Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Inilah Hal yang Membuat Pelamar CASN 2021 Menurun Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya

Dani Ismantoko oleh Dani Ismantoko
3 Agustus 2021
A A
peminat CASN menurun dibanding tahun sebelumnya mojok

peminat CASN menurun dibanding tahun sebelumnya mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini, melalui kanal YouTubenya, Narasi Newsroom merilis sebuah video berjudul “Tumben, Pendaftar CPNS Turun, Kenapa Milenial dan Gen Z Ogah?” Dalam video tersebut dijelaskan bahwa pada 2019 pendaftar CASN mencapai sekira 4,2 juta dan pada 2021 pendaftarnya sekira empat juta. Padahal pemerintah menargetkan jumlah pendaftar sekira lima juta. Iming-iming adanya kenaikan gaji ASN pada tahun 2022 tidak membuat banyak orang berminat mendaftar CASN.

Menurut video tersebut, beberapa hal yang membuat pelamar CASN turun adalah, tak tersedianya SDM yang sesuai formasi CASN, kebijakan PPKM, dan perbedaan karakter generasi milenial dan gen-Z yang cenderung tidak sesuai dengan pola dan budaya kerja di pemerintahan. Untuk faktor ketiga, di akhir video disisipkan pendapat dua orang dari kalangan milenial, atau Gen Z, saya kurang tahu tepatnya, tentang betapa nyamannya bekerja di kultur swasta, alih-alih pemerintahan. Salah satunya perihal junior yang langsung bisa menumpahkan idenya, yang di pemerintahan sangat jarang terjadi.

ADVERTISEMENT

Saya punya pendapat lain. Setahu saya, salah satu formasi yang diburu oleh pendaftar CASN adalah formasi guru. Untuk tahun ini formasi guru hanya membuka pendaftaran dengan format PPPK bukan CPNS. Yang secara aturan, PPPK hanya bisa diikuti orang-orang tertentu yang cakupannya lebih kecil.

Yang bisa mendaftar PPPK guru adalah yang sudah terdaftar di DAPODIK (semacam database yang dimiliki oleh dinas pendidikan). Yang berada di bawah naungan Kemenag, yang bisa mendaftar adalah guru honorer K2 yang pernah mendaftar PPPK pada 2019. Selain kedua kategori tersebut adalah lulusan jurusan pendidikan yang sudah punya sertifikat pendidik (sudah lulus Pendidikan Profesi Guru).

Artinya, fresh graduate jurusan pendidikan (yang jumlahnya sangat banyak itu) tidak bisa ikut mendaftar. Selain itu, guru-guru madrasah di bawah naungan Kemenag yang sudah terdaftar di SIMPATIKA (semacam database milik Kemenag) namun tidak berstatus honorer K2 yang pernah mendaftar PPPK pada tahun 2019 juga tidak bisa ikut mendaftar.

Sebagai gambaran saja. Saya bekerja di sebuah madrasah swasta, yang tentu saja berada di bawah naungan Kemenag. Saya dan teman-teman saya sudah terdaftar di SIMPATIKA. Kami sudah mencoba mendaftar CASN, namun tidak ada satu pun yang bisa mendaftar PPPK guru. Setelah mengakses portal pendaftaran CASN, nama tidak bisa keluar. Akhirnya, tidak ada satupun yang mendaftar CASN pada tahun ini.

Pada 2019, ketika ada pendaftaran CPNS dari 16 guru di madrasah kami, 14 yang mendaftar. Dan tahun ini, di antara 16 guru tidak ada satupun yang daftar. Lebih tepatnya, tidak ada satu pun yang bisa daftar dikarenakan faktor yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Hal semacam ini saya kira juga terjadi di madrasah-madrasah lain.

Namun, menurut saya ada hal lain juga. Semenjak wacana pendaftaran CASN untuk guru hanya dengan format PPPK saja, bukan lagi dengan format CPNS digulirkan, respon publik cenderung negatif. Banyak yang beranggapan, hal tersebut tidak menghormati profesi guru. Ada yang mengatakan bahwa format PPPK guru tak ubahnya pegawai kontrak yang tak ada bedanya dengan bekerja di pabrik.

Baca Juga:

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

Dan saya kira, untuk semua pendaftar CASN di semua formasi pun akan beranggapan bahwa format CPNS banyak diminati ketimbang PPPK. Sebab, PNS akan mendapat dana pensiun setelah purna tugas, sedangkan PPPK tidak. Kalau urusan gaji, bahkan seorang PNS pendapatannya lebih kecil daripada pedagang plastik di pasar. Artinya, kalau urusan penghasilan bisalah dicari tanpa perlu berstatus PNS. Kalau mendapatkan penghasilan, tetapi tidak ngapa-ngapain seperti para pensiunan itu, tentu saja salah satu jalannya melalui CPNS.

Selain itu, siapa coba yang mau bekerja dengan kultur pemerintah Indonesia yang cenderung lebih terkenal sisi negatifnya daripada sisi positifnya itu, kalau bukan karena satu keistimewaan berupa mendapat uang pensiun ketika sudah purna tugas, sehingga bisa menikmati masa tua dengan ngopi, ngeteh dan ongkang-ongkang di beranda rumah sambil lihat film di Netflix atau baca novel kesayangan?

BACA JUGA ASN yang Rajin Itu Bukan Prestasi, tapi Bunuh Diri dan tulisan Dani Ismantoko lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2021 oleh

Tags: asnCASNdapodikGaya Hidup TerminalgurupnsPPGPPPK
Dani Ismantoko

Dani Ismantoko

Kepala madrasah swasta yang aktif mengamati dinamika pendidikan dan kondisi sosial di Indonesia.

ArtikelTerkait

lanjut s2

Dilema Fresh Graduate: Langsung Kerja, Lanjut S2, atau Daftar CPNS?

21 Oktober 2019
penyembelihan hewan kurban idul adha qurban madura mojok

5 Kelompok Warga dan Tugas Mereka Saat Penyembelihan Hewan Kurban

15 Juli 2021
Mencoba Menebak Maksud Tujuan Seseorang dari Stiker yang Ditempelnya terminal mojok

Mencoba Menebak Maksud Tujuan Seseorang dari Stiker yang Ditempelnya

7 Juni 2021
Mempertanyakan Orang-orang yang Masih Tertarik Kuliah Jurusan Pendidikan, padahal Lulusannya Banyak yang Sengsara Mojok.co

Mempertanyakan Orang-orang yang Kuliah Jurusan Pendidikan, padahal Jelas Lulusannya Bakal Sengsara

27 September 2025
Pengalaman Sales Platform Pendidikan Menjadi Guru Dadakan: kalau Keadaannya Begini, Nggak Kaget kalau Guru Mengeluh dan Stres

Pengalaman Sales Platform Pendidikan Menjadi Guru Dadakan: kalau Keadaannya Begini, Nggak Kaget kalau Guru Mengeluh dan Stres

1 September 2024
juvenoia remaja orang tua mojok

Juvenoia: Sebuah Ancaman atau Kegelisahan Orang Tua Semata?

11 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.