Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Makna Tersirat di Balik Konten ‘Dua Jam Nggak Ngapa-ngapain’ di YouTube

Rizki Muhammad Iqbal oleh Rizki Muhammad Iqbal
29 Juli 2020
A A
dua jam nggak ngapa-ngapain mojok

dua jam nggak ngapa-ngapain mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kita pasti sudah nggak asing lagi sama istilah lama “diam itu emas”. Ya, diam seringkali dipersepsikan sebagai tindakan yang tepat untuk menghadapi beberapa masalah. Karena dengan begitu seseorang bisa melewati masalahnya serta nggak menyakiti pihak lain yang terlibat. Ya mau menyakiti siapa sih kalau dua jam nggak ngapa-ngapain, ya nggak?

Dalam tongkrongan atau tempat berkumpul suatu kelompok pertemanan, diam juga menjadi pilihan yang tepat. Ketika obrolan yang tadinya cair dan asik menjadi nggak asik lagi karena ada suatu perkataan yang menyinggung perasaan kawan yang lain, diam adalah jawaban. Saya juga nggak paham lagi sama cangkem-cangkem clutak yang mulutnya nggak pernah disekolahkan. Kalau diingatkan, mereka akan bilang, “gitu aja kok tersinggung”.

Nah, akhir-akhir ini ramai juga konten yutub dari Sobat Miskin Official dengan judul “Dua Jam Nggak Ngapa-ngapain”. Dalam video itu seorang pria duduk dua jam sambil menikmati kebosanan tanpa berkeinginan untuk bergerak. Nggak tanggung-tanggung, kegiatan doing nothing ini ditonton hingga 1 juta views.

Namun, konten “Dua Jam Nggak Ngapa-ngapain” yang dia perlihatkan nggak semata-mata cuma ingin diam dan dilihat orang-orang. Terdapat suatu makna tersirat di balik kegiatan doing nothing tersebut. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Kritik sosial dan budaya

Video “Dua Jam Nggak Ngapa-ngapain” tersebut mengindikasikan bahwa pesan yang dibawanya adalah sebuah pesan kritik. Kenapa? Mungkin dia telah melihat adanya beberapa konten-konten yang hanya berisikan konten unfaedah yang isinya prank sampah atau para selebriti pamer kekayaan.

Di sini dia menggunakan nama Sobat Miskin Official yang menandakan bahwa dirinya adalah sahabat dekat dari orang-orang miskin. Dia memilih untuk duduk diam selama dua jam dan menunjukkan kepada publik bahwa lebih baik diam daripada memperlihatkan kemewahan di tengah maraknya kemiskinan.

Selain itu, diamnya ini juga untuk memantau migrasi besar-besaran selebriti televisi ke dalam yutub. Selain itu, hal ini juga menjadi program khusus dari dirinya sendiri dalam menyadarkan orang-orang untuk peduli dan sadar serta berusaha mengentaskan kemiskinan.

Kesal terhadap pro dan kontra COVID-19

Baca Juga:

7 Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Materi SKD CPNS secara Gratis

Bayar UKT Mahal, tapi Dosen Nyuruh Mahasiswa Belajar dari YouTube, Logikanya di Mana sih?

Di sosial media sudah kerapkali muncul pro dan kontra dalam upaya penanganan pandemi COVID-19. Belum lagi lalu-lalang argumentasi yang bersifat asumtif di media—khususnya Twitter—tentang konspirasi COVID-19 yang menilai bahwa pandemi ini berhubungan langsung dengan bisnis negara atau dikendalikan secara nggak langsung sama para elit global. Begitu ramainya sampai-sampai Sobat Miskin ini memilih untuk diam. Diam di sini diartikan sebagai sintesis antara pro dan kontra tersebut. Selain itu, diam di sini bukan berarti doing nothing, tapi membawa pesan bahwa terkadang kita hanya perlu berpikir dan menyimak tanpa harus memperpanjang debat kusir itu.

Kesal dengan pro dan kontra LGBT

Pro-kontra masih berlangsung, khususnya di Twitter. Huft, kenapa harus Twitter terus? Ya, mungkin hal ini dikarenakan Twitter menjadi salah satu syarat dan ketentuan dari orang yang open minded. Namun perdebatan mengenai kasus LGBT malah semakin panjang. Warganet yang pro LGBT menganggap bahwa orang yang tidak mendukung LGBT dianggap close minded.

Sedangkan warganet yang kontra LGBT menilai bahwa orang yang pro LGBT nggak mau menerima pendapat yang berbeda. Yang artinya bahwa orang-orang pro LGBT juga close minded. Di sini Sobat Miskin hanya duduk termangu sambil merefleksikan keributan-keributan di luar sana yang saling mempertahankan argumennya sambil terus mengumpat dalam tiga bahasa di dalam hatinya.

Kesal dengan berbagai tren yang sedang naik daun

Tren di sini adalah suatu pola kebiasaan baru dalam tubuh masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini. Contohnya, bersepeda dan secara beramai-ramai mengunggah aktivitasnya ke sosial media. Selain itu, tren seperti gaya berpakaian dan selera musik yang edgy dan cenderung kiri membuat Sobat Miskin ini hanya merenungkan perkataan Mbak Najwa Shihab yang bilang begini: bukannya melelahkan jika selalu ikut tren, apalagi hanya agar terlihat keren.

Memikirkan zodiak yang tepat untuk tipe presiden yang ideal

Daripada memperdebatkan permasalahan seperti asumsi publik mengenai politik dinasti yang bisa mencederai demokrasi, ada baiknya kita diam dan memperhatikan; kalau perlu ya membicarakannya di kedai kopi atau angkringan bersama kawan-kawan. Biarlah mereka yang kritis itu mengkritisi politik dinasti, sedangkan Sobat Miskin ini memilih diam sambil berpikiran secara lebih kompherensif dan progresif dengan memikirkan presiden ideal menurut tipe-tipe zodiaknya.

Mungkin dia berpikir bahwa zodiak turut mempengaruhi seseorang dalam kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya. Pak Jokowi lahir pada 21 Juni 1961, yang artinya Blio berzodiak Cancer (21 Juni – 22 Juli).

Dalam ramalan Gaya Kepemimpinan Berdasarkan Zodiak yang dilansir dalam kumparan.com, disebutkan bahwa rezim Cancer terkenal dengan sikapnya yang lembut dan mengayomi serta selalu membangun suasana kekeluargaan dalam kepemimpinannya. Bisa dibayangkan, bukan? Pak Jokowi terkenal sebagai pribadi yang ramah dan suka tersenyum. Sikap kekeluargaannya juga diterapkan dalam gaya berpolitiknya, seperti srawung kaliyan Bapak Achmad Purnomo di Istana Negara untuk membicarakan Pilkada Solo dan merekomendasikan keluarganya sendiri yang nggak lain adalah anaknya sendiri, Mas Gibran.

Namun karena berbagai riuh-rendah kepemimpinan Pak Jokowi, lantas membuat Sobat Miskin tadi berpikir bahwa masih ada beberapa zodiak untuk tipe presiden yang ideal untuk tahun-tahun ke depan. Sobat Miskin bisa mengambil contoh zodiak Virgo (23 Agustus – 22 September). Masih sama seperti yang dilansir oleh kumparan.com, rezim Virgo memiliki bakat dalam ketajaman pola pikir dan kelawasan berbicara yang tentunya akan berdampak pada pidato-pidato yang akan disampaikan. Selain itu, zodiak ini pandai dalam mengidentifikasi masalah, merencanakan solusi, hingga mengeksekusi solusi tersebut.

Dengan kepribadian yang demikian, presiden dengan zodiak Virgo berbakat dalam menganalisis permasalahan yang biasa terjadi, seperti diskriminasi ras, komersialisasi pendidikan, kemiskinan, penanganan wabah secara tepat, dan lain-lain. Presiden dengan zodiak ini akan memperbaiki akar-akar permasalahan dengan beberapa solusi yang blio tawarkan.  Mengeksekusinya pun harus tepat agar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat terimplementasikan dengan baik dan elegan.

Dengan begini, diamnya seseorang bukan berarti lemas, tapi emas. Diam berarti memikirkan sesuatu yang sangat abstrak sehingga hanya akan diketahui oleh si diam yang bersangkutan ini. 1 juta viewers yang menonton video “Dua Jam Nggak Ngapa-ngapain” dari Sobat Miskin tadi tentu memiliki berbagai pendapat yang berbeda-beda dalam menganalisis makna yang tersirat di balik diamnya seseorang, apalagi dua jam! Nggak habis pikir, ternyata diam dua jam nggak ngapa-ngapain juga bisa menghasilkan cuan.

Sama seperti guyonan ala-ala jaman sekarang “Nganggur yen ditelateni mengko lak yo enek hasile”.

BACA JUGA Ternyata, Sedekah Berpotensi Menunjukkan Keegoisan Kita dan tulisan-tulisan lainnya dari Rizki Muhammad Iqbal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2020 oleh

Tags: diamYoutube
Rizki Muhammad Iqbal

Rizki Muhammad Iqbal

Suka selonjoran sambil makan gorengan.

ArtikelTerkait

Nggak Pentingnya Ngasih Komen Menit-Menit Spesial di Kolom Komentar YouTube

Nggak Pentingnya Ngasih Komen Menit-Menit Spesial di Kolom Komentar YouTube

30 Oktober 2019
Belajar Coding Melalui Lima Channel YouTube Berikut terminal mojok.co

Belajar Coding Melalui Lima Channel YouTube Berikut

19 Oktober 2020
KPI

Nggak Cuma YouTube dan Netflix, Ini Media yang Juga Harus Diawasi KPI

8 Agustus 2019
Ria Ricis Memang Ibu Masa Kini yang Cerdas tapi Nggak Perlu Digagas (Ria Ricis via Wikimedia Commons)

Ria Ricis Memang Ibu Masa Kini yang Cerdas tapi Nggak Perlu Digagas

5 Januari 2023
Alip Ba Ta

Alip Ba Ta dan Dunia Fingerstyle

26 September 2019
Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

22 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.