Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
10 November 2025
A A
4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang Mojok.co

4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu fenomena menarik yang saya amati dari orang Solo. Mereka lebih senang melipir ke Jogja daripada ke Semarang. padahal, jarak Solo ke Jogja maupaun Semarang sebenarnya tidak terpaut jauh, sekitar 60-65 km. Namun, entah kenapa, bagi orang Solo, bepergian ke Jogja terasa lebih nyaman, terasa lebih pas. 

Tulisan ini tidak bermaksud merendahkan Semarang lho ya. Kota Atlas memang punya keunikan dan kelebihan yang tidak dimiliki Solo maupun Jogja. Hanya saja, semenarik apapun kotanya, rasanya orang Solo lebih senang bepergian ke Jogja. Menurut saya, ada beberapa alasan yang mendorongnya. 

#1 Perkembangan Solo Raya mengarah ke selatan mendekati Jogja

Ada istilah Solo Raya yang mencakup wilayah eks Karesidenan Surakarta, seperti Kota Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Nah, yang menarik wilayah-wilayah ini secara natural punya gravitasi ke arah Solo dan Jogja. Bahkan, ada fenomena unik di Klaten, khususnya daerah Delanggu, warga di sana sering “krisis identitas”. Mereka yang rumahnya dekat dengan Solo mengaku orang Solo, yang lebih dekat dengan Jogja mengaku orang Jogja. 

Kenapa ini terjadi? Secara geografis dan kultural, wilayah Solo Raya ini berada di antara dua pusat budaya Jawa yang kuat. Tapi, yang lebih menarik lagi, orientasi warga Solo Raya lebih condong ke selatan (Jogja) ketimbang ke utara (Semarang). Ini bisa dilihat dari berbagai aspek, diantaranya dari tempat nongkrong, belanja, sampai tujuan wisata akhir pekan.

Coba saja tanya orang Solo mau jalan-jalan akhir pekan. Pasti kebanyakan akan menjawab dengan “meh Jogja” daripada “meh Semarang”. Bahkan, untuk urusan belanja barang tertentu yang di Solo nggak ada, pilihan pertama ya ke Jogja. Ke Semarang? Ya kalau memang kepepet atau ada urusan kantor.

#2 Akses Solo ke Jogja lebih nyaman dan murah

Dari segi aksesibilitas, perjalanan Solo-Jogja memang lebih ramah di kantong. Jarak sekitar 60 kilometer bisa ditempuh dengan berbagai moda transportasi yang relatif murah. Mau naik kereta ada, mau naik bus ada, mau naik travel juga banyak. Bahkan, kalau nekat naik motor pun masih terasa wajar.

Menariknya, perjalanan ke Jogja juga melewati daerah-daerah yang punya daya tarik sendiri. Lewat jalur utara misalnya, kamu bisa mampir ke Prambanan. Lewat jalur selatan bisa singgah ke Imogiri atau kawasan perbukitan yang Instagramable. Jadi perjalanan ke Jogja bukan cuma soal tujuan, tapi juga prosesnya yang menyenangkan.

Coba bandingkan dengan perjalanan ke Semarang. Jarak ke sana sedikit lebih jauh dan punya medan menantang. Meski sekarang sudah ada tol yang mempersingkat waktu tempuh, tapi tetap saja perjalanan ke Semarang terasa perlu effort lebih untuk sekadar jalan-jalan atau nongkrong santai akhir pekan. 

Baca Juga:

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

#3 Banyak pilihan event dan destinasi wisata

Destinasi wisata di Jogja lebih beragam. Bayangkan saja, di satu daerah kalian bisa ke pantai gunung, perkotaan, pedesaan, wisata budaya, sejarah, kuliner, event seru, hingga kafe-kafe lucu. Pokoknya serba ada. Banyaknya pilihan itu jelas menjadi poin plus Jogja di mata orang Solo. 

Sementara Semarang punya daya tarik yang lebih spesifik. Misal, daerahnya yang dekat laut membuat Semarang punya daya tarik kuliner seafood menggoda yang nggak bisa orang Solo dapatkan di daerahnya maupun di Jogja. 

#4 Suasana Jogja mirip Solo

Suasana Jogja dan Solo relatif mirip. Keduanya adalah kota yang santai dengan biaya hidup yang terjangkau. Keduanya juga sama-sama punya keraton yang masih aktif, budaya Jawa yang kental ,dan sama-sama masih bisa menemukan angkringan di setiap sudut kota. Bukannya Semarang lebih jelek atau apa ya, hanya beda aja gitu energinya. 

Kemiripan dua daerah ini tidak lepas dari hubungan historis yang panjang. Mereka berawal dari satu akar yang sama, yaitu Kerajaan Mataram Islam. Kedua kota ini lahir dari perpecahan Kerajaan Mataram lewat Perjanjian Giyanti tahun 1755. Pakubuwana III mendapat wilayah timur (Solo), sementara Pangeran Mangkubumi mendapat wilayah barat (Jogja) dan bergelar Hamengkubuwono I.

Seiring berjalannya waktu, dua daerah ini bertumbuh jadi daerah yang berbeda dengan ciri khasnya masing-masing. Namun, tetap saja, kesamaan asal-usul tadi tetap menciptakan semacam ikatan emosional yang sulit dijelaskan. 

Jadi, kenapa warga Solo lebih sering ke Jogja ketimbang Semarang? Jawabannya sederhana, Jogja punya ikatan historis, kemiripan budaya, aksesibilitas yang mudah. Semua faktor ini bikin dua daerah ini terasa seperti dua kota kembar yang saling melengkapi. Sekali lagi, bukan berarti Semarang nggak penting atau nggak menarik ya. 

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Kuliner Solo yang Bikin Culture Shock Lidah Sunda Saya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2025 oleh

Tags: JogjaSemarangsoloSolo Rayasurakartawisata jogjawisata semarang
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Penderitaan Orang Bantul yang Kuliah di Sleman (Unsplash)

Orang Bantul Kalau ke Sleman Rasanya Dekat, tapi Orang Sleman ke Bantul Rasanya Jauh Banget: Penderitaan Mahasiswa Nglaju PP

20 November 2025
Selo, Jalur Favorit Saya untuk Pulang ke Magelang dari Solo Mojok.co

Selo, Jalur Favorit Saya untuk Pulang ke Magelang dari Solo

14 Desember 2025
Solo Tidak Kalah dari Jakarta, Tidak Kalah Memprihatinkan Mojok.co

Solo Memang Tidak Kalah dari Jakarta, Tidak Kalah Memprihatinkan

18 Desember 2023
3 Hal yang Bikin Mahasiswa Semarang Iri Berat sama Mahasiswa Solo solo raya, surakarta, kota solo

Panduan Mengenal Kota Solo, Solo Raya, Solo Coret, dan Surakarta untuk Perantau yang Sering Bingung

24 November 2025
Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

2 April 2024
Kulineran di Sekitar Stadion Mandala Krida Jogja Harus Tahan Napas karena Bau Sampah Mojok.co

Kulineran di Sekitar Stadion Mandala Krida Jogja Harus Tahan Napas karena Bau Sampah

9 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.