Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

5 Tipe Pembeli Daging Sapi yang Sering Bikin Saya Emosi

Muhammad Ridho oleh Muhammad Ridho
15 November 2022
A A
5 Tipe Pembeli Daging Sapi yang Sering Bikin Saya Emosi (Pixabay)

5 Tipe Pembeli Daging Sapi yang Sering Bikin Saya Emosi (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah dua tahun saya jualan daging sapi. Selama berjualan, saya banyak menemui pembeli-pembeli yang sering bikin emosi. Bukan sekali atau dua. Hampir tiap hari saya ketemu sama pembeli yang hobinya membakar emosi.

Mungkin, tipe-tipe pembeli ini agak mirip dengan beberapa tipe pembeli yang sudah diceritakan di Terminal Mojok. Namun, menurut saya, ada perbedaan tersendiri. Misalnya dari segi mata mereka yang nggak berhenti melihat timbangan setiap membeli daging sapi.

Nah di sini, saya akan mencoba memaparkan beberapa tipe-tipe pembeli yang selalu bikin emosi. Saya harap calon pembeli ke depan bisa memahami hati saya supaya sama-sama enak saat bertransaksi.

#1 Mata curiga

Tipe pembeli ini memang tetap beli daging sapi. Tapi, matanya itu lho yang kadang buat saya gugup saat melayani mereka. Pokoknya mulai dari pegang daging, membelahnya, mengiris, sampai menimbang. Mata mereka seperti curiga sekali dengan apa yang sudah saya perbuat selama melayani.

Yang bikin emosi, itu kadang mata mereka benar-benar melotot ke arah timbangan. Iya, mata mereka benar-benar didekatkan ke arah timbangan sampai dekat sekali. Namun, setelah menatap itu, wajah mereka masih saja seperti nggak puas. Padahal kan sudah melotot sedemikian rupa ke timbangan tadi.

Nah, saat ketemu tipe pembeli yang begini, saya benar-benar bisa dibuat emosi karenanya, dan sesekali saya beri nasihat yang sebenarnya nggak bijak buat dia. “Buk! Kalau Ibu nggak percaya dengan saya, atau daging sapi saya, atau timbangan saya, maka silakan Ibu beli di tempat lain saja, jangan di sini. Masa harus dipelototin sebegitunya sih, Buk?”

#2 Milihnya kelewat lama

Sama seperti tipe pembeli yang pertama tadi, tipe ini memang tetap beli daging sapi. Tapi saat memilih daging sapi, mana yang akan dia beli itulah yang bikin saya kadang memunculkan wajah nggak suka.

Gini lho. Ada saja pembeli daging sapi yang sok tahu mana yang bagus dan kurang bagus. Padahal ya, merasa itu bukan fakta yang bisa menentukan mana yang bagus dan mana yang nggak.

Baca Juga:

Gabus Pucung, Kuliner Khas Betawi yang Terpaksa Berubah Nama Jadi Rawon Jakarta demi Eksistensi

3 Jenis Warung Bakso yang Wajib Dihindari karena Membawa Bahaya bagi Konsumen

Nah, untuk memudahkan supaya pembeli tipe ini nggak terlalu lama milihnya, saya sering menawarkan bahwa daging bagian ini lho yang bagus, yang ini jangan, karena yang ini sedikit kurang bagus. Namun ya tetap saja, dia masih kekeh dengan perasaannya pada daging sapi yang sedang dia pilih itu. Padahal dia sudah memilih dari beberapa menit yang lalu lho. Hadeh.

#3 Sangat nggak sabaran

Saya punya satu langganan yang seperti ini. Dia biasanya datang ke lapak daging saya, langsung ngeluarin duit untuk bayar daging sapi seharga sekilo, dan sambil bilang, “Melayaninya cepetan dikit dong, Dek! Saya mau cepat ini! Saya sudah telat soalnya ke pasar!”

Sebenarnya, saya nggak ada masalah kudu kerja cepat. Apalagi dia pelanggan tetap. Tapi, sifat nggak sabaran dia ini yang kadang bikin saya emosi. Iya dong, masa hampir setiap hari dia telatnya? Dan yang disalahin kok saya yang katanya telat melayani itu? Sedih rasanya diginiin mbak.

#4 Komplain hampir tiap hari

Sebetulnya, nggak ada masalah dengan sebuah komplain. Sah-sah saja jika ada pembeli yang mau komplain sama daging sapi saya. Cuma, kalau komplainnya hampir tiap hari, ya saya malah bingung, kan. Jadi insecure. Apa ya daging yang saya jual itu memang aneh. Tapi kok pelanggan lain biasa saja.

Iya, saya punya langganan kayak gini. Hampir tiap hari komplain sama daging sapi saya. Entah itu karena dagingnya banyak tetelannya, dagingnya hancur, keras, dan sebagainya. Lama-lama, saya emosi juga. Gimana ya, di tengah susahnya cari pelanggan, saya pun harus tetap sabar melayani mereka.

#5 Duitnya selalu kurang

Tipe pembeli ini mulutnya memang manis. Sebelum beli daging sapi, biasanya dia melemparkan senyuman yang paling manis. Habis itu tanya-tanya soal kehidupan pribadi saya. Ketika dagingnya sudah di genggaman, barulah dia akan beraksi: 

“Maaf, Dek, uang saya kurang 20 ribu karena tadi habis belanja sayuran. Bisa nggak saya ngutang dulu? Nanti besok saya lunasin deh.”

Kalau sudah bilang begini, jangan harap kalau besoknya dia akan bayar sisanya. Biasanya sih, dan yang sering terjadi ya, rata-rata tipe pembeli ini agak lama bayar sisanya, bisa berhari-hari, berbulan-bulan, tahunan, sampai lupa.

Begitulah kenyataan di lapak. Ketemu pelanggan dengan berbagai ragam sifat. Walau emosi, ya tetap saja mereka akan saya layani dengan baik setiap beli daging sapi.

Penulis: Muhammad Ridho

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sapi Ngamuk Adalah Tragedi yang Paling Diharapkan ketika Penyembelihan Hewan Kurban

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2022 oleh

Tags: daging sapipasar dagingsifat pembeli
Muhammad Ridho

Muhammad Ridho

Penyuka anime.

ArtikelTerkait

Nasi Becek Nganjuk Overrated: Nggak Istimewa, Mirip Gulai Kambing dan Soto Daging

Nasi Becek Nganjuk Overrated: Nggak Istimewa, Mirip Gulai Kambing dan Soto Daging

8 Februari 2024
Gabus Pucung, Kuliner Khas Betawi yang Terpaksa Berubah Nama Jadi Rawon Jakarta demi Eksistensi

Gabus Pucung, Kuliner Khas Betawi yang Terpaksa Berubah Nama Jadi Rawon Jakarta demi Eksistensi

26 September 2025
Bakar-bakaran Daging Bukan Budaya Kita, Budaya Kita Adalah Makan Jagung Bakar di Malam Tahun Baru

Bakar-bakaran Daging Bukan Budaya Kita, Budaya Kita Adalah Makan Jagung Bakar di Malam Tahun Baru

31 Desember 2023
3 Jenis Warung Bakso yang Wajib Dihindari karena Membawa Bahaya bagi Konsumen

3 Jenis Warung Bakso yang Wajib Dihindari karena Membawa Bahaya bagi Konsumen

26 Juli 2024
3 Kecurangan Penjual Daging Sapi Selama Bulan Ramadan. Saya Tulis Supaya Pembeli Lebih Waspada Mojok.co

3 Kecurangan Penjual Daging Sapi Selama Bulan Ramadan. Saya Tulis Supaya Pembeli Lebih Waspada

3 April 2024
5 Bagian Daging Sapi yang Enak Disantap Terminal Mojok

4 Tips agar Anda Nggak Ketipu Saat Beli Daging Sapi di Pasar

29 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

7 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.