Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

8 Aturan Tak Tertulis di Surabaya yang Wajib Kalian Tahu Sebelum Datang ke Sana

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
1 Desember 2025
A A
8 Aturan Tak Tertulis Tinggal Surabaya (Unsplash)

8 Aturan Tak Tertulis Tinggal Surabaya (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya, kota pahlawan yang terkenal dengan arek-areknya yang blak-blakan dan tempo hidup yang ngebut. Buat kalian yang baru pertama kali ke sana, jangan kaget kalau budayanya beda jauh sama kota-kota lain. Di sini, orang nggak basa-basi, jalanan kayak arena balap, dan makanan pedas itu standar.

Tapi tenang, biar kalian nggak sampai salah tingkah atau malah jadi bahan guyonan arek Suroboyo, simak delapan aturan tak tertulis ini:

#1 Jangan kaget kalau diomelin dengan nada tinggi

Arek Suroboyo terkenal dengan cara bicaranya yang keras, ceplas-ceplos, dan langsung to the point. Kalau kalian ditegur atau diomelin, jangan langsung tersinggung. Mereka memang begitu, bukan berarti lagi marah beneran.

Nada bicara keras di Surabaya itu normal kayak orang Padang makan pakai sambal. Mereka nggak suka basa-basi dan lebih menghargai kejujuran yang frontal. Jadi, kalau kalian salah parkir atau nyelonong di jalan, bersiaplah kena semprot tanpa tedeng aling-aling.

Yang penting, jangan dibawa perasaan. Terima kritiknya, perbaiki kesalahan, dan hidup terus berjalan. Orang Surabaya cepat marah tapi juga cepat lupa kok.

#2 Kuasai seni menyeberang jalan ala Surabaya

Menyeberang jalan di Surabaya itu harus berani. Kalau nggak ada tanda penyeberangan, kamu jangan ragu-ragu ketika melangkah.

Teknik sederhananya lihat celah, langkah mantap, dan jangan ragu-ragu di tengah jalan. Kalau kalian berhenti mendadak atau mundur-maju nggak jelas, justru bikin pengendara bingung dan bahaya buat kalian sendiri.

Arek Suroboyo punya kepercayaan penuh kalau pejalan kaki yang menyeberang dengan percaya diri akan dilindungi oleh semesta. Tapi tetap hati-hati ya, jangan sampai kepercayaan diri berubah jadi nekat.

Baca Juga:

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

#3 Siap-siap ngantre panjang demi kuliner legendaris

Kalau kalian nggak mau ngantre, jangan datang ke Surabaya. Di kota ini, ngantre demi makanan enak itu bukan pengorbanan, tapi bentuk dedikasi. Mau beli rawon setan, rujak cingur, lontong balap, atau tahu tek, pasti antre. Tapi khusus yang enak, ya.

Yang menarik, orang Surabaya nggak pernah protes soal antrian panjang kalau memang makanannya worth it. Mereka malah bangga bisa cerita, “Aku ngantri 2 jam demi semanggi Bu Endang, lho!”

Jadi, kalau kalian mau merasakan kuliner Surabaya yang sesungguhnya, siapkan mental untuk berdiri atau duduk-duduk cantik sambil nunggu giliran. Dan jangan pernah coba nyerobot antrian kalau nggak mau jadi musuh bersama.

#4 Hormati kultur “mlaku-mlaku nang Tunjungan”

Jalan Tunjungan adalah jantung Surabaya. Buat arek Suroboyo, jalan-jalan ke Tunjungan itu kayak ritual wajib akhir pekan. Mereka nggak peduli mau ngapain, yang penting mlaku-mlaku (jalan-jalan) dulu.

Kalau kalian ke Tunjungan, ikuti arus saja. Nikmati berjalan santai, mampir kafe, atau sekedar liat-liat etalase toko. Jangan terburu-buru atau malah cuma lewat doang. Orang Surabaya menghargai orang yang bisa menikmati momen, bukan cuma sibuk sendiri.

Dan satu lagi, kalau kalian foto-foto di sekitar Tugu Pahlawan atau Monumen Kapal Selam, lakukan dengan hormat. Itu bukan cuma tempat wisata biasa, tapi simbol kebanggaan.

#5 Jangan pelit bilang “cak” atau “ning” di Surabaya

Di Surabaya, panggilan “cak” untuk laki-laki dan “ning” untuk perempuan itu kayak password buat diterima di lingkungan lokal. Kalau kalian mau lebih akrab, jangan ragu pakai panggilan ini.

Tapi ingat, jangan dipaksain kalau belum terbiasa. Pakai dengan natural, jangan kayak robot yang baru diprogram. Orang lokal bisa langsung tau kalau kalian cuma pura-pura atau beneran mencoba beradaptasi.

#6 Pahami filosofi “nggak enak” versi Surabaya

Kalau orang Surabaya bilang sesuatu “nggak enak,” artinya bisa macem-macem. Bisa berarti nggak nyaman, nggak sopan, atau nggak pantas. Ini adalah kode halus mereka untuk bilang kalian lagi salah tanpa harus blak-blakan menyakiti.

Misalnya, kalau kalian datang terlambat terus ditanya, “nggak enak ati kowe ndak ngabari,” artinya mereka sebel kalian nggak kasih kabar. Atau kalau kalian ngelakuin sesuatu yang kurang sopan, mereka akan bilang, “Wah, gak wenak iki.”

Jadi, kalau kalian dengar kata “nggak enak,” stop sejenak dan evaluasi perilaku kalian. Jangan malah nanya, “Lho, kenapa nggak enak?” karena itu cuma bikin mereka tambah ilfil.

#7 Wajib bisa baca situasi lalu lintas

Surabaya punya lalu lintas yang dinamis banget. Nggak ada yang benar-benar tertib, tapi semua punya ritme tersendiri. Kalau kalian nyetir atau naik motor di sini, kalian harus bisa baca situasi dan bereaksi cepat.

Klakson di sana bukan berarti marah, tapi lebih ke komunikasi antar pengendara. Satu kali klakson artinya “hati-hati aku lewat,” dua kali artinya “cepetan,” dan berkali-kali artinya “ngapain sih lo?”

Yang penting, jangan panik dan jangan melawan arus. Ikuti saja ritme lalu lintas Surabaya yang unik ini. Lama-lama kalian akan terbiasa dan bahkan bisa ikutan nge-klakson dengan fasih.

#8 Terima kenyataan bahwa Persebaya adalah agama kedua

Buat arek Suroboyo, Persebaya bukan cuma klub sepak bola. Ia adalah identitas, kebanggaan, dan bahkan bisa dibilang agama kedua. Kalau kalian lagi di sana dan Persebaya main, jangan heran kalau jalanan sepi kayak kota mati.

Semua orang, dari anak kecil sampai bapak-bapak, akan nempel di layar TV atau datang langsung ke stadion. Kalau Persebaya menang, siap-siap dengar konvoi motor sampe tengah malam. Kalau kalah, seharian seluruh kota bakal bad mood.

Jadi, kalau kalian nggak mau salah ngomong, jangan pernah nyinyir soal Persebaya. Dukung saja, atau minimal diam. Percayalah, ini demi keselamatan kalian sendiri.

Nah, itulah delapan aturan tak tertulis yang wajib kalian tahu. Mungkin kedengarannya ribet, tapi sebenarnya ini semua tentang menghargai budaya lokal dan belajar beradaptasi.

Surabaya adalah kota yang keras tapi hangat, blak-blakan tapi jujur, cepat tapi tetap punya hati. Kalau kalian bisa mengikuti aturan-aturan ini, dijamin kunjungan ke kota pahlawan jadi pengalaman yang nggak terlupakan.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 7 Fakta Surabaya yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2025 oleh

Tags: jalan tunjunganJalan Tunjungan SurabayapersebayaSurabayaTunjungan Plaza
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Bandar Grisse, Ikon Baru Gresik yang Menyimpan Keresahan (foto milik penulis)

Bandar Grisse, Ikon Baru Kota Gresik yang Ramainya Mulai Melahirkan Keresahan bagi Warga Sekitar

23 Oktober 2024
persebaya

Persebaya Bukan AC Milan, Surabaya Bukan Napoli

20 Juni 2020
3 Mall di Surabaya yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Jelang Lebaran

3 Mall di Surabaya yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Jelang Lebaran

5 April 2024
Unesa Cocok Buat Mahasiswa yang Ingin Jadi Juara di Surabaya (Unsplash)

4 Tipe Mahasiswa yang Cocok Kuliah di Unesa, Kampusnya Para Juara di Surabaya

23 Mei 2024
Pasar Atom Surabaya, Setia Merawat Kuliner Tradisional di Kota Pahlawan

Pasar Atom Surabaya, Setia Merawat Kuliner Tradisional di Kota Pahlawan

17 April 2024
Senjakala Kapal Penyeberangan Surabaya-Madura: Ditinggalkan para Penumpang Sejak Ada Jembatan Suramadu

Senjakala Kapal Penyeberangan Surabaya-Madura: Ditinggalkan para Penumpang Sejak Ada Jembatan Suramadu

1 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY
  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda
  • Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan
  • Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya
  • Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.