Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kiat Mendapatkan Nilai A dengan Mengadopsi Gaya Belajar Anak-anak ‘Law School’

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
12 Juni 2021
A A
Kiat Mendapatkan Nilai A dengan Mengadopsi Gaya Belajar Anak-anak ‘Law School’ terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea Law School bisa dikatakan menjadi salah satu drakor yang digemari oleh khalayak. Drakor yang tayang tiap hari Rabu-Kamis ini selalu saja menciptakan keramaian gara-gara mahasiswanya yang ambis pol demi dapat nilai A alur ceritanya yang seru sekaligus njlimet. Bayangkan saja, pemirsa yang awalnya diajak menerka dalang dari pembunuhan dosen Fakultas Hukum Universitas Hankuk, malah diajak berkelana ke sana ke mari. Entah itu mencari pelaku pencurian laptop Profesor Yang Jong-hoon, pelaku kasus publikasi tuntutan persidangan Seo Gi-yeol, hingga mencari sosok Kang Dan yang sebenarnya.

Sebenarnya drakor Law School ini sangat relatable bagi sebagian besar mahasiswa, nggak cuma bagi mahasiswa Fakultas Hukum. Drakor ini kerap kali menyoroti perjuangan para mahasiswa dalam mencari ilmu mendapatkan nilai A. Sebagai seorang mahasiswa yang tiap semester harus pasok UKT, siapa sih yang nggak pengin segera lulus dengan IPK bagus? Mahasiswa FH Universitas Hankuk pun kurang lebih seperti itu.

Para tokoh utama dalam drakor ini sudah menunjukkan gaya belajar mereka yang bermacam-macam. Namun perlu dicatat bahwa mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam mempertahankan IPK dan lulus dengan predikat cumlaude.

Seperti nasihat orang tua, “Ambil yang baik dan buang yang buruk,” mari kita kenali cara belajar para mahasiswa FH Hankuk. Seandainya ada cara belajar yang kalian anggap inspiratif, monggo diadopsi. Seleksi cara belajar yang baik-baik, jangan yang buruk, biar nilai yang didapat tetep berkah.

#1 Mencatat dengan lengkap

Kang Sol A bilang bahwa IP semester pertamanya hanya 2,02. Tapi, ia dikenal sebagai mahasiswa yang rajin mencatat. Berkat catatannya yang lengkap dan belajarnya yang lebih giat, ia bisa menyelamatkan nilai UAS-nya di semester 2.

Kalian bisa mencontoh Kang Sol A dengan bawa buku atau laptop untuk mencatat setiap hadir kuliah. Nggak jarang dosen menjabarkan dan menjelaskan hal yang nggak ada di file ppt yang beliau tampilkan, jadi jangan njagakke endoge blorok dengan menunggu materi ppt dibagikan. Mencatat pun nggak ada ruginya. Meskipun materi yang sudah kalian catat rapi-rapi dengan brushpen dan dihias dengan decor sticker tersebut nggak keluar dalam ujian, kalian bakal tetap dapat ilmunya. Manfaat lain dari mencatat adalah mencegah kantuk. Mencatat itu kegiatan yang lumayan sibuk, terutama kalau dosen menjelaskan materi secepat kereta Shinkansen. Dengan mencatat, kalian nggak sempat lagi liyut-liyut menahan kantuk.

#2 Mencari pola soal

Han Joon-hwi selalu aktif buat mencari soal-soal tahun lalu buat dipelajari. Teman-teman di kelompok belajarnya pun sudah hafal tipe soal yang bakal dikeluarkan oleh dosen-dosen mereka. Soal-soal ujian tahun lalu bisa kalian dapatkan dari kakak tingkat. Bahkan, ada juga fotokopian dekat fakultas yang malah sudah sedia bundle soal tahun lalu yang tinggal kalian beli tanpa perjuangan lebih banyak.

Kenali tipikal dosen kalian waktu bikin soal, apakah blio lebih suka bikin soal analisis, hafalan, atau malah paper. Cara ini lumayan efektif buat memperlancar kita waktu ngerjain soal. Meskipun pertanyaan yang diberikan berbeda, kita sudah terbiasa dengan latihan melalui soal ujian tahun lalu. Siapa tahu bisa dapat nilai A gitu.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

#3 Belajar sedikit-sedikit tapi rutin

Seo Ji-ho sebagai salah satu karakter mahasiswa ambis dalam drakor Law School memberikan contoh untuk belajar secara rutin. Ia selalu terlihat belajar tiap kali ada waktu luang. Hasilnya, ia paham sama situasi, hafal undang-undang, dan ilmu yang dia pelajari bertahan lebih lama di otak.

Nggak perlu merasa super ketika bisa menyelesaikan materi ujian dengan sistem kebut semalam (SKS). Belajar buat ujian semalam suntuk malah bikin badan jadi capek pas hari-H. Lihat deh Kang Sol A. Di hari ujian, dia malah mimisan sampai semaput. Untung dia sudah selesai ngerjain soal, kalau belum kan malah berabe. Lebih baik sehari sebelum ujian digunakan untuk mengulang materi yang sudah dipelajari hari-hari sebelumnya. Mengulang materi ini bisa disambi melakukan aktivitas lain yang santai biar waktu ujian nggak terlalu stres.

#4 Belajar kelompok

Mahasiswa FH Hankuk punya kelompok belajarnya masing-masing. Mereka biasanya belajar kelompok di ruangan samping fotokopian. Menjelang ujian mereka jadi lebih sibuk menghabiskan waktu dengan belajar kelompok.

Kelompok belajar ini berguna banget, terutama menjelang ujian, karena bisa dijadiin sarana buat tukar pikiran dan pendapat. Bisa jadi apa yang kita pahami dari buku acuan ternyata berbeda dengan pemahaman teman atau bahkan maksud dari buku itu sendiri. Belajar kelompok bisa menghindarkan kita dari miskonsepsi. Tapi perlu diingat, kelompok belajar ini jangan lalu dialihfungsikan sebagai kelompok berbagi sontekan, lho, ya.

#5 Jadilah mahasiswa yang aktif

Sepertinya sebagian besar dosen sudah memasukkan komponen keaktifan mahasiswa sebagai penilaian, sehingga nilai mahasiswa nggak cuma didasarkan dari ujian dan tugas saja. Menjadi mahasiswa aktif itu ada banyak caranya. Di ruang kelas, aktiflah berpendapat atau jawab pertanyaan dosen. Bertanya ke dosen juga mungkin bisa membuat kalian dititeni dosen sebagai mahasiswa yang aktif. Sekarang pun sudah banyak, kok, dosen demokratis yang berprinsip bahwa nggak ada jawaban benar dan salah. Semua pendapat bisa ditampung dan didiskusikan bersama, jadi no worries.

Sejujurnya ini juga masih jadi PR buat saya karena saya masih sering takut dan malu buat open mic waktu ada kuliah online padahal tahu jawabannya. Kalau kalian merasa relate, ayo kita sama sama menghilangkan sikap ini!

Mendapatkan nilai A itu memang perlu perjuangan. Nggak hanya waktu, kita sebagai mahasiswa juga harus mendedikasikan tenaga, niat, dan mental demi mendapat nilai sempurna. Tapi ingat bahwa masih ada faktor lain, yaitu dosen dan kehendak Tuhan. Yang penting ikhtiar dulu, lalu serahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa. Jangan sampai kayak Yoo Seung-jae yang meretas laptop dosennya demi mendapatkan soal ujian biar nilainya tertinggi seangkatan. Nggak berkah, lho. Hati-hati.

BACA JUGA Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2021 oleh

Tags: drama koreaLaw SchoolMahasiswanilaipendidikan terminal
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

7 Kesalahan Kecil dalam Pengerjaan Skripsi yang Sering Bikin Mahasiswa Dapat Banyak Revisi, Baca Baik-baik biar Nggak Makin Stres

7 Kesalahan Kecil dalam Pengerjaan Skripsi yang Sering Bikin Mahasiswa Dapat Banyak Revisi, Baca Baik-baik biar Nggak Makin Stres

7 September 2024
Gongjin vs Hye Jin_ Konflik Warga Rural dan Urban di Drakor Hometown Cha-cha-cha terminal mojok

Gongjin vs Hye Jin: Konflik Warga Rural dan Urban di Drakor Hometown Cha-cha-cha

23 September 2021
15 Hal Klise yang Sering Muncul di Drama Korea Terminal Mojok.co

15 Hal Klise yang Sering Muncul di Drama Korea

10 Mei 2022
Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh Upin dan Ipin

Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”

9 Desember 2023
Sisi Gelap Mahasiswa Indonesia di Mesir yang Belum Banyak Diketahui Orang  Mojok.co

Sisi Gelap Mahasiswa Indonesia di Mesir yang Belum Banyak Diketahui Orang 

5 November 2024
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.