Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

4 Aliran Kepercayaan Masyarakat Bikini Bottom yang Jarang Disorot

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
2 Mei 2022
A A
4 Aliran Kepercayaan Masyarakat Bikini Bottom Terminal Mojok

4 Aliran Kepercayaan Masyarakat Bikini Bottom (Cody Engel/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepanjang belasan tahun menonton SpongeBob SquarePants, saya jarang banget melihat ada unsur-unsur kepercayaan dalam kehidupan masyarakat Bikini Bottom. Selama nonton, saya nggak pernah tuh melihat pengunjung Krusty Krab berdoa dulu ketika hendak makan Krabby Patty. Saya nggak pernah melihat SpongeBob atau yang lainnya berdoa dulu ketika hendak masuk kamar mandi.

Bahkan ketika upacara kematian Squidward—meskipun itu salah sangka—di episode Squidward the Unfriendly Ghost, saya tetap nggak melihat ada masyarakat Bikini Bottom yang berdoa. Pol mentok ngelayat sambil nangis doang. Apalagi sampai doa tujuh harian, blas nggak ada.

Sebelumnya, saya memang menggunakan konsep kepercayaan dibandingkan agama dalam tulisan ini, sebab agama lebih kompleks dengan berbagai tetek bengek aturannya dibandingkan aliran kepercayaan. Selain itu, saya memang ingin menelusuri sesuatu yang lebih mendasar dari film SpongeBob SquarePants, yakni kepercayaan.

Saya berusaha memaklumi kenapa SpongeBob SquarePants jarang mempertontonkan unsur kepercayaan di dalam kehidupan masyarakat Bikini Bottom. Ya, soalnya film ini lahir dari dunia barat yang kebanyakan dari mereka menganut sekularisme. Jadi, nggak ada tuh mistikisme, kepercayaan, atau agama eksis dipertontonkan dalam kehidupan masyarakat Bikini Bottom.

Meski begitu, saya nggak menganggap masyarakat Bikini Bottom se-ateis itu juga yang menolak total kepercayaan. Justru dalam momen tertentu, saya menemukan terdapat beberapa aliran kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat Bikini Bottom. Entah apa alasan Stephen Hillenburg memunculkan aliran kepercayaan dalam SpongeBob SquarePants, yang jelas, setidaknya ada empat aliran kepercayaan di tengah masyarakat Bikini Bottom.

#1 Aliran kepercayaan kulit kerang ajaib

Aliran kepercayaan yang dianut oleh SpongeBob, Patrick, dan seorang penjelajah hutan ini mempercayai sebuah mainan kulit kerang ajaib yang dapat mengeluarkan nasihat, petunjuk, wejangan, jawaban, atau lainnya kepada mereka yang mengajukan pertanyaan kepada kulit kerang ajaib tersebut.

Ilustrasi kulit kerang (Unsplash.com)

Aliran kepercayaan yang muncul di episode Club SpongeBob ini memperlihatkan bagaimana patuhnya SpongeBob dan Patrick kepada sosok yang diagungkan, yakni kulit kerang ajaib. Bahkan ketika mereka terjebak di hutan dan kulit kerang ajaib menyuruh mereka untuk nggak melakukan apa-apa, SpongeBob dan Patrick nggak melakukan apa-apa.

Mereka hanya terdiam hingga berbagai makanan dan tenda tiba-tiba turun dari langit karena jatuhan dari sebuah pesawat yang membuang perbekalannya. SpongeBob dan Patrick sendiri percaya bahwa pemberian makanan tersebut merupakan karunia dari kulit kerang ajaib.

Baca Juga:

Patrick Star dalam SpongeBob SquarePants Sebenarnya Orang Kaya yang Pura-pura Bodoh demi Bisa Bahagia

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

#2 Aliran kepercayaan pondok cephalopoda

Aliran kepercayaan Pondok Chepalopoda atau Cephalopod Lodge ini sebagaimana namanya dianut oleh kalangan chepalopoda alias kalangan gurita dan cumi-cumi, termasuk Squidward. Aliran kepercayaan yang muncul di episode Cephalopod Lodge ini memang nggak begitu dijelaskan secara rinci.

Namun, dalam episode tersebut terlihat bahwa ritual dalam aliran ini dilakukan pada hari Rabu ketiga setiap bulannya. Sehingga nggak heran jika Squidward selalu bahagia di hari Rabu ketiga tersebut. Selain itu, ritualnya dilakukan di sebuah padepokan yang berbentuk seperti piramida dan mengenakan pakaian serba merah dengan simbol seperti mata satu layaknya simbol Freemason.

Anggota baru dalam aliran ini biasanya disahkan melalui penyetruman belut moray yang diagungkan pemeluk aliran ini. Terakhir, menurut pempinan aliran ini, kaum Chepalopoda sangat memusuhi bunga karang dan bintang laut. Makanya ketika SpongeBob dan Patrick ketahuan menyusup ke dalam padepokan, seketika mereka dikeluarkan dengan paksa beserta Squidward selaku penanggung jawab atas penyelundupan tersebut.

Belut moray (Unsplash.com)

#3 Aliran kepercayaan pemuja Dewa Neptunus

Banyak dari para penonton SpongeBob SquarePants yang sudah tahu bahwa animasi ini juga menampilkan karakter Dewa Neptunus. Menurut saya, selain menjadi dewa, Neptunus di sini juga menjadi raja yang segala keinginannya harus dipenuhi dan dilayani. Misalnya dalam episode The Clash of Triton yang mana ulang tahun Neptunus dirayakan dengan memberi jamuan kepada Dewa Neptunus, dan bahkan memberi hadiah yang memang diharapkannya.

Banyak masyarakat Bikini Bottom yang loyal sebagai pemuja Dewa Neptunus. Salah satu contohnya seperti dalam episode High Sea Diving yang mana masyarakat Bikini Bottom menganggap mereka diberkati oleh Neptunus karena hadiah barang-barang yang berjatuhan dari langit.

Akhirnya masyarakat Bikini Bottom bersyukur, berterima kasih, bahkan memanjatkan doa permintaan barang tertentu kepada Neptunus. Padahal sebenanya barang-barang yang berjatuhan itu adalah sampah manusia yang mengapung dan tenggelam di laut Bikini Bottom.

Patung Dewa Neptunus (Unsplash.com)

#4 Aliran kepercayaan penganut prajurit lumba-lumba terakhir

Pada episode Sponge-Cano! diceritakan suatu hari yang dianggap menyengsarakan menurut Squidward, yakni saat gunung berapi di Bikini Bottom memuntahkan lavanya. Kemudian, di sebuah tempat pengungsian dan ketika semua masyarakat Bikini Bottom kebingungan mencari solusi, tiba-tiba muncul seekor lumba-lumba terakhir.

Ia merupakan prajurit lumba-lumba terakhir dari ras lumba-lumba yang pernah mendiami Bikini Bottom di masa lampau, sebelum ras tersebut disapu bersih oleh gunung berapi di Bikini Bottom. Saya sendiri melihat prajurit lumba-lumba ini lebih mirip sebagai seorang petapa yang muncul tiba-tiba ketika dunia hendak kiamat.

Untuk mencegah agar gunung berapi tidak meluluhlantakkan masyarakat Bikini Bottom, prajurit lumba-lumba ini menyarankan untuk melakukan ritual pengorbanan orang yang paling sengsara di Bikini Bottom. Pengorbanan ini dilakukan dengan melemparkan orang tersebut ke kawah gunung berapi hidup-hidup. Dan, kebetulan orang yang paling sengsara tersebut adalah Squidward.

Karena diselimuti rasa cemas, ketakutan, bingung campur aduk bak gado-gado, akhirnya para warga tanpa pikir panjang melakukan ritual yang disarankan seorang petapa prajurit lumba-lumba tersebut.

Itulah beberapa aliran kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Bikini Bottom, yang mungkin jarang tersorot karena terselimuti oleh gelak tawa ketika menontonnya. Se-ateis apa pun masyarakat Bikini Bottom, mereka tetap memiliki kepercayaan yang dipegang teguh meski tidak begitu nampak.

Penulis: Mohammad Maulana Iqbal
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Tokoh di SpongeBob SquarePants Beserta Ideologinya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2022 oleh

Tags: aliran kepercayaanbikini bottomSpongebob squarepants
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

4 Kebijakan Saya jika Magang Jadi Bupati Bikini Bottom terminal mojok.co

4 Kebijakan Saya jika Magang Jadi Bupati Bikini Bottom

19 Juli 2021
Andai SpongeBob Jadi Seorang HRD yang Menolak 'Orang Dalam' di Suatu Perusahaan terminal mojok.co

Kartun SpongeBob SquarePants di Mata Anak Kecil

17 September 2019
4 Tempat di Bikini Bottom yang Bikin Saya Kecewa terminal mojok.co

4 Tempat di Bikini Bottom yang Bikin Saya Kecewa

10 Desember 2021
spongebob

Izinkan Saya Bertemu Idola Saya: SpongeBob SquarePants

15 Agustus 2019
4 Tipe Polisi yang Ada di Bikini Bottom terminal mojok.co

4 Tipe Polisi yang Ada di Bikini Bottom

10 Februari 2021
Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

28 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.