Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Dilema Para Pekerja Jarak Jauh (Remote Worker)

Intan Kirana oleh Intan Kirana
21 Mei 2019
A A
Membebaskan Kaum yang Pakai Macbook dari Stigma Gaya-gayaan doang mojok.co/terminal

Membebaskan Kaum yang Pakai Macbook dari Stigma Gaya-gayaan doang mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Pada saat saya kecil dulu, laptop alias komputer jinjing masih merupakan sesuatu yang mewah dan agak ajaib. Maklum, tidak semua orang punya akses mudah ke komputer meja alias desktop. Lalu saya membayangkan: betapa enaknya punya komputer jinjing, saya bisa bekerja di mana saja dan tidak perlu harus ke kantor.

Pemikiran ini masih ada di benak saya ketika ponsel semacam Nokia Communicator keluar. Orang-orang bilang, di ponsel ini, pekerjaan kantor bisa diakses dari mana saja dan disunting dengan mudah. Bayangkan saja, kurang asyik apa sih, membawa kantor ke mana-mana?

ADVERTISEMENT

Kira-kira lebih dari sepuluh dekade setelah itu, ponsel pintar telah menjadi sesuatu yang tidak pintar-pintar amat di tengah masyarakat kita. Maksud saya, tidak ada yang takjub dengan Internet yang bisa diakses kapan saja, dokumen berupa Word, Excel, dan PowerPoint yang bahkan bisa dibagi dengan aplikasi cloud, serta betapa mudahnya membuat desain grafis sederhana di aplikasi semacam Canva.

Lalu, apa dampaknya? Kini, kantor bisa berada di mana saja. Kantor bisa ada di coworking space, di kedai kopi, di Singapura, atau bahkan di kamar mandi. Tergantung di mana kamu membawa ponselmu. Penulis bisa bekerja melalui ponsel, begitu pula pekerja kreatif lainnya. Rapat bahkan bisa dilakukan melalui Whatsapp, atau kalau mau lebih profesional sedikit, di Google Drive, Skype, Trello, atau Ring Central Glip, misalnya.

Sekarang, ada banyak perusahaan rintisan yang kemudian mengandalkan pekerja remote. Ya, sesuai dengan sebutannya, pekerja remote adalah mereka yang bekerja dari jarak jauh. Komunikasinya ya via messenger. Dimarahi bos juga bisa lewat video call. Betapa sebuah mimpi yang sempurna, bukan?

Para pekerja dekade ‘90an dan sebelumnya pasti menganggap kalau hal ini seajaib Doraemon yang biasa tayang di hari Minggu. Bayangkan, kamu bahkan bisa menyelesaikan pekerjaan di tempat liburan. Kamu tak perlu menghabiskan banyak waktu di kantor hanya untuk menulis, atau sekadar rapat yang kemudian berujung pada rasa kantuk dan presentasi tak berarti.

Masalahnya, ternyata masalah manusia tak pernah bisa selesai dengan keajaiban. Manusia bukanlah hanya satu-satunya makhluk yang mampu berimajinasi, tetapi adalah makhluk yang mampu menciptakan masalah-masalah baru dari inovasi-inovasi yang mereka buat sendiri.

Kita mengira kalau kerja remote membuat banyak pekerja merasa diperlakukan dengan adil. Kurang enak apa, coba, bekerja sambil main dengan anak di Scientia Square Park? Atau sambil meneguk Kopi Areng malam-malam? Tentu meskipun bekerja adalah kodrat manusia, tidak pernah ada manusia yang benar-benar suka bekerja.

Baca Juga:

Kisah cari kerja di generasi bapak saya bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang

Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

Dengan adanya inovasi kerja remote, ada banyak kaum pekerja yang merasa kalau mereka dihantui sama pekerjaan di mana saja. Para bos bisa dengan mudah melimpahkan pekerjaan meskipun mereka sedang berada di Santorini. “Buka email aja ya. File-nya ada di sana. Tolong kirim nanti malam.”

Bayangkan saja. Di saat pasanganmu, orangtuamu, dan anak-anakmu asyik menikmati eksotisme Pulau Komodo, kamu harus duduk di savana sambil membawa laptop. Ragamu ada di dekat keluarga dan di dekat para Komodo, tetapi, pikiranmu ada di dalam cengkeraman bosmu. Bahkan, ini tak hanya terjadi di hari biasa, tetapi juga Sabtu, Minggu, hari libur nasional, bahkan hari raya sekali pun.

Pada dasarnya, tidak ada yang salah kok dengan kerja remote. Masalahnya, ada banyak orang yang kemudian menyalahartikan kerja remote sebagai salah satu bentuk pekerjaan yang remeh. Misalnya, para bos yang bisa dengan seenaknya mengirim pekerjaan pada saat jam tidur atau ketika para karyawan sudah izin untuk berlibur. Ada pula banyak pemilik modal yang sengaja membayar pekerja remote dengan harga sangat murah, mentang-mentang mereka tidak perlu menembus kemacetan.

Para karyawan pun juga seolah tidak sadar dengan jam biologisnya. Mereka menganggap kalau bekerja dua puluh empat jam, selama tidak di kantor, bukanlah hal yang berbahaya bagi tubuh dan bagi hubungan dengan keluarga. Padahal, namanya bekerja ya bekerja. Bahkan, bekerja terlalu keras tanpa aktivitas fisik yang seimbang juga menimbulkan stress dan banyak penyakit berbahaya.

Maka tidak ada salahnya bekerja remote. Ini bahkan merupakan sebuah pemanfaatan teknologi yang layak dilakukan. Masalahnya, sadarilah bahwa bila kamu bekerja sambil menonton Tayo di rumah sekali pun, kamu tetap saja bekerja, layaknya karyawan yang pergi ke kantor.

Ambilah pekerjaan semampumu. Jangan lupa, liburan tidak perlu diisi dengan bekerja. Kalau kata orang Prancis, cobalah untuk melakukan seni menikmati hidup alias La Joie de Vivre.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: cari kerjaDilemaPekerja Jarak JauhRemote Worker
Intan Kirana

Intan Kirana

Seorang manusia yang ingin berpikir secara biasa-biasa saja agar lebih bahagia.

ArtikelTerkait

resign

Bagi Para Karyawan, Semua Akan Resign Pada Waktunya

19 Juni 2019
LinkedIn

Jamais Vu Saat Menjadi Pengguna LinkedIn

6 Juli 2019
pelamar kerja wawancara kerja lamaran kerja calon karyawan surat lamaran cv copas melamar kerja mojok.co

Berhati-hati Terhadap Penipuan Berkedok Wawancara Kerja

27 September 2019
tukang pangkas rambut

Tukang Pangkas Rambut Berpenghasilan 45 Juta Tiap Bulan: Makanya Jangan Suka Menyepelekan Pekerjaan Orang

8 Agustus 2019
gaji

Biaya Kuliah Itu Mahal, Wajar dong Jika Fresh Graduate Menolak Tawaran Gaji 8 Juta

26 Juli 2019
wirausaha

Antara Berwirausaha dan Bekerja Setelah Wisuda

27 Mei 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

26 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.