4 Pemandangan yang Tak Sengaja Guru Lihat saat PJJ – Terminal Mojok

4 Pemandangan yang Tak Sengaja Guru Lihat saat PJJ

Artikel

Avatar

Menghadapi pagebluk Covid-19, guru menjadi salah satu profesi yang dituntut untuk tidak beristirahat. Bagaimana tidak kalang kabut, sistem pembelajaran dan pemberian tugas yang biasa dikerjakan di institusi, kini beralih menjadi daring. Istilahnya sekarang: pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

PJJ tidak hanya dirasakan oleh para pengajar pranata pendidikan formal, namun juga pendidikan nonformal. Salah satu contoh pendidikan nonformal adalah lembaga kursus bahasa asing seperti tempat saya bekerja.

Sejak pertengahan Maret tahun ini, saya dan teman-teman guru lainnya sudah terbiasa melakukan PJJ, memberikan laporan dan penilaian, memberikan quiz, serta membuat materi ajar. Dengan pemandangan yang berbeda dari pembelajaran tatap muka, PJJ memberikan hal unik tersendiri bagi kami.

Lembaga tempat saya mengajar menggunakan salah satu layanan konferensi video buatan seorang miliuner Tionghoa-Amerika, Eric Yuan. Dengan menggunakan ikon aplikasi bergambar camcorder berwarna putih inilah para siswa belajar bahasa asing secara jarak jauh. Dengan beragam media elektronik seperti komputer, laptop, dan ponsel, ikon ini tak luput dari home screen atau desktop para siswa.

Meskipun ada kalanya mereka membuat hati jengkel saat pembelajaran tengah berlangsung, tidak sedikit kelakuan mereka yang berhasil menghidupkan kelas yang sunyi senyap menjadi gelak tawa. Inilah 4 pemandangan unik yang guru biasa lihat saat mengajar daring ketika kebanyakan orang tua tidak menyadarinya.

Pemandangan unik selama PJJ #1 Kicauan burung sampai orang tua yang sedang bertelepon

Sebelum kelas dimulai, biasanya saya mengingatkan tentang classroom rules. Salah satu peraturan tersebut adalah dengan memilih mode bisu saat situasi ruangan siswa terdengar bising. Beberapa sumber kebisingan itu biasanya dari suara TV yang menyala atau anak kecil yang menangis.

Namun, terkadang masih ada saja siswa yang tidak sadar bahwa sumber suara yang dapat mengganggu suasana kelas berasal dari lingkungan mereka. Saat saya sedang asyik bermain kata bersama para siswa, terdengar suara, “pit-pit, pit-pit”.

Seketika kelas berubah menjadi hening, berusaha mendengarkan bunyi itu. “Pit-pit, pit-pit”, celoteh burung itu sekali lagi. Dan tidak lama, siswa yang memiliki peliharaan tersebut ngeh dan spontan meminta maaf sebelum membisukan mikrofon.

Lainnya hal dengan suara hewan peliharaan, kadang terdengar sebuah percakapan seseorang yang sedang telepon saat para siswa serius mendengarkan penjelasan. Hal ini kadang bisa membuat anak-anak tertawa apabila percakapan yang kita dengar dalam bahasa Jawa.

“Iyo ngono ae wes, Pak, sampean putus-putusno dewe ae, kesuwen ngenteni Pak Budi (Iya, sudah, Pak, gitu saja, diputuskan sendiri langsung, kelamaan kalau nunggu Pak Budi)”, ucap salah satu wali murid saat itu. Akhirnya, saya pun sibuk menenangkan anak-anak yang cekikikan untuk kembali fokus.

Pemandangan unik selama PJJ #2 Wali murid yang menyuapi siswa

Pembelajaran daring di sekolah kadang sudah menyita banyak waktu, apalagi ditambah dengan kelas tambahan lainnya. Mungkin ini menjadi salah satu alasan kenapa siswa sering kelaparan atau tidak sempat makan siang.

Biasanya ada dua tipe siswa yang seperti ini. Satu, dia meminta izin melalui kolom chat terlebih dahulu agar dia diizinkan mengikuti pelajaran sambil makan. Kedua, ada yang jebus mengunyah seolah-olah dia tidak sedang diperhatikan oleh gurunya. Biasanya ada seseorang yang duduk di samping siswa ini dan menyuapinya.

Sempat saya menanyakan pada siswa itu siapa orang di sampingnya. Lalu dia kaget dan mesam-mesem. Wali murid itu pun tiba-tiba pergi. Lho, padahal kan saya sekadar bertanya, bukan mau meminta makanannya juga.

Pemandangan unik selama PJJ #3 Anggota keluarga yang terlihat

Saat ada siswa yang disorot supaya layar aplikasi fokus terhadap wajahnya, entah saat menjawab pertanyaan atau memberikan opini, ada saja anggota keluarga yang ikutan mejeng di belakang. Baik itu si ibu, bapak, adik, atau kakak mereka tampak senyum bangga dan mendengarkan secara saksama atau sekadar melambaikan tangan.

Hal ini pun juga bisa membuat siswa lain tertawa, apalagi gurunya yang pada akhirnya ikut menyapa mereka. Tampaknya fenomena anggota keluarga yang sering seliweran ini memang sudah menjadi pemandangan lazim pembelajaran daring.

Saat itu, sebut saja Gabe, seorang anak SD kelas 4 sedang mengekspresikan rasa terima kasihnya kepada orang tuanya. Dengan bahasa Inggris yang cukup lancar, kami semua sudah mulai tersentuh dengan kata-kata yang ia ucapkan sembari melihat Gabe yang tengah disorot.

Tak lama terdengar, “Eh hapenya Koko disini ta? Lho kamu lagi online a, Gabe?” celetuk ayah Gabe dengan bahasa Jawa khas Surabaya yang medhok. Ayahnya pun langsung meminta maaf dengan menampakkan wajahnya, “Maaf, maaf, Miss, nggak tahu Gabe lagi belajar.” Saya pun mengangguk dengan tersenyum ramah menyiratkan bahwa itu bukanlah masalah besar. Namun, wajah Gabe berubah menjadi datar.

Pemandangan unik selama PJJ #4 Ponsel yang tampak di depan layar siswa

Nak, apakah kau tengah merekam gurumu atau gebetanmu? Kerap ditemukan content di media sosial tentang kehidupan pembelajaran daring. Beberapa di antaranya adalah tersorotnya layar siswa yang ganteng atau cantik, guru yang jenaka, bahkan hal-hal unik lainnya seperti upacara bendera daring.

Pernah saat saya sedang fokus menerangkan, ada satu murid perempuan yang tengah merekam sesuatu dengan smartphone miliknya. Sebagai guru yang baik, saya langsung menyorotnya dan bertanya apa yang ia rekam. Ia hanya nyengir dan langsung menurunkan smartphone itu tanpa menjawab pertanyaan saya. Hmmm… mencurigakan.

Namun bisa saja sih alasan adalah dia terlalu malas untuk menulis, sehingga pilihan merekam atau mengambil gambar menggunakan ponsel adalah pilihan yang tepat. Mereka belum tahu saja caranya screenshot di komputer atau laptop.

Nah, itu tadi empat pemandangan yang guru tak sengaja lihat saat pembelajaran daring. Semoga artikel ini bisa menyadarkan orang tua untuk terus memberikan semangat pada anak-anaknya dalam menuntut ilmu di tengah pandemi serta turut memantau prosesnya.

Satu pesan lagi, mohon kalau telepon di ruangan yang sama dengan si anak saat belajar daring, suaranya jangan keras-keras ya, Pak, Bu.

BACA JUGA Kami Ngobrol dengan Para Guru soal Pembelajaran Jarak Jauh yang Dikeluhkan Siswa dan Orang Tua 

Baca Juga:  Salah Kaprah Orang Tua dalam Menggunakan Emoticon untuk Berkirim Pesan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10


Komentar

Comments are closed.