Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
26 Oktober 2025
A A
5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sama Sekali Tidak Ada di Turki Mojok.co

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sama Sekali Tidak Ada di Turki (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Waktu saya sampai di Turki untuk melanjutkan studi, saya baru sadar banyak hal tidak ikut terbawa. Saya kira membawa pakaian, makanan, dan barang-barang lain dari Jogja sudah cukup untuk membuat hidup saya di Turki sama seperti di Jogja, Indonesia. Nyatanya tidak. 

Banyak hal-hal dari Jogja yang tidak terbawa. Lebih tepatnya tidak bisa dibawa, seperti bahasa, cuaca, hingga selera makan. Itu mengapa saya perlu banyak penyesuaian. Gara-gara proses penyesuaian ini saya jadi menyadari banyak hal sepele di Jogja yang tidak ada di Turki dan kadang bikin kangen juga. Salah satunya pekerjaan atau profesi tertentu. 

ADVERTISEMENT

Ada berbagai macam pekerjaan yang sejauh ini hanya bisa saya temui di Indonesia dan nggak lagi saya lihat di Turki. Berikut ini beberapa di antaranya.

#1 Orang Turki nggak pernah ngasih Rp2 ribu ke tukang parkir

Sejujurnya bagi saya hal ini agak mengejutkan mengingat di Turki ini di mana-mana ada mobil. Walaupun belum se-car centric negara lain, Turki ini lumayan padat lalu lintasnya.

Kalau dipikirkan kembali, siapapun yang mau menjadi tukang parkir di Turki mungkin akan cepat kaya raya karena banyaknya populasi mobil di sini. Tapi kenyataannya, saya belum pernah menjumpai tukang parkir di Turki.

Parkir mobil dan kendaraan di Turki itu sebagian besar gratis. Mau itu di tempat wisata sampai alun-alun kota. Soalnya lahan parkir itu diregulasi langsung sama pemerintah, bukan ormas atau pihak tertentu. Kalaupun bayar, itu biasanya di tempat parkir basement di mall.

#2 Sulit sekali menemukan pedagang keliling

Salah satu hal yang bikin saya sedih di sini adalah nggak adanya pedagang keliling. Pedagang keliling yang saya maksud adalah pedagang makanan. Kalau di Indonesia umpamanya penjual sate, cilok, atau batagor keliling.

Di sini mana ada penjual kebab keliling. Semager-magernya, kami harus mandiri dan jalan kaki sendiri ke restorannya. Beberapa restoran memang menyediakan layanan pesan antar, tapi ada biaya kirimnya yang lumayan. 

Baca Juga:

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

Padahal, kalau ada pedagang keliling, saya jamin bakal laris manis. Asal tahu saja, asrama saya itu terbesar dan terpadat di kota saya. Dari yang saya ketahui, paling pol pedagang keliling di sini adalah penjual sayur dan buah. Mereka keliling kompleks perumahan dengan gerobak atau mobil, sama seperti di Indonesia. Tapi, di daerah asrama saya, itu pun jarang karena mereka hanya keliling di daerah tertentu.

#3 Persewaan tenda biru nggak laku di Turki

Begitu datang ke sini, kamu nggak akan lagi bisa menemukan tukang tenda hingga tukang sound di Turki. Soalnya, hajatan di Turki berbeda dari Indonesia. Hajatan di Indonesia sampai saat ini umumnya diadakan di halaman rumah atau jalan di sekitar tempat tinggal. Sementara, hajatan di Turki hanya diadakan di gedung.

ADVERTISEMENT

Di sini kamu akan dengan mudah menemukan düğün salonu atau gedung pernikahan. Ada yang service-nya indoor maupun outdoor. Untuk acara indoor, tentu saja nggak perlu tukang tenda. Sementara itu, acara outdoor biasanya memang berkonsep garden party sehingga hampir nggak ada tenda sama sekali.

Selain itu, tukang sound pun kurang diperlukan di sini. Di gedung pernikahan sudah ada sound system-nya sendiri. Dan, di Turki pun nggak ada konsep pertunjukan organ tunggal atau nyumbang lagu.

#4 Nggak ada ojek pangkalan

Turki termasuk negara yang cukup mudah akses transportasi umumnya. Setiap kota memiliki bus milik pemerintah provinsi masing-masing yang tarifnya terjangkau dan menjangkau seluruh daerah.

Selain itu, motor pun menjadi kendaraan yang kurang populer di Turki. Walaupun motor tetap ada, tapi jumlahnya nggak sebanyak di Indonesia. Apalagi kalau sudah masuk musim gugur dan musim dingin, kamu mungkin nggak akan melihat pengendara motor sama sekali.

Oleh karena itu ojek pangkalan nggak eksis di Turki. Kalau kepepet nggak ada kendaraan umum untuk mencapai tempat tujuan, mau nggak mau harus jalan kaki. Tapi, di sini enak kok untuk jalan kaki karena trotoarnya luas dan nggak dipakai pedagang kaki lima.

#5 Nggak ada lowongan tukang sapu jalanan di Turki

Di Indonesia kita masih sering menjumpai tukang sapu jalanan yang membersihkan jalan dari dedaunan yang rontok atau sampah. Di Turki, saya nggak pernah menjumpai tukang sapu jalanan, baik itu yang dipekerjakan oleh pemerintah maupun secara sukarela.

Mungkin agak membingungkan, kenapa malah nggak ada profesi ini di Turki. Turki punya empat musim yang salah satu di antaranya adalah musim gugur. Saat musim gugur, daun-daun rontok hingga memenuhi jalan. Bahkan, bisa menjadi masalah jika daun yang rontok menutupi drainase. Kalau kebetulan hujan deras, bisa-bisa terjadi banjir.

Turki menggunakan mobil penyapu jalan untuk membersihkannya. Mobil ini beroperasi tiap hari, bolak-balik berkeliling kota untuk membersihkan jalan. Berkat mobil ini, nggak pernah ada banjir, paling nggak di kota saya.

ADVERTISEMENT

Itulah beberapa pekerjaan yang spesial hanya ada di Indonesia, tapi nggak bisa ditemukan di Turki. Menurutmu, mana yang paling bikin kaget? 

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 6 Pekerjaan yang Punah karena Perkembangan Zaman.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2025 oleh

Tags: IndonesialokerLowongan Kerjapekerjaanturki
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Mengintip Bagaimana Operator Line Interaktif Bekerja terminal mojok

Mengintip Cara Kerja Operator Line Interaktif yang Sering Dibilang Jagain Telepon doang

28 Juli 2021
pelet ilmu hitam indonesia santet mojok

Indonesia Bukannya Nggak Mau, Tapi Memang Nggak Bisa Pakai Santet untuk Melawan Belanda

29 Juli 2020
Lulusan SMK Berusia 20-an Sudah Dianggap Lansia oleh Perusahaan, Cari Kerja Makin Sulit Mojok.co

Lulusan SMK Berusia 20-an Sudah Dianggap Lansia oleh Perusahaan, Cari Kerja Makin Sulit

15 Januari 2024
driver ojol

Curhatan Seorang Sarjana yang Melamar dan Bekerja Sebagai Driver Ojol

29 Juli 2019
7 Fitur Gmail Tersembunyi yang Jarang Diketahui Orang Terminal Mojok.co

7 Fitur Gmail Tersembunyi yang Jarang Diketahui Orang

25 Mei 2022
Bukan Cuma Jago Ngomong, 5 Skill Ini Wajib Dikuasai Seorang Humas

Bukan Cuma Jago Ngomong, 5 Skill Ini Wajib Dikuasai Seorang Humas

6 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

26 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.