Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

4 Skincare Perempuan Indonesia di Masa Kerajaan

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
24 November 2021
A A
4 Skincare Perempuan Indonesia di Masa Kerajaan terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini sebagian orang sudah menyadari betapa pentingnya penggunaan skincare. Skincare menjadi bagian dari kebutuhan yang berdampak pada semakin membengkaknya pengeluaran. Tapi nggak apa-apa, toh kalau nggak menggunakan skincare, justru di masa depan kita perlu merogoh kocek lebih dalam untuk melakukan perawatan.

Jika di masa sekarang kita bebas memilih berbagai macam skincare yang tersedia di pasaran, gimana ya dengan orang-orang di zaman dulu? Tentu saja di masa itu belum dikenal istilah serum, essence, atau sheetmask. Tapi ketika membaca kisah-kisah perempuan di zaman ketika kerajaan masih kokoh berdiri di berbagai wilayah di Indonesia, selalu ada sosok perempuan yang kecantikannya mampu menyihir orang-orang di sekitarnya.

Berikut ini rangkuman skincare yang umum digunakan oleh perempuan di zaman dulu. Saya menyebutkan perempuan secara spesifik karena pada dahulu kala, perawatan wajah lebih populer di kalangan kaum hawa. Mungkin memang ada laki-laki yang peduli pada kesehatan wajah, tapi sejauh ini saya belum menemukan referensinya.

#1 Kunyit

Bumbu dapur yang satu ini punya beragam fungsi. Selain sebagai bahan pewarna alami bagi makanan, kunyit juga bermanfaat untuk kulit, lho. Beberapa tahun lalu sempat ada tren masker kunyit dan madu. Katanya, sih, kunyit bisa mengempiskan jerawat dan membuat kulit jadi lebih halus. Saya sempat ikut tren ini meskipun efek samping dari menggunakan kunyit sebagai masker adalah wajah jadi berwarna kuning.

Kunyit pun cukup populer di zaman dahulu sebagai salah satu opsi bahan krim eksfoliator. Perawatan tubuh dan wajah menggunakan kunyit dan berbagai rempah-rempah tradisional ini tercatat dalam Lontar Tattwa, yakni sebuah teks mengenai ajaran turun temurun kebudayaan Bali. Di salah satu ajaran dalam teks yang diarsipkan di atas daun lontar ini terdapat ajaran perawatan kecantikan perempuan, salah satunya disebutkan rahasia Dewi Saci dalam menjaga kecantikannya.

#2 Bedak dingin

Saya rasa skincare ini masih eksis hingga sekarang karena memang bedak dingin sebagus itu. Bedak dingin yang banyak digunakan pada bayi dan anak-anak ini pun nggak kehilangan popularitas di kalangan orang dewasa. Bahan bakunya yang alami, yaitu beras, meminimalisasi risiko pasca-pemakaian, seperti break-out. Maka nggak heran kalau bedak dingin masih jadi primadona sampai sekarang.

Bila diselidiki asal mulanya, rupanya bedak dingin sudah berkontribusi dalam merawat kulit perempuan di zaman kerajaan, khususnya Kraton Jawa. Bedak dingin ini dipercaya dapat menyembuhkan jerawat, memudarkan bekas jerawat, melembabkan kulit, mengangkat sel kulit mati, dan menjadi produk anti-aging.

#3 Kepompong emas

Pernah mendengar atau melihat varian sheetmask Korea yang menggunakan bahan utama kepompong atau cocoon? Jangan dikira Korea Selatan adalah negara pertama yang berinovasi menggunakan kepompong sebagai skincare, ya. Soalnya, kepompong ini sudah populer di kalangan keluarga kerajaan Kraton Yogyakarta bahkan sebelum invasi gelombang K-Beauty di Indonesia.

Baca Juga:

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Kepompong emas atau golden cocoon merupakan salah satu bahan skincare dan kosmetik yang digunakan oleh kelima putri Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kepompong ulat sutra yang berwarna keemasan ini rupanya memiliki kandungan zat aktif asam amino sericin yang mempertahankan keremajaan kulit. Terdapat pula zat brightening yang dapat mencerahkan kulit. Mengaplikasikan skincare dan kosmetik dari kepompong emas secara rutin akan menambah nutrisi pada kulit dan membuatnya lebih sehat serta halus.

#4 Bengkuang

Masih sama dengan bahan-bahan yang sudah disebutkan di atas, bengkuang ini juga tetap eksis hingga sekarang. Banyak banget produk perawatan wajah maupun tubuh yang menambahkan ekstrak bengkuang sebagai salah satu bahan pencerah.

Bengkuang memang dipercaya sebagai salah satu bahan alami yang mampu mencerahkan kulit. Bila Ratu Elizabeth I menggunakan skincare dan kosmetik berbahan dasar merkuri untuk memutihkan kulit wajahnya, berbeda dengan perempuan-perempuan di era kerajaan di Indonesia. Nggak perlu aneh-aneh, nenek-nenek buyut kita ini menggunakan bengkuang yang sudah dikupas dan diparut untuk diusap atau dioleskan ke wajah. Penggunaan bengkuang yang mengandung vitamin B1 dan vitamin C secara teratur akan membuat wajah menjadi lebih cerah dan bersinar.

Dari keempat macam skincare yang dahulu digunakan oleh para perempuan zaman kerajaan di Indonesia, semuanya merupakan hasil dari alam. Rupanya, bahan-bahan alami yang dulu dimanfaatkan oleh para perempuan kerajaan justru bisa bertahan sampai saat ini. Sebab bahan natural cenderung lebih rendah risiko, meski hasil yang didapatkan juga memerlukan waktu lama. Tapi seenggaknya khasiatnya terbukti, kan?

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2021 oleh

Tags: Indonesiakecantikankerajaanskincare
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

administrasi ribet Indonesia mojok

Administrasi Ribet di Indonesia Itu Sebuah Keharusan. No Fotocopy No Party

17 April 2021
efek berbahaya krim pemutih wajah abal-abal krim abal-abal mojok.co

Efek Berbahaya Krim Pemutih Wajah Abal-abal yang Saya Rasakan Sendiri

31 Juli 2020
Evil Queen Tokoh Jahat yang Sebenarnya Adalah Korban Paradigma Konyol Kecantikan Terminal Mojok

Evil Queen: Tokoh Jahat yang Sebenarnya Adalah Korban Paradigma Konyol Kecantikan

7 Mei 2022
5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki Mojok.co

5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki

5 November 2024
Sungguh Malang Nasib Orang yang Nggak Doyan Makan Durian terminal mojok.co

Sulitnya Menjadi Penyuka Durian Di Antara Mereka yang Tidak Menyukai Durian

16 September 2019
Sebelum Beli Masker Bubuk, Pertimbangkan Dulu Hal Ini Biar Nggak Nyesel terminal mojok

Sebelum Beli Masker Bubuk, Pertimbangkan Dulu Hal Ini Biar Nggak Nyesel

1 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.