4 Jenis Campuran yang Sering Dipakai untuk Menambah Kenikmatan Tingwe – Terminal Mojok

4 Jenis Campuran yang Sering Dipakai untuk Menambah Kenikmatan Tingwe

Artikel

Kini tingwe sudah menjadi populer di kalangan anak muda, karena menjadi salah satu solusi akibat dari harga rokok yang kian meroket. Mereka sudah tidak peduli lagi kalau dianggap sebagai perokok yang sudah tua atau kuno. Karena mereka sudah tidak mampu untuk membeli rokok pabrikan jadi mereka beralih ke rokok aliran indie ini.

Tetapi belakangan yang saya amati, jarang sekali penikmat tingwe dari kalangan muda yang memberi unsur pendukung pada tembakau lintingannya. Mungkin ada yang menganggapnya itu ribet dan menambah biaya. Ada lagi yang memang ingin merasakan rasa khas dari tembakaunya saja. Padahal tembakau lintingan yang ditambahkan cengkeh aromanya lebih wangi. Memang, soal selera itu tidak bisa dipaksakan. Ada yang senang dengan tingwe polosan, ada juga yang terbiasa dengan tingwe ditambah rempah yang lain.

Bagi penikmat tingwe yang meracik dan melinting secara mandiri, saya biasanya menggunakan unsur wur untuk mendapatkan sensasi kumretek tersebut. Unsur inilah yang terbilang masih digunakan pada pembuatan rokok dalam industri. Meski tak sepenuhnya unsur-unsur pada wur juga digunakan oleh rokok pabrikan. Tapi ada beberapa bahan campuran yang sering digunakan pada racikan tingwe, agar kenikmatan merokok semakin maksimal.

Berikut campuran-campuran yang bisa membuat rokok lintingan ini lebih yahud.

Cengkeh

Cengkeh adalah jenis rempah yang dikenal sebagai identitas masyarakat Maluku Utara. Cengkeh ini menurut saya adalah unsur pendukung yang harus ada di dalam tingwe, karena cita rasanya sangat pas jika dipadukan dengan tembakau. Rempah ini juga yang menghasilkan “kumretek” pada rokok yang dihisap. Cengkeh memiliki rasa yang pahit dan pedas, tetapi aromanya manis dan cukup kuat. Banyak khasiat cengkeh yang lain seperti digunakan bumbu masakan, bisa juga dibuat menjadi minyak yang nantinya digunakan sebagai aromaterapi.

Baca Juga:  Jika Karl Marx Hidup Lagi, Ia Akan Bilang kalau Jadi Silent Reader Itu Candu

Kemenyan

Apa yang terlintas di benak pikiran ketika mendengar kata kemenyan? Mistis? Horor? Tidak benar jika kemenyan selalu identik dengan sesuatu yang berbau mistis. Kemenyan merupakan getah dari tanaman Styrax yang dikeringkan hingga mengkristal dan nantinya digunakan sebagai bahan baku obat-obatan dan kosmetik. Fungsi kemenyan pada tingwe adalah untuk membuat aroma wangi yang manis dan juga untuk menetralisir rasa tembakau yang keras. Saran saya, jangan terlalu banyak menaburi kemenyan karena bisa menghilangkan rasa khas dari tembakau yang digunakan.

Kelembak

Tumbuhan ini dikenal sebagai penghasil obat dan sering dipakai untuk wewangian. Aroma khasnya akan muncul selepas dikeringkan. Dalam campuran tingwe, bagian kelembak yang digunakan adalah akarnya. Kelembak biasanya menjadi bahan tambahan bersama dengan kemenyan. Perpaduan keduanya biasa disebut kelembak menyan. Penggunaaan kelembak sudah umum dikenal di Pulau Jawa. Terdapat khasiat lain dari kelembak seperti mampu menurunkan kolesterol jahat dan bisa mengatasi sembelit.

Kapulaga

Kapulaga termasuk rempah yang sering dipakai untuk bumbu masakan dan jamu karena memiliki aroma yang sedap. Aroma sedap ini berasal dari kandungan minyak atsiri pada kapulaga. Dari kandungan tersebut kapulaga memiliki khasiat sebagai obat batuk. Rempah ini biasanya juga dijadikan bahan baku saus rokok kretek. Jika ingin membuat tingwe dengan aroma yang sedap tambahkan rempah ini sedikit lebih banyak daripada rempah yang lain.

Baca Juga:  Rokok Kapitalis VS Rokok Pergerakan

Masih banyak lagi rempah yang lazim menjadi pendukun, tapi empat rempah di atas adalah rempah yang sering ada dan bahkan harus digunakan pada tingwe. Kalau ingin mencoba bisa membeli di beberapa toko tembakau. Kalau tidak ingin ribet bisa langung membeli racikan wur saja, jadi sudah tidak perlu membeli semua rempah-rempah di atas. Harga dari racikan wur ini juga sangat terjangkau hanya seribu rupiah.

Rempah-rempah yang disebutkan tadi juga biasanya diseduh sebagai jamu. Ketika digunakan sebagai unsur pendukung pada tingwe, tidak akan juga mengurangi manfaat yang ada. Sekali lagi, tingwe bukan melulu rokoknya para sepuh dan kuno. Tradisi tingwe juga milik kita, orang merdeka.

Demikianlah beberapa unsur pendukung yang biasa terdapat pada tingwe. Semoga petingwe bisa sedikit paham dan semakin enjoy menikmati tingwe. Merokoklah dengan bijak dan santun, jangan nyolong korek temen.

BACA JUGA Sudah Tahu Bakal Sakit Hati, Malah Masih Kepo Mantan Berulang Kali dan tulisan Risky Priadjie lainnya.

Baca Juga:  Preman Pensiun Episode 17, Musim 1: Kang Bahar Fix Pensiun!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.