Belajar dari Soleh Solihun

Soleh Solihun mengajarkan saya bagaimana wawancara yang baik. Sangat baik. Wawancara yang mengalir dan menyenangkan diikuti.

Artikel

Avatar

Seperti kebanyakan penikmat youtube, saya juga memanfaatkan youtube sebagai sarana hiburan sehari-hari. Menonton grup band favorit saya yang sudah bubar dan mau reunian tahun depan, menonton cuplikan-cuplikan gol dari sebuah pertandingan sepakbola, menonton video-video lucu, dan bermacam hiburan lainnya.

Selanjutnya, seperti media sosial lainnya, youtube pada akhirnya bisa membantu saya belajar perihal apa-apa yang butuh saya pelajari.

Saya kembali belajar agama dan kisah nabi-nabi dari youtube. Untuk hal ini, favorit saya masih ceramah-ceramah dari Ustaz Khalid Basalamah. Hampir setiap hari saya mendengar ceramah Khalid Basalamah via youtube. Mendengar ia mengisahkan kehidupan nabi-nabi dan orang-orang saleh di masa lalu.

Hingga akhirnya, dari iseng-iseng membuka secara random video-video di youtube, saya menemukan akun youtube Soleh Solihun dan keranjingan menonton video-video bikinannya yang ia beri judul: The Soleh Solihun Interview.

Video-video dalam The Soleh Solihun Interview mayoritas berdurasi panjang, lebih dari satu jam. Video itu, memiliki kualitas gambar dan suara yang biasa saja karena diambil hanya dengan menggunakan sebuah telepon seluler. Ini pula yang menjadi kritik banyak orang terkait akun youtube Soleh, dengan konten sebagus itu, sayang sekali jika hanya direkam menggunakan kamera hape dan tanpa tambahan alat perekam suara yang mumpuni. Namun Soleh bergeming, ia tetap jalan dengan gayanya, dan konten di atas segalanya. Saya sepakat dan sangat menikmati itu.

Kali pertama saya melihat acara The Soleh Solihun Interview adalah ketika Soleh mewawancarai vokalis Koil, Otong, Otong Koil. Algoritma youtube yang mengantar saya ke sana. Sebelumnya, via youtube saya sering menonton konser-konser yang pernah dihelat Koil di mana saja, karena Koil juga salah satu band favorit saya. Salah satu rekomendasi dari youtube setelah sering menonton konser Koil, adalah program The Soleh Solihun Interview dengan Otong Koil sebagai narasumber. Saya klik, nonton video wawancara itu lebih dari satu jam tanpa henti, dan saya kecanduan The Soleh Solihun Interview.

Baca Juga:  Nggak Pentingnya Ngasih Komen Menit-Menit Spesial di Kolom Komentar YouTube

Setelah menemukan wawancara Otong Koil di akun Soleh, hampir setiap hari saya lantas menonton wawancara-wawancara yang dilakukan Soleh dengan narasumber siapa saja yang kebanyakan tenti saja public figure. Semuanya bagus, semuanya menarik, dan saya sangat banyak belajar dari sana bagaimana cara wawancara yang baik dan asyik dan mengalir dengan lancar.

Sebagai seorang penulis dan peneliti, kemampuan wawancara menjadi salah satu syarat mutlak agar tulisan yang dihasilkan baik adanya. Seumur hidup, hanya sekali saya belajar langsung seperti apa teknik wawancara yang baik itu. Saya belajar itu dari Alm. Rusdi Mathari.

“Buatlah pertanyaan terbuka, pertanyaan yang singkat saja. Dan, jangan sekali-kali memotong narasumber ketika sedang asyik memberikan informasi.” Ujar Cak Rusdi.

Dari video Soleh di youtube, saya melihat langsung praktik baik terkait apa yang dikatakan Cak Rusdi di atas. Maka dari itu, saya belajar banyak, banyak sekali dari Soleh terkait teknik wawancara yang baik, dan bagaimana menggali informasi penting dari narasumber.

Dari semua wawancara menyenangkan yang dilakukan Soleh di The Soleh Solihun Interview, lima besar terbaik hingga hari ini menurut saya adalah: wawancara dengan Otong Koil, Ahmad Albar, Dedy Corbuzier, Bongky BIP, dan Indra Qadarsih.

Jika anda punya waktu luang, apalagi anda berprofesi dengan kebutuhan lihai melakukan wawancara dalam profesi itu, saya sarankan anda sering-sering menonton The Soleh Solihun Interview. Itu asyik, asyik sekali. Kita akan diajari banyak hal secara langsung bagaimana wawancara yang baik. Sangat baik. Wawancara yang mengalir dan menyenangkan diikuti. Bukan wawancara yang mengarahkan narasumber untuk menjawab sesuai keinginan pewawancara, dan bukan wawancara yang terlalu sering memotong keterangan narasumber yang sebetulnya sedang memberikan informasi sangat berharga dan penting, seperti yang Najwa Shihab lakukan, karena kekangan durasi acara dan potongan-potongan iklan yang terlalu sering dan lama.

Baca Juga:  Terima Kasih Tukang Review dan Unboxing HP

*Gambar yang saya sertakan adalah wawancara terkini yang tayang di The Soleh Solihun Interview, dengan komentar terbaik yang sejauh ini pernah saya baca di akun milik Soleh. Mail wawancara Ipin. Bangsat!

BACA JUGA Ada Hubungan Apa Antara Mojok, Coki Pardede, dan Tretan Muslim? atau tulisan Fawaz Al Batawy lainnya. Follow Twitter Fawaz Al Batawy.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
12


Komentar

Comments are closed.