Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Merindu Tapi Tak Dirindu Itu Enak Nggak Sih?

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
10 Juni 2019
A A
merindu tapi tak dirindu

merindu tapi tak dirindu

Share on FacebookShare on Twitter

Begini, jadi waktu itu saya sempat membaca di salah satu koran yang menjelaskan tentang bagaimana cinta bekerja. Di situ di sebutkan  bahwa cinta tidak bisa diprediksi. Ada orang yang jatuh cinta hanya sepersekian detik dan hilang kemudian. Dan ada yang membuat saya tersenyum kecut, di baris artikel tersebut menyebutkan bahwa kadang cinta itu seperti UFO—dianggap ada namun belum terbukti keberadaannya. Dan perumpamaan itu dipadankan dengan orang-orang yang sedang merindu tapi tak pernah dirindu—wanjay.

Habis saya lahap artikel tersebut hingga saya menarik kesimpulan, banyak memang orang-orang yang seperti artikel tersebut jelaskan. Orang yang merindu tapi tak dirindu.

Peliknya urusan hati memang sudah menjadi rahasia umum banyak orang. Hati adalah misteri yang bahkan orang paling pintar di dunia saja tidak akan pernah bisa tahu. Hati layaknya labirin yang tak bisa diketahui oleh siapapun.

Sadarkah kalian bahwa hal-hal kecil semacam ini pernah terjadi pada kalian? Pertemuan singkat di sebuah bis, kafe, restoran hingga tempat-tempat lainnya. Sebuah pertemuan yang bisa dihitung dengan menit yang membuat kalian sangat penasaran dengan orang tersebut. Yang membuat hati kalian bergetar dan ingin tahu siapa orang tersebut. Namun itu hanyalah sebuah pertemuan singkat yang tak akan pernah bisa diulang. Kalian memikirkannya dan entah apakah dia memikirkan kalian. Hal-hal kecil seperti itu bisa membuat manusia-manusia dilanda rindu yang tak pernah jelas mengapa dia rindu. Kalian semua pasti pernah merasakannya.

Namun yang paling perih adalah merindukan orang yang tak pernah merindukanmu, kalian pernah merasakannya? Merasakan bagaimana perasaan hati tidak akan pernah jelas karena yang dirindu adalah orang yang tidak akan pernah tahu perasaanmu. Dan jikapun tahu ia juga tidak akan pernah merindukanmu.

Hujaman pedang hingga silatan silet bisa jadi hal biasa jika dibandingkan perasaan orang-orang yang merindu tapi tak dirindu. Alienasi perasaan dengan tingkat kekaburan yang tinggi menjadi sebuah ketabuan perasaan yang sulit diterjemahkan.

Lantas merindu tapi tak dirindu itu enak nggak sih? Mungkin ini pertanyaan yang bisa dijawab semua orang. Dan saya yakin 90% menjawab tidak. Bisa kita bayangkan bagaimana dongkolnya hati ini jika terus-terusan tertahan oleh sesuatu yang tak pasti. Pelampiasan-pelampiasan orang yang sedang merindu tapi tak dirindukan sering kali bisa ditebak. Lewat tulisan, puisi hingga isi instastory. Tujuannya tentu saja untuk pelampiasan hati hingga jika beruntung menarik perhatian orang yang dirindu.

Tidak ada sesuatu yang menyenangkan dari sebuah rindu yang tak pernah direspon. Sebuah cinta yang tak pernah tersampaikan. Sebuah perasaan yang tak pernah mau diketahui. Semua perasaan itu sangat tidak mengenakkan. Bahkan bisa menjadi duri-duri yang kadang bisa menusuk dengan tajam di waktu-waktu tertentu.

Baca Juga:

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

Namun merindu tapi tak dirindu bisa menjadi sebuah pilihan aman menyoal perasaan. Sebuah pilihan yang akan dipilih bagi mereka yang tahu bahwa perasaannya pasti tak pernah berbalas. Bahwa cintanya pasti akan ditolak mentah-mentah, merindukan orang yang tak dirindu sepertinya  sudah cukup dan sangat cukup untuk setidaknya menyenangkan hati yang sedang gundah akibat cinta.

Bicara enak dan tidak enak pada akhirnya semua itu tergantung bagaimana masing-masing orang bersikap. Akan sangat perih jika proses merindu adalah sebuah manifestasi dari penolakan mentah-mentah dan akan menjadi hal yang menyenangkan jika merindukan orang yang dicintai adaiah sebuah ungkapan diam-diam yang tidak pernah diketahui orang yang dirindu.

Tidak ada manusia yang bisa benar-benar lepas dari perasaan ini, sebuah perasaan yang sulit dijelaskan dengan logika-logika ilmiah. Ini lebih condong menyoal perasaan yang abstrak. Sebuah perasaan rindu yang hadir karena berbagai latar belakang . Merindu seperti antitesis dari perasaan yang hancur ketika cinta tak bertepuk dua tangan. Hingga merindukan orang yang tak merindukanmu adalah sebuah solusi instan merawat hati agar tetap normal dalam menjalani kehidupan.

Dinamika yang terjadi dalam arti merindu yang tak dirindua adalah hal-hal sederhana yang pada akhirnya rumit jika tidak bisa bangkit. Orang-orang yang merindu tapi tak dirindu adalah orang-orang yang terkekang dengan sajian perasaan ingin memiliki namun tak bisa melawan sebuah hukum perasaan. Bahwa cinta lahir dari sebuah perasaan saling mencintai satu sama lain. Bahwa hati yang kosong tanpa kejelasan itu termanifestasi menjadi rindu yang tak dirindukan bagi mereka yang terkekang dengan perasaan-perasaan cinta yang gagal.

Sebuah rindu yang tak diinginkan ini juga abadi dalam puisi seorang Joko Pinurbo. Irisan lirih menyoal rindu dan cinta terlukis dalam kalimat

“Cinta seperti penyair berdarah dingin
Yang pandai menorehkan luka.
Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya.”

Sebuah penggalan puisi dalam buku kekasihku tersebut sangat relevan dengan isi artikel ini. Kalimat yang menunjukkan bahwa cinta dan rindu adalah sebuah kesinambungan yang saling berkaitan. Cinta itu adalah sebuah luka yang sering tetunda lewat bahagia. Dan rindu adalah kumpulan kepastian yang pasti akan hadir dan abadi.

Jokpin memang tiada duanya, lewat puisi tersebut saya mendapatkan gambaran yang jelas bahwa merindukan orang yang tak merindukan kita adalah sebuah dinamika kehidupan yang pasti akan kita alami. Dan merindukan tapi tak dirindu adalah seperti apa yang saya sebutkan di awal, seperti UFO. Legendanya selalu abadi walaupun tidak pernah ada bukti akan hal tersebut. Menjadi sebuah bentuk tak terelakkan kondisi kehidupan manusia yang tidak melulu soal politik hingga siapa pemenang pilpres tahun ini. Cinta dan rindu adalah sebuah permasalahan abadi yang tak akan pernah hilang ditelan zaman.

Jadi, menurut kalian merindu tapi tak dirindukan itu enak nggak sih?

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: hubunganKritik SosialMerindupekerjaan
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Jadi Pegawai Astra Honda Motor Adalah Kebanggaan bagi Kebanyakan Orang Tua di Desa Saya

14 Juni 2021
lebih baik minta maaf

Percayalah, Konsep Lebih Baik Minta Maaf daripada Minta Izin Itu Nggak Sehat buat Hubungan

18 Desember 2021
sambatan

Hidup yang Penuh Sambatan: Kenapa Tidak Kita Injak Hidup Si Anjing Diogenes Sekalian?

5 September 2019
lulus kuliah mau jadi apa kerja apa overthinking insomnia quarter life crisis wabah corona pandemi corona anak muda umur 20-an mojok.co

Dipecat Saat Pandemi Bener-bener Nggak Enak dan Nyusahin

21 Januari 2021
curhat

Kepada Temanku yang Sering Curhat: Maaf Aku Sudah Bodo Amat!

9 Juli 2019
revolusi

Revolusi Asmara dan Stagnansi Perkembangan Manusia Dalam Beberapa Era Terakhir

9 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.