Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Tipe Orang yang Sering Ada Saat Gotong Royong

Irvan Hidayat oleh Irvan Hidayat
19 November 2020
A A
gotong royong mojok

gotong royong mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kegiatan gotong royong atau kerja bakti masih menjadi tradisi masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia. Tradisi itu masih terjaga seiring sifat masyarakat desa yang masih guyub dengan tetangga, kalau kata Emile Durkheim masih masyarakat mekanik.

Apa pun kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat akan dikerjakan bersama-sama, seperti yang dikatakan pepatah lama, “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.” Dengan tradisi yang masih terawat baik itu, tak jarang mengurangi ongkos saat hendak melakukan pembangunan fasilitas umum dan kegiatan lain yang membutuhkan tenaga banyak.

Pemandangan itu sudah jarang kita temui di daerah perkotaan, sekali pun ada mungkin di kawasan pemukiman yang padat penduduk dan di sana tinggal banyak warga aslinya. Saya beruntung masih tinggal di daerah pedesaan dengan semangat gotong royong yang masih tinggi. Saat berada di rumah, penulis ikut kegiatan gotong royong, meski tidak semua gotong royong penulis ikuti.

Kegiatan yang sering saya ikuti misalnya, membersihkan pemakaman umum dari tumbuh-tumbuhan yang mengganggu, membersihkan mushola saat hendak ada acara besar, dan menyiapkan semua kebutuhan menjelang perayaan hari besar Islam.

Selama mengikuti kegiatan gotong royong, saya mengamati ada empat tipe orang di setiap kegiatan ini.

1# Pemodal

Ini uniknya gotong royong. Meski yang dikerjakannya fasilitas umum, selalu ada orang-orang baik hati yang menyumbangkan uang atau makanannya untuk mereka yang bekerja. Tipe orang ini biasanya tidak sempat ikut bergotong royong, mungkin karena sibuk atau malas. Tapi, ada juga orang yang menyumbang juga ikut bekerja.

Tidak selalu orang berduit atau orang kaya yang masuk tipe ini, siapa pun bisa jadi tipe ini karena mereka yakin dengan menyumbangkan atau bersedekah akan mendatangkan pahala dan kebaikan.

2# Pesuruh

Tipe manusia ini mungkin merasa kalau dia adalah bos atau dia adalah orang kuat dan terpandang, jadi bisa sesuka hatinya menyuruh orang-orang untuk melakukan permintaannya. Tapi, ada juga tipe orang seperti ini disebabkan karena wataknya yang suka banyak bicara dengan kadar caper yang lumayan tinggi.

Baca Juga:

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

Tipe ini masuk golongan orang-orang yang menyebalkan dan sering jadi bahan gunjingan kalau dia sudah tidak ada di lokasi. Tingkah orang ini amat mengesalkan, kalau dia sudah menyuruh dan kita menolaknya, ia akan berkata, “Dasar malas, gini aja nggak bisa, kok lu gitu sih”.

3# Pemburu makanan dan rokok 

Di setiap gotong royong akan ada tipe orang pertama yang selalu menyumbangkan makanan. Di sisi yang berseberangan ada tipe orang yang lebih suka makan dan merokok ketimbang bekerja. Posisinya selalu dekat dengan termos air dan nampan makanan. Ia berpura-pura menjadi tukang seduh kopi. Tipe orang ini tidak melakukan aksinya sendirian, ia biasanya berkerumun tiga sampai lima orang. Tangan kanan memegang rokok dan tangan kiri memegang gelas kopi, nikmatnya hidup mereka.

Bertambah nikmat saat satu orang menjadi pemantik obrolan yang ngaler-ngidul, mereka bergantian melemparkan canda dan tawa. Keberadaan tipe orang ini tidak terlalu dibenci karena membuat suasana ramai, tapi tidak terlalu diinginkan karena membuat makanan dan minuman lebih cepat habis.

4# Serba bisa

Nah, ini dia tipe orang yang benar-benar sangat ditunggu kehadirannya di setiap gotong royong. Dia adalah orang dengan kemampuan serba bisa dan kemauan yang tinggi. Mulai dari menebang bambu, menggali tanah, membetulkan listrik, mendirikan tenda kegiatan, menggunakan mesin rumput, dan semua aktivitas yang dibutuhkan dia bisa melakukannya.

Bagusnya lagi orang tipe ini bekerja tanpa pamrih. Ia melakukan pekerjaannya dengan senang hati, kadang sambil membetulkan listrik dia masih sempat melemparkan guyonan. Soal makanan pun tidak terlalu ambisius. Mereka makan seadanya, kadang kalau tidak disuguhkan mereka malah tidak makan atau ngerokok. Tipe orang seperti ini harus ada di setiap gotong royong, kalau tidak ada bisa jadi gotong royong hanya jadi momen kumpul-kumpul saja.

5# Pemerhati

Saya mengakui kalau di setiap gotong royong tidak banyak keringat yang saya keluarkan. Maklum, saya tidak punya skill sehebat teman-teman lain di kampung. Kemampuan saya hanya ala kadarnya, menggali tanah bisa, membetulkan kabel yang putus bisa, memegangi tangga yang sedang dipakai orang bisa, dan semuanya hanya ala kadarnya.

Sebab ala kadarnya, sedikit orang yang percaya dengan kerjaan saya. Oleh karena itu saya lebih suka mengamati cara kerja mereka, cara bercanda, cara merokok, sampai cara mereka mengaduk kopi.

Itulah tipe-tipe orang yang ada saat gotong royong. Mereka akan selalu ada selama gotong royong masih menjadi budaya dan semoga saja budaya gotong royong tidak lekang oleh zaman. Dengan gotong royong kita akan terus memelihara rasa kepedulian terhadap sesama.

BACA JUGA Mengenal Cisadon, Daerah Penghasil Kopi yang Tersembunyi dan tulisan Irvan Hidayat lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 November 2020 oleh

Tags: Desagotong royongmasyarakat
Irvan Hidayat

Irvan Hidayat

Penulis lepas, suka bertani, masak, dan traveling ke pelosok.

ArtikelTerkait

Pengalaman Berkunjung ke Desa Langau di Perbatasan Indonesia-Malaysia terminal mojok.co

Hal-Hal yang Bakal Kamu Temui dan Rasakan Ketika Berada di Desa

11 Agustus 2019
modin kiai desa tahlilan mengurusi mayat pemakaman salat jenazah pendidikan tes cara menjadi modin tahan uji nyali mojok

Di Desa Ada Pekerjaan Prestisius tapi Butuh Nyali Tinggi, Namanya Modin

17 April 2020
Jurusan Pendidikan Itu Memang Gampang dan Sepele kok, Beneran deh, Serius Guru

Jadi Mahasiswa Jurusan Pendidikan yang Hidup di Desa Itu Berat: Dianggap Calon Guru, Moral Compass, dan Dianggap Serbabisa

10 September 2024
5 Hal yang Bikin Saya Nggak Betah Tinggal di Desa

Romantisasi Desa Lama-lama Terdengar Begitu Menggelikan

16 April 2023
Desa Mantingan Tengah Pati Nggak Cocok untuk Tempat Menepi Orang Kota, Saking Nggak Ada Apa-Apa di Sana Mojok.co

Desa Mantingan Tengah Pati Nggak Cocok untuk Tempat Menepi Orang Kota, Saking Nggak Ada Apa-Apa di Sana

22 Maret 2024
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.