Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

5 Alasan Sinetron dengan Plot Cerita Kayak ‘Putri untuk Pangeran’ Selalu Sukses di Pasaran

Nar Dewi oleh Nar Dewi
16 Juli 2020
A A
Sinetron Kolosal Punya Level Kreativitas di Luar Nalar terminal mojok.co

Sinetron Kolosal Punya Level Kreativitas di Luar Nalar terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Lagi dan lagi. Cerita gadis miskin dan pria kaya kembali mendulang sukses lewat sinetron “Putri untuk Pangeran”. Saya termasuk salah satu penyuka sinetron tersebut. Padahal kalau dipikir-pikir, resep cerita seperti ini sudah didaur ulang berkali-kali.

Masyarakat seolah tak pernah lelah untuk menonton, apalagi perempuan. Nah, sebagai bagian dari ciwi-ciwi pencinta cerita seperti ini, kali ini saya akan coba menjelaskan kenapa, sih, alur seperti ini tak pernah membosankan.

ADVERTISEMENT

Bikin perempuan nggak Insecure soal kekayaan

Kekayaan menjadi salah satu faktor penting saat kita mencari jodoh di alam nyata. Masalah harta memang sering menjadi penentu bisa tidaknya dua insan menikah.

Nah, sekarang bayangin kalau kamu ini rakyat jelata seperti saya. Berani tidak kamu mimpi untuk bisa menikah dengan crazy rich Suroboyo? Bang Raul Lemos? Atau konglomerat batu bara dari Kalimantan?

Meski perempuan (katanya) tidak dituntut dari segi finansial, tapi tetap saja, pria kaya secara umum menikah dengan perempuan yang juga kaya. Nah, sinetron ala “Putri untuk Pangeran” seolah mendobrak realita itu.

Secara tidak langsung, sinetron ini membuat perempuan bisa harap-harap cemas nikah sama anak pengusaha terkaya di negeri ini meski kondisi ekonominya mengenaskan. Wow, luar biasa kan? Apalagi dalam kisah-kisah itu, gadis miskin pemeran tokoh utama pasti digambarkan cantik. Ia disukai oleh setidaknya 2 cowok kaya yang sama-sama ganteng. Kurang apa lagi

Yang impossible bisa terjadi

Cerita sinetron ala “Putri untuk Pangeran” juga menggambarkan bahwa yang impossible bisa terjadi. Coba lihat di alam nyata. Mana ada cinta dua insan remaja bisa menang melawan konglomerat galak dengan bodyguard sejagat?

Mana ada kisah di mana seseorang yang sangat miskin diperebutkan oleh pria-pria paling populer? Mana ada cerita di mana seorang anak pembantu atau buruh kecil jadian sama anak pemimpin perusahaan?

Baca Juga:

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

5 Alasan yang Membuat Sinetron Indonesia Semakin Membosankan. Produser dan Sutradara Perlu Lebih Kreatif!

Di alam nyata, kisah seperti itu sangat jarang. Lebih mudah menemukan kisah perempuan cantik dipinang pakai sandal jepit ketimbang yang seperti itu. Tapi justru di sinilah asyiknya cerita ala sinetron “Putri untuk Pangeran”. Otak kita tidak dibuat “stuck” dengan realita yang jauh dari ideal.

Cinta remaja yang bikin kita semua ketawa-ketawa sendiri

Kebanyakan cerita seperti ini mengambil setting SMA hingga kuliah. “Hanayori Dango”, “Boys over Flower”, dan lain sebagainya diceritakan saat tokohnya masih remaja. Sehingga bisa dibilang, target penonton utama mereka ialah ABG juga. Dan seperti yang kita tahu, di masa-masa ini, banyak remaja yang mulai mengenal cinta.

Makanya, mereka menjadi sangat getol dengan kisah seru ala sinetron “Putri dan Pangeran”. Mereka pasti senyum-senyum sendiri menonton sinetron tersebut sembari mengingat gebetannya di kelas.

Tidak mendobrak norma yang ada

Meski kisah-kisah ala F4 secara umum tidak realistis, tapi sebetulnya tidak melanggar norma. Maksudnya begini. Di masyarakat kita, seorang laki-laki kaya tidak akan dipandang buruk kalau menikahi perempuan miskin. Seorang laki-laki juga tidak akan dianggap buruk-buruk amat kalau ia nakal dan suka membully. Beda sekali bila perempuan yang membully.

Di kisah-kisah ala sinetron “Putri dan Pangeran”, resep yang dipakai bisa dibilang tidak melanggar norma-norma di masyarakat. Sekarang coba bayangkan bila ceritanya berkebalikan. Bayangkan ada pimpinan geng perempuan yang jahat dijadikan tokoh utama! Lalu ia jatuh hati dengan seorang pria miskin yang berjiwa mulia. Cerita seperti ini memang ada, tapi less successful dibanding cerita ala F4.

Wujud mimpi diselamatkan pangeran ganteng

Saya merasa, cerita sinetron ala “Putri dan Pangeran” relate sama keinginan banyak perempuan, yaitu “diselamatkan pangeran ganteng”. Dan ini wajar terjadi. Saat kecil, kebanyakan dari kita diceritain perempuan yang diselamatkan laki-laki. Ada kisah Cinderella, Aurora, Jasmine, dan masih banyak lagi.

Saat beranjak dewasa, kita masih sering terngiang-ngiang didatangi White Knight. Sebagai akibatnya, ketika sinetron dengan cerita ala “Putri dan Pangeran” ini tayang, kita menjadi sangat menyukainya. Apalagi perempuan sering insecure. Bayangan diselamatkan seorang pangeran berkuda putih pasti membuatnya tersenyum-senyum sendiri.

BACA JUGA Pentingnya Alokasi Pos Dana untuk Psikolog, Bukan Berarti Kamu Gila Kok! dan tulisan Nar Dewi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2021 oleh

Tags: Boys over FlowerCinta Remajaputri untuk pangeranSinetron
Nar Dewi

Nar Dewi

IRT suka nulis

ArtikelTerkait

Menghitung Kekayaan Ustaz Kemed: Sang Pemimpin Besar Ciraos

Menghitung Kekayaan Ustaz Kemed: Sang Pemimpin Besar Ciraos

27 Maret 2020
5+1 Alasan Menulis Skenario Sinetron Layak Jadi Pilihan Karier (Pixabay)

5+1 Alasan Menulis Skenario Sinetron Layak Jadi Pilihan Karier

19 Oktober 2022
Apakah Sudah Saatnya Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Dirampungkan Tahun Ini? #TakjilanTerminal03 terminal mojok.co

Apakah Sudah Saatnya Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Dirampungkan Tahun Ini? #TakjilanTerminal03

14 April 2021
Tuyul dan Mbak Yul: Sinetron dengan Cerita Unik dan Penuh Pesan Moral

Tuyul dan Mbak Yul: Sinetron dengan Cerita Unik dan Penuh Pesan Moral

24 Januari 2022
nussa dan rara, Alasan Serial Animasi Nussa Nggak Cocok untuk Tayangan Anak-anak di Televisi Wajah Baru Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4 Preman Pensiun 4: Sinetron Penuh Edukasi untuk Insan Pertelevisian Indonesia Rekomendasi Sinetron untuk Hibur Anies Baswedan Atas Ditundanya Formula E

Preman Pensiun 4: Sinetron Penuh Edukasi untuk Insan Pertelevisian Indonesia

20 Mei 2020
Memprediksi Omset Penjualan Kicimpring Kang Mus di Sinetron 'Preman Pensiun' kietjimpring kang mus kicimpring family adinda daun sngkongterminal mojok.co

Memprediksi Omset Penjualan Kicimpring Kang Mus di Sinetron ‘Preman Pensiun’

19 September 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.