Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Cobra Kai, Serial Menarik Tanpa Jualan Nostalgia

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
11 September 2021
A A
Sumber Gambar YouTube Cobra Kai

Sumber Gambar YouTube Cobra Kai

Share on FacebookShare on Twitter

Generasi 90-an mana yang tidak mengenal trilogi The Karate Kid? The Karate Kid (1984) diawali dengan kepindahan seorang anak remaja bernama Daniel LaRusso dan ibunya dari New Jersey ke Reseda, sebuah kawasan pinggiran Kota Los Angeles. Di tempat barunya, Daniel bertemu dengan seorang pria paruh baya bernama Mr. Miyagi yang berasal Okinawa, Jepang. Blio bekerja sebagai penjaga apartemen baru tempat tinggal Daniel dan ibunya.

Naas, di tempat barunya, Daniel malah dibully oleh Johnny Lawrence, anak paling populer di sekolah yang juga seorang juara karate yang tergabung dalam dojo Cobra Kai. Daniel dihajar habis-habisan oleh Johnny dan teman-temannya hingga Mr. Miyagi datang untuk membantunya. Tidak disangka-sangka, Mr. Miyagi ini jago karate. Selanjutnya, kita bisa menebak apa yang terjadi. Daniel belajar karate dengan Mr. Miyagi, lalu berhasil mengalahkan Johnny Lawrence.

Di tahun 90-an, film ini populer banget soalnya sering diputar di akhir pekan. Film ini pun bikin saya menekuni beladiri karate sampai sabuk hitam. Bahkan, saking populernya, sampai dibuat versi remakenya pada 2010, dibintangi oleh Jackie Chan dan Jaden Smith.

Ketika Netflix menayangkan serial Cobra Kai, yang merupakan sekuel trilogi The Karate Kid setelah 34 tahun, saya sempat ragu dengan serial ini. Saya tidak mau dibuat kecewa dengan film-film yang jualan nostalgia seperti Star Wars Episode VII : The Force Awakens atau Fantastic Beasts and Where to Find Them. Namun, tidak dengan serial yang satu ini.

Cobra Kai dimulai dengan terbangunnya Johnny Lawrence di tempat tidurnya dengan brewok yang tumbuh liar di wajahnya. Setelah sarapan seadanya, ia pun berangkat kerja hanya untuk dimarahi oleh klien dan dipecat. Segala kejayaan masa lalu yang ia dapatkan saat SMA dulu sudah lama lewat. Saat ini ia menjalani kehidupan sebagai seorang pecundang setelah bercerai dengan istrinya, ribut dengan anak semata wayangnya, terpaksa kerja serabutan, dan tinggal di apartemen kecil di pinggir kota. Penderitaan Johhny tidak sampai di situ. Ia terpaksa harus melihat foto Daniel pada sebuah billboard di sudut kota. Anak yang ia bully dulu saat ini menjadi seorang pengusaha otomotif sukses.

Hidup memang dinamis. Johnny yang dulu tinggal di Encino, kawasan elit Los Angeles, kini tinggal di sebuah apartemen kumuh di Reseda. Daniel yang dulu tinggal di Reseda, kini tinggal di Encino. Mereka berdua saat ini pun sudah sama-sama meninggalkan dunia karate yang mengisi masa muda mereka.

Seperti sebuah suratan takdir, Johnny dan Daniel kembali bertemu. Mereka kembali masuk ke dalam dunia karate yang dulu mempertemukan mereka. Mereka kembali menjadi rival setelah 34 tahun berpisah. Tidak sampai di situ, konflik di antara mereka pun terpaksa dialami oleh generasi penerus mereka, yakni anak-anak mereka. Konfliknya betul-betul dikemas dengan apik dan kekinian banget. Orang yang belum pernah nonton trilogi The Karate Kid pun pasti bisa mengerti apa yang terjadi 34 tahun yang lalu karena ada banyak adegan flashback yang ditampilkan.

Kalau kalian ingin melihat adegan perkelahian dahsyat seperti yang ditampilkan dalam film The Raid, mending nggak usah nonton serial ini. Fokus serial ini adalah konflik antarindividunya. Setiap orang yang ada pada serial ini ditampilkan dengan sangat apik soalnya diceritakan motif dan latar belakangnya sendiri-sendiri. Sama seperti serial Game of Thrones di musim-musim pertama.

Baca Juga:

7 Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Materi SKD CPNS secara Gratis

Bayar UKT Mahal, tapi Dosen Nyuruh Mahasiswa Belajar dari YouTube, Logikanya di Mana sih?

Cobra Kai nggak melulu konflik antarindividu sih. Banyak juga jokes yang relate dengan zaman sekarang, seperti Johnny dan Daniel yang betul-betul gagap teknologi jika dibandingkan dengan anak-anak mereka yang jauh lebih jago mainin gadget. Anak mereka lebih tahu segalanya tentang segala macam hal tentang hidup karena sudah hidup dengan internet dari kecil. Mereka malah minta dibuatkan akun Facebook oleh generasi penerusnya alih-alih bikin sendiri. Kocak emang.

Ketika menonton episode pertama, saya langsung senang saking bagusnya. Seperti bertemu teman masa kecil yang sudah puluhan tahun tidak bertemu. Film ini satu episodenya pendek banget, cuma sekitar 20 menit, tapi dibuat sangat padat dan ngegantung di setiap episodenya, terutama pada episode finale, sehingga bikin gregetan siapun yang nonton film ini.

Cobra Kai ini nggak sekadar jualan nostalgia dari sebuah franchise film yang populer puluhan tahun yang lalu. Orang-orang di balik layarnya betul-betul berhasil mengemas serial ini dengan sangat apik, terbukti dengan rating IMDBNya yang menyentuh angka 8.6 dari 10. Bahkan season pertamanya saja sempat meraih angka 9.1 saking bagusnya. Cobain tonton deh, dijamin nggak akan menyesal!

Sumber Gambar: YouTube Cobra Kai

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2021 oleh

Tags: cobra kaikarate kidserialYoutube
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

The Last of Us: Beginilah Seharusnya Adaptasi Game Dibuat!

The Last of Us: Beginilah Seharusnya Adaptasi Game Dibuat!

21 Januari 2023
reuploader konten youtube snackvideo video alur cerita time code youtube MOJOK.CO

Terpujilah Mereka yang Rajin Membuat Time Code Video Konser di YouTube

16 Juli 2020
Fakta Menarik Mas Prayit, Cupang yang Naik Daun di Segmen Mojok Mentok terminal mojok.co

Fakta Menarik Mas Prayit, Cupang yang Naik Daun di Segmen Mojok Mentok

23 Februari 2021
soleh solihun

Belajar dari Soleh Solihun

12 Desember 2019
Mengenang Sinetron dan Serial Awal 2000-an, Tontonan yang Jadi Tuntunan terminal mojok.co

Mengenang Sinetron dan Serial Awal 2000-an, Tontonan yang Jadi Tuntunan

11 Desember 2020
3 Rekomendasi Serial Animasi Disney+ tentang Antardimensi

3 Rekomendasi Serial Animasi Disney+ tentang Antardimensi

22 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.