Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Kerja Remote Itu Nggak Selamanya Enak, yang Jelas Bikin Sakit Pinggang

Eunike Dewanggasani W. S. oleh Eunike Dewanggasani W. S.
23 Juli 2022
A A
Kerja Remote Itu Nggak Selamanya Enak, yang Jelas Bikin Sakit Pinggang

Kerja Remote Itu Nggak Selamanya Enak, yang Jelas Bikin Sakit Pinggang (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kerja remote ada nggak enaknya, dan seringnya nggak dikasih tahu ke khalayak umum

Dulu saya memiliki bayangan yang cukup normal mengenai dunia kerja: bangun pagi, bersiap-siap, menembus kemacetan kota, sampai di kantor, bekerja, lalu pulang di sore hari. Namun semenjak pandemi, semua jadi serba online: kuliah, magang, dan kerja. Sebagai angkatan yang harus merasakan sidang skripsi dan wisuda daring, saya mencoba melamar ke beberapa tempat yang menyediakan opsi full work from home. Dulu sih, hitung-hitung sebagai tindakan preventif agar tidak tertular virus covid, pikir saya.

Realitasnya, menjadi pekerja remote tidak selamanya enak. Mungkin kerja remote begini dianggap menguntungkan waktu awal-awal pandemi dan ketika tingkat penyebaran virus masih tinggi. Walaupun istilah digital nomad sudah ngetren sebelum pandemi, tidak semua orang cocok dengan konsep “kerja sambil liburan”. Nah, kali ini saya mau share beberapa poin-poin nggak enak dari remote working yang sering kali tidak dipublikasikan ke khalayak umum.

#1 Boros

Kerja remote lebih hemat? Tergantung. Sebagai orang yang kembali tinggal seatap dengan orang tua setelah merantau, memang betul saya tidak perlu mengeluarkan uang tempat tinggal. Tidak hanya itu, nominal yang saya habiskan untuk transportasi dan makanan berkurang drastis. Namun, adanya uang lebih ini bisa menjadi senjata makan tuan. Kalau tidak pintar mengaturnya, uang ini bisa secara tidak sadar dipakai untuk splurging ketika pergi ke mall atau untuk belanja online (ujung-ujungnya diomongin tetangga karena nga pernah keluar rumah tapi setiap hari ada paket datang)..

Saya sempat jatuh ke masa-masa kecanduan belanja online dan kaget sendiri ketika melihat jumlah total pengeluaran. Supaya tidak boros, sekarang setiap gajian saya sudah sisihkan dulu uang untuk ditabung dan dipakai untuk pengeluaran yang urgent (belanja bulanan, asuransi, untuk orang tua, dsb). Pokoknya, ingat selalu untuk buat rencana pengeluaran langsung setelah dapet gaji!!

#2 Mengatur waktu dan pembagian tempat

Masih percaya dengan postingan aestetik ala-ala tumblr yang menampilkan enaknya kerja di kasur atau di teras rumah? Hohoho, itu hanyalah postingan belaka. Ruginya bekerja dari rumah adalah mudahnya saya kehilangan track of time. Bekerja di rumah sering membuat otak dan tubuh saya tidak bisa masuk mode bekerja, alhasil sering sekali malas dan menunda-nunda pekerjaan. Terlebih kalau pekerjaannya tidak ada deadline alias bisa dikerjakan kapan saja. Begadang terkadang menjadi jalan ninja. Ya, inilah ilusi remote yang sebenarnya.

Tempat bekerja juga sangat berpengaruh. Bekerja di kamar jadi tidak nyaman karena fungsi istirahat dan bekerja jadi campur aduk dalam satu ruangan. Bekerja di ruang makan? Terganggu suara emak yang masak. Di ruang tamu? Terganggu suara tetangga di luar. Wah, pokoknya serba ribet mau cari posisi enak, apalagi kalau rumahnya tidak terlalu lebar.

#3 Akurat mengenai data dan waktu (file, waktu kerja)

Kerja remote menuntut ketepatan dan akurasi tinggi. Kalau pekerja kantoran masih mendapatkan toleransi 10-15 menit karena telat, tidak ada kata toleransi bagi pekerja dari rumah. Bayangkan, pekerja kantoran punya banyak alasan valid untuk terlambat: kena macet, ban bocor, ada kecelakaan, dsb. Saya? Harus pasang alarm untuk absen tepat waktu karena terlambat beberapa menit akan jadi poin minus. Ya, karena dari rumah, alasan-alasan di atas tidak bisa saya pakai. Alhasil, saya harus selalu stand by menyalakan laptop atau membawa handphone ke mana pun saya pergi.

Baca Juga:

3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

Derita Lulusan Magister yang Kerjanya Full dari Rumah: Sudah Waktunya Mengajak Orang Tua Melek Soal Ragam Jenis Pekerjaan

Selain itu, tidak ada toleransi mengenai human error. Karena semua pekerjaan dilakukan di internet dan menggunakan internet, maka tidak ada alasan lagi untuk para pegawai bisa malas-malasan dan tidak teliti ketika mengerjakan data. Ada data yang salah? Bisa dicek siapa yang mengerjakan data tersebut. Semua jadi serba transparan, sehingga ketika bekerja harus akurat karena file/data bisa diakses dan diawasi oleh sesama kolega dan atasan.

#4 Sosialisasi serba digital

Jujur, beberapa pekerja remote bisa merasakan kesepian karena lingkungan kerjanya serba digital. Apakah saya benar-benar tidak tahu siapa klien atau kolega saya? Oh, tidak. Kami mengadakan rapat mingguan yang terkadang diselingi dengan obrolan ringan dan games. Kami saling melihat wajah satu sama lain dan mendengar suara satu sama lain via conference call. Namun, berinteraksi lewat layar jelas rasanya berbeda dibandingkan dengan berinteraksi secara langsung. Rasanya ada yang kurang, apalagi bagi saya yang love language utamanya adalah sentuhan fisik.

Kasus yang lebih ekstrem? Kadang saya mendapat klien yang hanya membatasi komunikasi sebatas lewat chat saja. Interaksi yang hanya lewat tulisan dan emoji saja tidak akan bisa menimbulkan hubungan yang “akrab”, dan semua terkesan “dingin”, “kaku”, dan benar-benar pure professional karena tujuannya untuk bekerja saja.

#5 Tubuh mudah renta

Istilah pemuda jompo sedang populer akhir-akhir ini. Yha mau gimana lagi, wong memang kenyataannya kami yang bekerja dari rumah ini seringnya bekerja sambil leyeh-leyeh atau dengan posisi yang tidak jelas. Jujur, menurut saya pola kerja ini lebih merusak dibandingkan dengan kerja konvensional ke kantor. Kalau ke kantor, setidaknya pegawai harus berjalan/bergerak menuju tempat kerja. Saya? Tinggal ngesot ke meja belajar saja sudah bisa langsung bekerja.

Bagian tubuh yang paling terdampak dari kerja remote adalah mata dan punggung. Karena setiap hari wajib berhadapan dengan layar komputer, mata terpapar sinar radiasi biru. Kalau tidak rajin tetes mata dan mengatur cahaya ruangan, mata bisa kering dan terasa pedih. Ada kalanya mata terasa sakit yang berujung pada sakit kepala. Aduh!

Punggung (terutama punggung bagian bawah) juga merasakan pegal-pegal, terutama kalau posisi duduk tidak benar. Sekarang saya nggak heran ketika di internet lihat ada orang yang investasi beli kursi gaming atau alat-alat penunjang kerja remote yang harganya sampai jutaan. Kalau punya hardware yang nyaman, pasti kerja pun terasa enak.

Solusi untuk masalah ini? Sebetulnya simpel, saya sebagai pekerja remote harus ada kemauan untuk berolahraga supaya badan tetap fit. Saya juga mengambil beberapa tindakan preventif, seperti memakai kacamata antiradiasi ketika bekerja, menyesuaikan layar dengan pandangan mata ketika duduk, dan menaruh bantal pengganjal di kursi supaya posisi punggung tetap tegak dan tidak bungkuk.

Jadi gimana nih? Setelah mendengar curhatan saya ini, apa kira-kira kalian bakalan tetap mau kerja remote?

Penulis: Eunike Dewanggasani W. S.
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dilema Para Pekerja Jarak Jauh (Remote Worker)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2022 oleh

Tags: kerja remotepandemiwfh
Eunike Dewanggasani W. S.

Eunike Dewanggasani W. S.

Mahasiswa tingkat akhir yang sedang malas bersosialisasi.

ArtikelTerkait

8 Jenis Masker yang Bisa Dipilih sebagai Senjatamu Saat Pandemi terminal mojok.co

8 Jenis Masker yang Bisa Dipilih sebagai Senjatamu Saat Pandemi

24 September 2021
Seluk-Beluk Virtual Assistant, Pekerjaan Remote Impian Banyak Orang yang Nggak Bisa Meninggalkan Rumah

Seluk-Beluk Virtual Assistant, Pekerjaan Remote Impian Banyak Orang yang Nggak Bisa Meninggalkan Rumah

23 Juli 2024
Survei bahwa Orang Tua Setuju Sekolah Tatap Muka Hasilnya Tinggi, kok Bisa? terminal mojok.co

Survei bahwa Orang Tua Setuju Sekolah Tatap Muka Hasilnya Tinggi, kok Bisa?

5 April 2021
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Daripada Bikin Janji Indonesia Lepas Pandemi, Mending Pemerintah Instropeksi Dulu

19 Februari 2021

21 Benda di Twit Meja Kerja Jokowi Ini Harus Dibawa Saat Pandemi

12 Oktober 2021
Harvest Moon Adalah Panduan Sempurna Menyongsong New Normal Ngobrol sama Sakura Haruno, Dokter Konoha yang Sukses Memerangi Pandemi Corona

Harvest Moon Adalah Panduan Sempurna untuk Menyongsong New Normal

3 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.