Menjawab Pertanyaan Sejuta Umat: Kenapa Dekorasi Pengantin Mahal? – Terminal Mojok

Menjawab Pertanyaan Sejuta Umat: Kenapa Dekorasi Pengantin Mahal?

Artikel

Saya suka nonton stand up comedy sampai pada suatu masa, saya melihat performa dari Indra Jegel. Bang Indra membahas soal biaya pernikahan, dan tentu saja dekorasi pengantin ikut-ikutan dibahas. Isinya tentang harga dekorasi yang mahal. Saya paham, kadang yang namanya harga suka tak masuk akal. Walau memang ada oknum yang naikin harga seenak jidat, kemampuan finansial konsumen juga kadang memengaruhi. 

Maksud saya, memang kadang ada yang namanya konsumen model kagetan saat mendengar harga tanpa melihat proses dan hasil kerja. Selayaknya konsumen pada umumnya, pasti ingin barang bagus tapi harga murah. Tapi, semua tak semudah itu, Bung!

Di era pandemi harga dekorasi pengantin banyak yang turun. Kesempatan bagus untuk Anda menikah sih. Tapi, walau sudah diturunkan, masih ada saja yang protes kemahalan. Kemampuan finansial dan kadang masih ditambah kengeyelan hqq sangat memengaruhi transaksi. Pernah lho, ada yang nawar dekorasi pelaminan sampai harga Rp300 ribu, padahal dekor pelaminan yang termurah saja rata-rata di kisaran Rp2,5 juta di ukuran maksimal panjang 6 meter, alias cilik banget (ini harga rata-rata di wilayah Jogja dan Magelang).

Sebagai tukang dekor alias dekorator yang belum pernah didekor, saya merasa perlu membuat semacam tulisan pencerahan yang penuh penjelasan matematis dan sarat nilai kebaikan sebisa saya. Ada banyak faktor yang memengaruhi harga dekorasi pengantin. Salah satunya adalah harga dari Wedding Organizer. Kadang kala, ada saja WO yang nyari untung agak bombongan. 

Tapi, itu tak semua, kebanyakan mengikuti harga pasar. Jadi, harga kami ini tak seperti yang tertera di brosur WO, lebih murah. Tips kalau mau lebih murah ya, pesan langsung ke dekoratornya.

Selanjutnya ada biaya tenaga ahli. Tenaga ahli ini macam-macam jenisnya. Ada yang ahli di menata bunga, ada yang ahli pasang ini itu, ada yang bagian panjat-panjat, dll. Tapi, kebanyakan dari mereka ini multitasking, ditaruh di mana-mana memang harus bisa. Dalam satu orderan, mereka bisa dapat bayaran Rp250 ribu sampai Rp500 ribu per hari atau per orderan, tergantung kemampuan dan tingkat kesulitan pekerjaan. Jika 4 orang tenaga ahli yang dibutuhkan, sudah habis duit Rp1 juta sampai Rp2 juta. Itu kalau dekorasi pengantin kelas reguler, kalau yang dekorasi komplet, besar, dan perlu orang lebih dari 10, bisa dibayangkan biaya pekerja per orang lebih dari biasanya.

Selanjutnya biaya sewa alat. Ini juga hal penting untuk dijelaskan karena banyak yang berpikir alat-alat yang kami bawa itu tak bisa habis dan awet. Memang tak habis, tapi bisa rusak dan kami harus bikin banyak properti dekorasi yang baru dan hampir tiap hari. Ada kabel, lampu-lampu gantung, lampu sorot, ada panel-panel dinding, ada banyak daun dan tanaman plastik, dan masih banyak lagi.

Belum kalau pakai taman asli, berarti harus bawa tanaman hias dalam pot yang banyak, mereka perlu dirawat, bawa mobil tersendiri, ada biayanya juga. Karpet dan kain-kain yang paling sering rusak dan kotor. Setiap minggu, biaya membersihkan karpet dan kain itu tak sedikit, bisa sampai ratusan ribu dan jutaan. Belum kalau kain atau karpet kena kuah rendang atau es krim yang jatuh, dicuci juga percuma, alhasil harus beli baru. Apalagi di acara kampung atau outdoor, hujan dan panas pasti merusak banyak alat, terutama karpet yang penuh tanah, debu, dodol, wajik, jenang, kuah bakso, tisu bekas, sampai ada kucing yang buang hajat di situ juga. Hadeeeh.

 Apalagi kalau listrik tak stabil, lampu pasti ada yang rusak. Makanya, semakin besar dan megah dekorasimu, banyak alat yang harus digunakan, berarti biaya alat jadi banyak.

Ada juga bunga yang harganya fluktuatif. Katakanlah satu ikat bunga seharga Rp25 ribu grade A langsung dari petani, berisi 10 tangkai bunga. Kalau harga naik, bisa sampai harga 35 atau 40 ribu per ikat. Untuk dekorasi termurah, kita perlu 20 ikat minimal, berarti kita perlu 500 ribu, itu baru bunga. Ada floral foam, ada daun pillow dan daun hias lain seperti ceplok piring, palem, dll. Semua beli lho, nggak nanem sendiri, apalagi nyuri punya taman kota (banyak tukang dekor yang begitu soalnya).

Kalau dekorasi full bunga segar untuk gedung besar, bisa sampai Rp5 jutaan. Itu bunga biasa yang grade A, kalau client minta mawar holland, bisa habis sampai dua kali lipat. Makanya, kadang ada yang minta kombinasi bunga plastik, biar lebih murah.

Biaya transportasi dan biaya perut juga ada. Untuk jarak dekat dan luar kota, biayanya beda. Tentu kami perlu truk dan mobil yang hanya bisa jalan kalau diisi bensin. Orang yang kerja juga butuh makan, biar sehat dan kuat. Belum kalau saya harus ngeluarin kocek khusus rokok dan kopi untuk para pekerja.

Namun, dari semua itu, yang paling pamungkas dan jarang dihargai adalah biaya desain. Membuat desain untuk dekorasi pengantin itu nggak mudah, apalagi yang mintanya aneh-aneh. Dekorasi custom tentu akan dikenakan biaya lebih. Makanya, kadang dekorasi mewah bisa sampai puluhan juta. Membuat desain yang ciamik dan oke punya, tak semudah yang dibayangkan. Kadang desain yang diminta estimasi biayanya sekian, tapi nggak disetujui dan tetap ngeyel harus seperti itu desainnya. Alhasil harus memutar otak dan nyari jalan biar irit, tapi client puas.

Jadi, untuk dekorasi pelaminan termurah sekitar Rp2,5 sampai Rp3 juta, keuntungan yang kami dapat tak seperti yang Anda bayangkan. Begitu juga untuk dekorasi kelas Rp15-20an juta, sama saja. Walau dekor pilih yang mahal, biaya bunga, tenaga kerja, waktu kerja, biaya sewa properti, dan biaya yang lain justru tambah banyak. Sering kami tekor di harga bunga yang tiba-tiba naik sampai 2 kali lipat, biasanya karena cuaca buruk dan permainan tengkulak. Belum lagi pungli dari oknum-oknum penyelenggara acara dan semacam preman-preman daerah situ. Selalu ada biaya tak terduga.

Saran saya, kalau mau menikah tak perlu yang mewah-mewah. Kalau kata Prie GS, “Pesta pernikahanmu tak harus mewah, tapi cintamu yang harus megah.” Pahami bahwa menikah itu ya menikah, bukan saat Anda berdiri di atas pelaminan dengan riasan asoy dan dekorasi pengantin yang megah, itu semua cuma untuk bersalaman dengan tamu.

Dekorasi tak perlu yang megah-megah, apalagi sampai puluhan juta, eman-eman. Saran dari saya, dekorator yang belum pernah didekor, jangan termakan gengsi, duit segitu banyak percuma dibuang untuk hal tak penting. Tapi, kalau ngeyel tetap mau bermewah-mewah atas dasar falsafah sekali seumur hidup, tak saya larang, silakan hubungi saya, pokoknya jos gandos.

BACA JUGA Pengalaman Gelar Pesta Pernikahan dengan Budget Irit: Siapa Tahu Kamu Butuh! dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Baca Juga:  Gelar Hajatan Itu Nggak Wajib, Buat Apa Dipaksakan?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.