Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

8 Jajanan Sampah Khas Bandung yang Rasanya Bikin Nagih

Andri Saleh oleh Andri Saleh
15 Mei 2022
A A
8 Jajanan Sampah Khas Bandung yang Rasanya Bikin Nagih Terminal Mojok

8 Jajanan Sampah Khas Bandung yang Rasanya Bikin Nagih (Farzand01/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu, saya membaca cuitan salah satu warga Twitter yang bikin kuping saya panas. Dia bilang, Bandung terkenal dengan “jajanan sampah”. Sebagai orang yang lahir dan besar di Bandung, pastinya saya tersinggung, dong. Meski mungkin maksudnya “jajanan sampah” itu adalah jajanan yang nggak ada gizinya sama sekali, tapi cuitan macam itu bisa menimbulkan huru-hara di dunia maya.

Daripada saya ikut memaki-maki layaknya umpatan para bobotoh ketika Persib Bandung kalah, lebih baik saya jelaskan saja jajanan sampah khas Bandung itu. Lho? Jadi memang beneran ada ya jajanan sampah di Bandung? Ya memang ada, banyak malah. Jajanan sampah khas Bandung itu tersebar di seluruh sudut kota. Anehnya, meski nilai gizinya rendah atau bahkan nggak ada gizinya sama sekali, jajanan sampah itu banyak diburu orang. Bukan cuma diburu warga asli Bandung saja, tapi juga para pendatang.

ADVERTISEMENT

Biar kamu nggak penasaran seperti apa bentuk dan rasanya jajanan sampah khas Bandung itu, nih saya uraikan jajanan sampah khas Bandung yang disukai banyak orang.

#1 Cireng

Sepertinya jajanan ini sudah ada sejak zaman gorengan diciptakan. Cireng adalah akronim dari “aci digoreng” yang bertekstur kenyal dan tentu saja berwarna putih kusam. Cireng kerap dijumpai di hampir semua tukang gorengan. Biasanya, cireng berdampingan dengan bakwan, pisang goreng, tahu goreng, dan ubi goreng. Rasanya asin dan gurih, tapi ada juga yang diisi oleh bumbu pedas di dalamnya. Selain itu, ada juga cireng kemasan yang biasa dijual di supermarket. Kalau yang ini, cirengnya dilengkapi dengan sambal pedas. Uwenaknya pol!

Cireng (Shutterstock.com)

#2 Cilok

Ini juga termasuk leluhur jajanan sampah khas Bandung. Cilok adalah akronim dari “aci dicolok”. Bentuknya bulat-bulat menyerupai bakso dan disantap dengan cara dicolok menggunakan garpu atau tusuk gigi. Rasanya ya seperti cireng, asin dan gurih. Nah, yang bikin mantap itu adalah guyuran bumbunya, ada bumbu kecap, bumbu kacang, ada juga bumbu sambal yang pedas. Meski biasanya disantap dengan cara dicolok, cilok bisa juga disantap langsung dari bungkus plastiknya. Sempurna!

#3 Cimol

Cimol adalah akronim dari “aci digemol” alias dibentuk bulat-bulat kecil. Sebetulnya ini hampir mirip dengan cilok, sih. Bedanya, kalau cilok itu direbus lalu dikukus, cimol ini diolah dengan cara digoreng. Jadi, penampakan cimol ini lebih garing dan renyah. Rasanya yang gurih bakal lebih sempurna kalau ditaburi bumbu pedas daun jeruk atau bumbu keju kering. Aih, mantap pisan.

Cimol (Shutterstock.com)

#4 Cigor

Nah, kalau yang ini saudara dekat cilok dan cimol. Cigor adalah akronim dari “cilok goreng”. Cara mengolahnya sama persis dengan cimol, hanya bentuknya yang sedikit lebih besar. Yang bikin beda cigor adalah bumbunya. Kalau bumbu cimol cenderung kering, bumbu cigor basah seperti cilok. Ada banyak varian bumbu dari cigor ini, misalnya bumbu manis pedas atau bumbu sambal ijo. Cocok buat kamu yang doyan jajanan pedas.

#5 Cilor

Cilor adalah akronim dari “aci dan telor”. Kalau yang ini, olahannya agak berbeda dengan keempat jajanan sebelumnya. Adonan aci dipotong kecil-kecil lalu ditusuk dengan tusukan sate. Setelah itu dicelupkan ke adonan telur dan digoreng. Cilor bisa disantap langsung tanpa bumbu, tapi bisa juga menggunakan bumbu pedas macam sambal atau balado.

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Pedagang cilor (Ani Fathudin/Shutterstock.com)

#6 Cilung

Sekilas, cilung ini mirip dengan cilor karena menggunakan tusuk sate. Tapi, cara mengolahnya jauh berbeda. Adonan aci dan telur digoreng bersamaan lalu ditaburi bumbu cabai, bumbu kacang, atau bumbu keju. Setelah masak, adonan tadi digulung menggunakan tusuk sate. Karena itulah jajanan ini diberi nama cilung alias “aci digulung”. Rasanya asin dan gurih, juga ada sensasi pedasnya ketika dikunyah di mulut.

#7 Cimin

Cimin adalah akronim dari “aci mini”. Berbeda dengan cilok yang bentuknya bulat, cimin ini bentuknya kotak-kotak kecil. Adonan aci yang sudah dikukus setengah matang, lalu dipotong kotak-kotak kecil sebelum digoreng. Penampakannya cenderung basah seperti halnya cilok, tapi berbeda di guyuran bumbunya. Bumbu cimin biasanya bervariasi, ada bumbu jagung manis, barbeque, keju, pedas, atau original.

#8 Bakso Aci

Sesuai dengan namanya, jajanan ini mirip dengan bakso kuah. Kalau bakso biasa terbuat dari daging sapi, bakso aci ini yaaa terbuat dari aci. Meski rasanya biasa, yang bikin nampol bakso aci adalah kuahnya. Sensasi kenyal-kenyal pedas inilah yang bikin nagih. Bakso aci ini sangat cocok disantap siang hari saat sedang panas-panasnya.

Dari kedelapan jajanan sampah khas Bandung di atas, semuanya berbahan dasar aci alias tepung tapioka. Olahan tepung tapioka ini memang berasa tawar, tapi bumbunya itu lho yang bikin nagih. Meski kandungan gizinya rendah, kalau rasanya enak, kamu bisa apa?

Ketimbang mengejek jajanan sampah khas Bandung yang nggak bergizi ini, mendingan kamu coba dulu deh sebungkus atau dua bungkus. Saya jamin pasti ketagihan!

Penulis: Andri Saleh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tiramisusu, Oleh-oleh Sombong dari Bandung yang Perlu Dicoba.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2022 oleh

Tags: aciBandungjajanan
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Taman Sejarah Bandung Kurang Fasilitas Pendukung (Unsplash)

Taman Sejarah Bandung, Katanya Taman Sejarah, tapi Fasilitasnya Tidak Mendukung

21 Juli 2024
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk "Gedung Paru-paru" yang Bikin Warga Resah

Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk “Gedung Paru-paru” yang Bikin Warga Resah

26 Juni 2024
Rest Area Jembatan Citarum, Tempat Istirahat Paling Nyaman bagi Pengendara dari Sukabumi ke Bandung

Rest Area Jembatan Citarum, Tempat Istirahat Paling Nyaman bagi Pengendara dari Sukabumi ke Bandung

8 Agustus 2024
Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung (Pexels)

Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung

5 Maret 2025
Panduan Menggunakan Kata ‘Akang’ buat Orang Non-Sunda terminal mojok.co

Panduan Menggunakan Kata ‘Akang’ buat Orang Non-Sunda

23 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.