Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

4 Hal yang Harus Dilakukan di Resepsi Pernikahan Saudara

Hendra Purnama oleh Hendra Purnama
27 Desember 2022
A A
4 Hal yang Harus Dilakukan di Resepsi Pernikahan Saudara (Unsplash)

4 Hal yang Harus Dilakukan di Resepsi Pernikahan Saudara (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu ajang kumpul keluarga besar selain hari raya adalah ketika ada resepsi pernikahan. Mau di gedung atau di rumah, di acara resepsi pernikahan saudara, hampir semua anggota keluarga besar akan hadir. Mereka semua saling membantu untuk menyukseskan acara. Sebab biar bagaimana, nama baik keluarga besar jadi pertaruhan di depan para tamu.

Masalahnya, ada banyak rambu yang perlu diperhatikan oleh anggota keluarga. Berikut empat rambu yang harus dilakukan di acara resepsi pernikahan saudara.

#1 Makan dulu

Mau status kita pengantar pengantin pria yang bawa seserahan seabrek atau kerabat pengantin wanita yang tugasnya “hanya” menunggu di lokasi acara, pastikan kita harus makan dulu. Jangan berharap langsung makan di acara resepsi pernikahan. Karena meski memang akan ada sesi prasmanan bagi anggota keluarga, tapi biasanya acara itu baru bisa terlaksana berjam-jam kemudian.

Mengapa begitu? Sebab, sebelum sampai ke acara makan-makan, biasanya akan ada sambutan dulu dari perwakilan kedua mempelai, lalu ceramah pernikahan, kadang Pak RT ikut kasih sambutan juga. Seolah belum cukup, acara sambutan akan disambung acara adat, lalu prosesi inti akad nikah, acara adat lagi, sungkeman, dan lain-lainnya, baru deh anggota keluarga dipersilahkan menuju ke meja prasmanan.

Dengan masa tunggu yang relatif lama, kasihan mereka yang belum makan dari pagi. Itulah kenapa di acara-acara nikahan ada saja anggota keluarga yang malah mengantre baso tahu, batagor, atau siomay pada saat prosesi akad berlangsung. Mereka tidak salah-salah banget sih, ya namanya lapar mau gimana lagi?

Makanya, lebih baik kalau kita makan dulu deh. Jadi saat proses acara, kita bisa ikuti dengan lengkap dan khidmat, tidak terganggu perut keroncongan menunggu resepsi pernikahan. Lebih baik juga kalau tuan rumah menyediakan makanan untuk para anggota keluarga besan, minimal boks kue, agar mereka bisa menikmati prosesi sambil mengganjal perut.

#2 Jangan Menghalangi tim dokumentasi

Salah satu hal menyebalkan dari anggota keluarga pengantin adalah berebutan ambil foto dan video saat prosesi akad nikah, atau juga momen penting lain, misalnya momen upacara adat. Terus terang saja, itu sangat-sangat-sangat mengganggu petugas dokumentasi.

Sebab, biasanya, ketika mendekati momen-momen penting, fotografer dan videografer sudah ambil posisi enak banget, framenya udah cantik, blokingnya sudah pas. Eh tiba-tiba saat momennya tiba semua anggota keluarga berdiri, ngacung-ngacungin ponsel ikut merekam. Mending kalau nggak menghalangi kamera tim dokumentasi. Hingga seringnya kita lihat fotografer dan videografer harus pindah posisi, merelakan golden spot mereka karena nggak enak hati kalau mau menggeser anggota keluarga.

Baca Juga:

Ngunduh Mantu di Desa Adalah Arisan Bergilir Berkedok Persaudaraan

Menghitung Utang Maksimal untuk Biaya Nikah biar Nggak Langsung Kere Selesai Hajatan

Jadi, pada momen itu, anggota keluarga duduk saja. Santai. Nikmati keharuan dan keseruan dengan mata kepala sendiri. Sudah ada petugas yang dibayar untuk merekam momen acara. Lagian, sepenting apa sih live Instagram atau menyebarkan rekaman prosesi secara update? Memang ada yang nonton? Memang orang lain akan anggap itu penting? You’re not that famous.

Lalu mungkin lantas ada yang protes: “Lah, kamera-kamera gue! Resepsi pernikahan juga kawinan sepupu gue! Kenapa jadi ngelarang-larang?”

Oh, ya memang boleh sih tapi kalau malah mengganggu petugas resmi, bukannya malah bikin dokumentasi acara “kawinan sepupu gue” itu berantakan? Jadi, kalau misalnya tetap gatel ingin punya rekaman pribadi atau buat diposting di Instastory, lebih baik titipin ponselnya ke tim dokumentasi.

#3 Jangan obrak-abrik alat make up tim perias

Seorang penata rias yang tidak mau disebutkan namanya pernah mengeluh ketika serombongan anggota keluarga tiba-tiba masuk kamar dan nyoba-nyoba deretan lipstik berbagai warna yang ngejajar di kotak rias. “Gue aja pake lipstik itu hemat-hemat, pakai kuas, hati-hati banget. Ini mereka enak aja main comot dan pake langsung!” Keluhnya.

Memang sih, salah satu privilege anggota keluarga adalah bisa masuk-masuk ke ruang pribadi pengantin sebelum resepsi pernikahan. Misalnya kamar rias. Masalahnya, selalu ada saja anggota keluarga yang bukan cuma masuk tapi juga “ngeratak”. Dan keluhan salah satu penata rias adalah yang sering “dikeratak” adalah koper alat-alat make up. Definisi ngeratak tentunya tanpa izin, karena merasa diri sebagai kerabat yang punya acara.

Hal ini sering menimbulkan tekanan batin sendiri bagi para perias. Mau melarang susah, karena yang melakukan itu anggota keluarga. Mereka yang punya acara, dan yang nanti bayar honornya. Mau dibiarin juga gimana, karena peralatan make up yang diobrak abrik dan dicobain itu harganya tidak main-main. Bahkan penata riasnya sendiri juga pakenya hemat-hemat dan dengan cara yang benar biar tidak cepat habis.

Jadi please, kalau memang ada riasan yang mau diperbaiki atau ditambah sebelum resepsi pernikahan, kalau perlu alat rias tertentu, minta izin dulu. Mungkin penata rias tidak ada waktu untuk merias orang lain, apalagi kalau acaranya hectic, tapi paling tidak tanya dulu caranya, alat mana yang bisa dipakai, kosmetik mana yang bisa dicoba.

Paling tidak, ingatlah bahwa para penata rias sudah membeli kosmetik-kosmetik itu untuk usaha dia, untuk bisnis dia. Jadi bukan barang tester yang bisa dicoba semaunya.

#4 Perhatikan kesejahteraan panitia acara

Resepsi pernikahan tidak akan berjalan dengan baik tanpa kinerja yang baik juga dari panitia. Selain videografer, fotografer, atau penata rias, ada juga MC, pemusik, tukang angkut-angkut piring, keamanan, penjaga booth makanan, dan lain-lain. 

Baik semua berstatus karyawan event organizer, tetangga yang bantu-bantu sukarela, hansip desa, atau saudara sendiri, janganlah pernah alpa memperhatikan kondisi mereka. Apakah mereka lelah? Sakit? Atau minimal sempatkan tanya sesekali, “Sudah makan belum? Ada kendala yang perlu dibereskan segera?”

Dengan melakukan itu, paling tidak akan membuat mereka merasa dihargai dan mudah-mudahan itu akan membuat mereka makin semangat bekerja.

Baiklah, itu empat hal yang harus diperhatikan ketika kita hadir di resepsi pernikahan saudara. Semoga dengan memperhatikan keempat hal ini, bukan hanya acara resepsi makin lancar, tapi kita juga bisa mengikutinya dengan lebih bahagia.

Penulis: Hendra Purnama

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Tips Sukses Menyelenggarakan Resepsi Pernikahan di Rumah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2022 oleh

Tags: nikahan saudararesepsiresepsi pernikahanresepsi saudara
Hendra Purnama

Hendra Purnama

Penulis yang tidak idealis, penggemar tim sepakbola gurem, hobi bernafas dan menyikat gigi sendiri.

ArtikelTerkait

Ngunduh Mantu di Desa Itu Arisan Bergilir Berkedok Persaudaraan (Unsplash)

Ngunduh Mantu di Desa Adalah Arisan Bergilir Berkedok Persaudaraan

20 Juni 2024
Menormalisasi Resepsi Pernikahan Tanpa Sumbangan. Bukannya Sultan, Hanya Nggak Ingin Punya Beban Mojok.co

Menormalisasi Resepsi Pernikahan Tanpa Sumbangan. Bukannya Sultan, Hanya Nggak Ingin Punya Beban

13 Desember 2023
kondangan

Jenis-Jenis Orang di Dunia Per-kondangan-an

23 Agustus 2019
5 Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel Mojok.co

Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel

16 Desember 2023
kapan nyusul nikah kondangan

Weekdays Adalah Waktu Terbaik Menggelar Kondangan, dan Saya Serius!

13 Mei 2023
4 Skill Karang Taruna di Desa yang Sulit Disaingi oleh Warga Kota Mojok.co

4 Skill Karang Taruna di Desa yang Sulit Disaingi oleh Warga Kota

25 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.