Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

4 Hal yang Patut Anda Cantumkan dalam Resolusi Tahunan

Erwin Setia oleh Erwin Setia
29 Desember 2019
A A
4 Hal yang Patut Anda Cantumkan dalam Resolusi Tahunan
Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak pernah membikin resolusi. Tapi, berhubung saya banyak melihat orang-orang menyusun resolusi tahun demi tahun, saya terpancing melakukan sesuatu. Sesuatu yang selintas akan membuat saya terlihat seperti Mario Teguh atau Merry Riana atau seorang tokoh dalam novelnya Paulo Coelho. Saya hendak memberikan sejumlah saran mengenai penyusunan resolusi.

Saya tidak tahu apakah saran-saran saya ini bakal berguna atau tidak. Namun, itu bukan soal. Tugas saya hanya menuliskannya saja. Perkara bakal pembaca praktikkan atau tidak, tentu itu di luar kuasa saya. Oke, berikut daftarnya:

Satu: Buku yang Hendak Dibaca

Saya tidak tahu apa hal yang lebih menyenangkan dan lebih baik ketimbang membaca buku. Makan pizza di restoran temaram bersama orang tercinta tentu menyenangkan, tetapi kesenangan yang bisa didapat dari membaca buku adalah kesenangan yang khas. Suatu kenikmatan dan kebahagiaan yang sulit dipaparkan dengan kata-kata tertentu.

Saya tidak peduli apakah Anda suka membaca atau tidak. Saya tetap bakal meneruskan saran nomor satu ini. Mula-mula soal jumlah. Dalam setahun ada kurang lebih 50 minggu atau 12 bulan. Dengan waktu sepanjang itu, saya kira seseorang—siapapun dia, asalkan tidak buta huruf—semestinya bisa membaca paling tidak 30 buku dalam setahun. Anda tahu, Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang kekayaannya tumpah ruah dan sibuk bukan main itu, mereka tetap menyempatkan membaca banyak buku. Jadi, kenapa kita tidak?

Mengenai judul buku, tentu ada banyak sekali buku-buku bagus yang perlu dibaca. Saya belum membaca banyak buku. Namun, kalaulah harus memberi semacam rekomendasi, saya kira buku-buku karya Yuval Noah Harari, Yusi Avianto Pareanom, Eka Kurniawan, Arthur Schopenhauer, dan Puthut EA adalah buku-buku yang sepatutnya dimasukkan dalam daftar teratas karya yang perlu segera dibaca.

Dua: Film yang Hendak Ditonton

Menonton sinetron semacam Tukang Ojek Pengkolan atau Dunia Terbalik sebetulnya bukanlah hal buruk. Jika Anda terbiasa menonton sinetron-sinetron sejenis itu, bukanlah sebuah dosa apabila mempertahankannya. Namun, sebagaimana bacaan, memilih tontonan yang tepat dan bagus adalah sebentuk rasa syukur kita kepada Tuhan atas nikmat melihat dan berbahasa yang Dia karuniakan.

Konon, situs streaming film bajakan terkenal di Indonesia bakal dibekukan. Tapi Anda tak perlu cemas. Dari apa-apa yang sudah terjadi, kita tahu bahwa segalanya seperti apa yang katakan Banda Neira, “yang patah tumbuh, yang hilang berganti”. Jadi, kalem saja. Anda tetap bisa menonton dan menyusun film-film yang akan Anda tonton tahun depan. Tontonlah setidaknya 50-100 film. Ada 3 film yang layak Anda tonton di tahun depan (jika Anda belum menontonnya): Parasite (2019), Psycho (1960), dan Pan’s Labyrinth (2006). Itu film-film yang populer. Adapun kenapa semuanya berawalan ‘p’, tentu saja itu sebagai alternatif bagi Anda bila seorang teman tiba-tiba ngirim pesan ‘p’. Anda teruskan saja pesan itu dengan judul-judul film tersebut, lalu bilang, “Maksud kamu Parasite, Psycho, atau Pan’s Labyrinth”.

Tiga: Kota yang Hendak Dituju

Ada banyak kota di dunia ini. Anda bisa memasukkan sejumlah nama kota untuk dikunjungi dalam resolusi tahunan Anda. Percayalah, perjalanan itu sesuatu yang penting. Perjalanan bakal memperluas yang sempit dan mencerahkan yang gelap. Terdengar berlebihan, sih. Tapi begitulah adanya. Kadang, Anda bisa melihat kualitas seseorang dari sebanyak apa kota yang pernah dia kunjungi. Kecuali pengusaha bengis dan pejabat korup yang doyan jalan-jalan. Mereka tak masuk hitungan.

Baca Juga:

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

Tidak perlu memasukkan kota-kota yang jauh. Mulailah perjalanan dari yang dekat-dekat. Jika Anda mukim di Jakarta, pergilah ke Karawang. Jika Anda mukim di Banjarmasin, pergilah ke Samarinda. Jika Anda mukim di Makassar, pergilah ke Manado. Sila susun daftar kota impian Anda sendiri.

Empat: Penemuan-Penemuan dan Karya-Karya

Manusia adalah makhluk, secara etimologi berarti “yang diciptakan”. Namun, tidak seperti pohon sawo, trenggiling, ataupun batu kali, manusia punya pikiran dan daya untuk mencipta; menemukan. Manusia bisa berkarya. Manusia bisa menulis, melukis, menenun, dan sebagainya.

Saya kira penting untuk menulis penemuan atau karya apa yang akan Anda hasilkan di tahun depan. Mungkin sebuah novel atau sebingkai lukisan abstrak atau sebuah foto pemandangan atau sehelai tenunan. Apa pun. Untuk menemukan atau menghasilkan karya tertentu tidak harus seperti Thomas Alva Edison atau Leonardo Da Vinci. Temuan-temuan atau karya-karya kecil dan sederhana pun tetap merupakan sebuah penemuan dan karya.

Demikianlah. Barangkali 4 saran di atas bisa sedikit memberi arahan atau gambaran tentang resolusi yang ingin Anda capai di tahun depan. Semoga bermanfaat. Kalaupun tidak bermanfaat, ya nggak apa-apa juga, sih.

BACA JUGA Resolusi Tahun Baru Anti-mainstream dan Anti Gagal Ala Mojok atau tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2022 oleh

Tags: BukuFilmresolusi tahun baru
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

Harus Ada Aturan Wajib Baca Buku untuk Guru. Segera! Kalau Nggak, Pendidikan Kita Jalan di Tempat

Harus Ada Aturan Wajib Baca Buku untuk Guru. Segera! Kalau Nggak, Pendidikan Kita Jalan di Tempat

9 April 2024
Clickbait series netflix mojok

Apa pun Alasannya, Memaklumi Pembajakan Film Jelas Ra Mashok!

7 Oktober 2021
bodo amat

Bodo Amat dengan Buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”

20 Mei 2019
Sumber gambar Nussa Official Instagram

5 Kesamaan yang Dimiliki Film Nussa dan Serial Upin & Ipin

1 November 2021
Hah, Serial One Piece Lebih Baik? Padahal Ceritanya Aja Bermasalah!

Mencari Tahu Buku Apa Saja yang Jadi Bacaan Nico Robin dalam Serial One Piece

11 Mei 2020
5 Rekomendasi Film Noir Korea yang Wajib Ditonton

5 Rekomendasi Film Noir Korea yang Wajib Ditonton

6 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.