Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ketimbang Klaim Citayam Fashion Week, Baim Wong Sebaiknya Klaim Klitih, Go International Material Banget!

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
26 Juli 2022
A A
Ketimbang Klaim Citayam Fashion Week, Baim Wong Sebaiknya Klaim Klitih, Go International Material Banget!

Ketimbang Klaim Citayam Fashion Week, Baim Wong Sebaiknya Klaim Klitih, Go International Material Banget! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketimbang klaim Citayam Fashion Week, mending Baim Wong klaim klitih aja. Value-nya lebih yahud!

Citayam Fashion Week tak jadi diakuisisi oleh Tiger Wong Entertainment, perusahaan milik Baim Wong. Artinya, hak kekayaan intelektual (HAKI) dari event dadakan saingan harajuku ini tak jadi berada di tangan pasangan Baim-Paula. Keputusan yang terlihat aji mumpung dan merebut karya kolektif muda-mudi SCBD ini tentu saja menuai kritik. Kalau diteruskan, justru bisa jadi bumerang.

Namun, Baim Wong membela diri atas keputusan pendaftaran HAKI ini. Menurut vlogger yang nggak lucu ini, mimpi besar akuisisi brand Citayam Fashion Week adalah untuk mengembangkan event dadakan ini melalui cara yang lebih legal. Tentu dengan pembelaan bahwa sudah mendapat restu dari Lord Bonge & co.

Yah mau Anda nyinyir sampai stroke, Citayam Fashion Week memang sempat hampir jadi milik Baim-Paula. Waktunya kita move on dari segala mimpi dan profit Baim Wong dari akuisisi viralitas ini. Sekarang mari kita pertimbangkan, apa lagi yang bisa diakuisisi Baim-Paula biar makin kaya sekaligus terkesan menolong masyarakat akar rumput. Terkesan aja sih. Memangnya kalau nggak menguntungkan, bakal ditolong? Wqwqwq

Saya pikir sudah saatnya Baim-Paula mengembangkan sayap sampai ke Jogja. Dan yang bisa mereka akuisisi adalah brand Klitih Jogja. Ini adalah kesempatan emas bagi pasangan yang hidup dari konten viral! Karena sampai hari ini belum ada yang mengakuisisi brand Klitih Jogja. Baik pemerintah maupun oportunis lain. Yang ada malah rebutan untuk nggak mengakui.

Toh klitih dan Citayam Fashion Week itu sama saja. Sama-sama bentuk ekspresi kawula muda yang terdesak. Anak SCBD dan Jogja tengah berjibaku mencari bentuk ekspresi diri di tengah ketimpangan sosial serta ekonomi. Jika di Citayam, muda-mudi ini memilih jalur fashion murah dengan thrifting dan bootleg, nom-noman Jogja memilih jalur berdarah yang mengorbankan nyawa.

Karena lahir dari akar rumput tanpa punya kekuatan ekonomi dan sosial, tentu mudah bagi Baim-Paula untuk hadir mengakuisisi kreativitas kolektif tersebut. Tentu kalau pasangan cari sensasi ini akan dipandang sebagai penyelamat ketika mengakuisisi brand Klitih Jogja. Kalau dapat profit nantinya tinggal bilang rezeki anak saleh.

Kalau mempermasalahkan gesekan dengan aparat, keduanya juga sama saja. Muda-mudi yang nongkrong di Citayam juga kena grebek aparat. Alasannya sama persis dengan klitih: mengganggu kenyamanan publik. Justru klitih lebih menjanjikan karena kebal gesekan dengan satgas COVID-19. Klitih tidak akan menjadi klaster COVID-19 seperti yang dikhawatirkan saat Citayam Fashion Week viral. Kan tanpa kontak fisik, karena yang kontak hanyalah sajam dengan tengkuk korban.

Baca Juga:

Pengalaman Pahit Menjadi Mahasiswa Rantau di Jogja ketika Motor Scoopy Saya Disangka Motornya Pelaku Klitih

Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

Ketika mengakuisisi Citayam Fashion Week, sudah banyak rival yang menghadang. Dari Surabaya sampai Solo berebut ingin membuat street fashion mereka sendiri. Belum lagi bersaing dengan Jepang dengan Harajuku-nya. Tentu Baim-Paula harus keluar dana lebih agar brand curian baru mereka lebih outstanding. Akan beda cerita dengan mengakuisisi klitih.

Klitih itu khas Jogja. Dari Sabang sampai Merauke, dari proyek IKN sampai Hambalang, tidak ada klitih selain di Jogja. Ada nilai kultural yang membuat klitih tampil tanpa saingan. Bahkan kalau dibawa ke tingkat internasional, klitih tetap outstanding! Yakuza saja tidak kepikiran model klitih yang khas gerilyawan itu.

Klitih juga terbukti punya intangible value. Dari zaman saya masih dengerin Last Child sampai dengerin wacana presiden 3 periode, klitih masih ada dan viral. Citayam Fashion Week bisa jadi hanya fenomena gelembung yang bisa pecah kapan saja. Tentu lebih bonafit mengakuisisi klitih.

Baim-Paula juga bisa lebih berinovasi dengan klitih. Citayam Fashion Week hanya pentas busana saja. Tapi dengan klitih, Tiger Wong Entertainment bisa bikin perhelatan lebih meriah. Misal satu kota Jogja dijadikan wahana MOBA, atau bikin Festival Klitih Indonesia di berbagai daerah. Kalau perlu, bisa bikin model sport entertainment seperti Jogja Gelut Day. Apakah Anda tidak melihat cuan dan cuan? Mosok Baim kalah karo Erix, kolaborasi sekalian kalau perlu.

Terakhir, mengakuisisi klitih sebagai HAKI tidak akan membuat polemik. Kami ikhlas lillahi ta’ala. Kami berlapang dada kalau hal tersebut akan dimiliki Baim-Paula. Anda malah keliatan jadi penyelamat lho, Mas Baim. Daripada kelihatan gagal dengan jualan bakpia Wong Jogja, mending bikin profit dari isu yang meresahkan.

Kapan lagi Baim-Paula bisa mengakuisisi brand yang viral, legendaris, dan punya intangible value? Klitih adalah apa yang dibutuhkan Baim-Paula agar terus meraup untung dari konten viral mereka. Harusnya mental aji mumpung bisnis mereka tergelitik lho dengan warisan budaya nom-noman Jogja ini

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jogja Gelut Day dan Omong Kosong Selesaikan Klitih di Dalam Ring. Semua Soal Bisnis!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2022 oleh

Tags: akuisisiBaim WongbrandCitayam Fashion Weekklitihtiger wong entertainment
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

3 Wisata di Jogja yang Kelihatan Menarik di TikTok, tapi Aslinya Biasa Saja kuliah di Jogja

Kuliah di Jogja Masih Amat Menarik sekalipun Jogja Penuh Masalah yang Makin Hari Makin Parah

15 Januari 2025
Wasapadi klitih Jogja di musim liburan sekolah. (Unsplash.com)

Klitih Jogja Tak Bakal Padam: Waspadai Masa Libur Sekolah!

8 Juli 2022
Klitih Tidak Hilang dengan Ditangkapi, tapi Diberi Ruang Berekspresi terminal mojok.co

Klitih Tidak Hilang dengan Ditangkapi, tapi Diberi Ruang Berekspresi

28 Desember 2021
5 Hal yang Terjadi Jika Citayam Fashion Week Pindah ke Pantai Indah Kapuk Terminal Mojok

5 Hal yang Terjadi jika Citayam Fashion Week Pindah ke Pantai Indah Kapuk

25 Juli 2022
Culture Shock yang Dialami Pemuda Jogja Saat Kuliah di Jogja Terminal Mojok

Setelah Kuliah di Jogja, Kota Ini Tak Lagi Terlihat Istimewa

14 Februari 2023
Wonosobo Nggak Mungkin Ada Klitih, Geng Anak Muda Melempem dan Udara Malam Terlalu Dingin Mojok.co

Wonosobo Nggak Mungkin Ada Klitih, Geng Anak Muda Melempem dan Udara Malam Terlalu Dingin

22 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Punya Usaha Warung di Desa Harus Siap dengan Risiko Banyak Orang Ngutang yang Entah Kapan Dibayarnya

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.