.

#3 Si paling interaktif

Penumpang selanjutnya yang biasa saya jumpai di LRT adalah si paling interaktif. Mereka ini biasanya mengisi perjalanan dengan berbincang-bincang bersama rekan seperjalanan. Golongan satu ini paling mudah ditemukan, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang pastinya berkomunikasi dengan orang lain, kan? Eh, tapi tahu nggak kalian kalau ada manusia yang nggak pernah saling berkomunikasi? Hah? Memangnya ada manusia yang nggak pernah berkomunikasi dengan sesamanya? Ada, contohnya saya dan mantan. Wqwqwq.

Meski mengobrol bukanlah sesuatu yang dilarang, namun perlu diingat untuk nggak ngobrol dengan volume suara yang terlalu kencang. Sebab, hal tersebut dapat membuat penumpang LRT lainnya merasa terganggu. Selama berbincang dengan volume suara yang biasa saja, nggak masalah. Toh, kita semua pasti pernah jadi si paling interaktif ini ketika naik kendaraan umum.

Baca Juga:

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

#4 Si paling mengamati

Tipe penumpang keempat yang biasa ada di LRT Palembang adalah si paling mengamati. Mereka ini adalah penumpang yang lebih memilih untuk melewati perjalanan dengan mengamati pemandangan apa pun yang ada di sekitar mereka, baik yang ada di luar maupun di dalam LRT. Biasanya tipe penumpang ini adalah mereka yang bepergian seorang diri dan bingung harus melakukan apa selagi menunggu untuk tiba di lokasi tujuan.

Ketika sudah bosan melihat panorama kota di luar jendela LRT, perhatian mereka biasanya akan tertuju kepada gerak-gerik penumpang lain. Sah-sah saja sih asal jangan kelamaan ngeliatin penumpang lain. Nanti dikira stalker. Hiiiy~

#5 Si paling ngantuk

Penumpang yang sering saya jumpai di LRT Palembang adalah si paling ngantuk. Maksudnya, mereka ini adalah orang-orang yang memilih untuk tidur saja selama perjalanan. Penyebabnya biasanya mereka kelelahan setelah melakukan rutinitas padat seharian.

Saya sendiri pernah beberapa kali menjadi penumpang tipe ini ketika naik LRT. Habisnya suasana di dalam gerbong LRT memang nyaman, sejuk, dan bobok-able, sih. Tapi, kalau kalian termasuk tipe penumpang seperti ini saat sedang menggunakan transportasi publik, saran saya tetap berhati-hati jaga barang bawaan, ya. Yah, buat jaga-jaga saja, Bestie, nggak mau kan bangun-bangun terus tas kalian sudah lenyap entah ke mana?

#6 Si nggak turun-turun

Khusus penumpang terakhir ini saya jumpai waktu pertama kali naik LRT Palembang. Waktu itu heran melihat beberapa orang nggak turun-turun dan tetap berdiri di kereta meski sudah tiba di tujuan terakhir. Saya lalu memberanikan diri bertanya kenapa mereka nggak turun. Dengan tatapan tajam mereka menjawab, “Lha, kami kan satpam dan petugas kebersihan di sini, Mas.”

Garing, ya? Yaudah, maaf.

Itulah enam tipe penumpang LRT Palembang yang sering kali saya jumpai di perjalanan. Sebenarnya tipe penumpang di atas juga bisa dijumpai di moda transportasi publik lainnya, tapi karena saya naiknya LRT, judulnya ya jadi LRT. Sudah sampai sini dulu, LRT yang saya naiki sudah mau berangkat, Gaes.

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Hal yang Paling Saya Banggakan dari Palembang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2022 oleh

Tags: LRTpalembangPenumpang
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Rute LRT Jalur Cibubur Adalah Seburuk-buruknya Penataan Akses Transportasi Publik

LRT Jalur Cibubur Adalah Seburuk-buruknya Penataan Akses Transportasi Publik

3 April 2024
Benteng Kuto Besak, Tempat Wisata Palembang yang Meresahkan  Mojok.co

Benteng Kuto Besak, Tempat Wisata Palembang yang Meresahkan 

24 Desember 2024
Alasan Saya Kecewa deangan Stasiun Palur Karanganyar Mojok.co

Alasan Saya Kecewa dengan Stasiun Palur Karanganyar

14 November 2023
LRT Jalur Cibubur Nggak Seburuk Itu, Justru Menyelamatkan Warga yang Sudah Muak dengan Kemacetan Tol Jagorawi

LRT Jalur Cibubur Nggak Seburuk Itu, Justru Menyelamatkan Warga yang Sudah Muak dengan Kemacetan Tol Jagorawi

9 April 2024
Pelabuhan Merak Bikin Sengsara Pengguna Kereta Api, Masak Harus Muter 2 KM Cuma buat Cetak Tiket?

Pelabuhan Merak Bikin Sengsara Pengguna Kereta Api, Masak Harus Muter 2 KM Cuma buat Cetak Tiket?

18 Desember 2023
Meluruskan Stereotipe Keliru tentang Bogor yang Ada di Benak Orang Palembang Mojok.co

Meluruskan Stereotipe Keliru tentang Bogor yang Ada di Benak Orang Palembang

6 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.