3 Kesalahan Orang Eldian Saat Menawan Pasukan Marley di 'Attack on Titan' Final Season – Terminal Mojok

3 Kesalahan Orang Eldian Saat Menawan Pasukan Marley di ‘Attack on Titan’ Final Season

Artikel

Selepas pertempuran pertama antara orang Eldian dan Marley di Liberio pada pisode-episode sebelumnya, di episode sembilan anime Attack on Titan kali ini mulai terungkap bagaimana orang Eldian bertahan selepas invasi awal oleh Reiner dan kawan-kawan. Marley yang masih berusaha mengambil Founding Titan pun masih mengirim kapal pengintai, dan Eldian yang sudah mulai mengetahui “rahasia dunia” mulai bergerak untuk menahan kapal-kapal Marley tersebut. Di antara prajurit Marley yang ditawan, nyatanya ada dua orang yang membelot untuk membantu Eldian. Dua orang tersebut adalah Yelena dan Onyankopon, prajurit yang berasal dari jajahan Marley.

Kita bahas soal Yelena dan Onyankopon lain kali, fokus saya kali ini adalah soal tawanan Marley yang ada di Eldian. Pasukan Marley yang ditawan oleh Eldian dijadikan sebagai sumber daya manusia untuk membangun infrastruktur dan banyak diantaranya yang malah jadi semakin akrab. Salah satunya yang menjadi akrab adalah Niccolo, bahkan ia sampai jatuh cinta dengan seorang pasukan Eldian. Iya, pasukan itu adalah bagian dari survey corps, dan itu adalah Sasha Blouse yang baru saja dibunuh Gabi, karakter palng banyak dibenci di sepanjang season.

Di episode terbaru, pasukan Marley yang ditawan itu digambarkan sangat akrab. Awalnya memang tidak akrab, tapi lama-lama jadi akrab dan saling melempar candaan. Waduh, Stockholm Syndrome nih. Menurut saya yang sudah lama memperhatikan konflik antara orang Marley dan Eldian, apalagi saya juga baca manganya, menurut saya itu adalah sebuah kesalahan yang fatal.

Kesalahan fatal itu mulai dari sikap saat berbicara dengan tawanan, sampai dengan rencana yang dibuat oleh Eldian dengan tawanan yang membelot itu. Sikap Komandan Hange dan progresivitas yang dilakukan oleh berbagai Eldian sangat terlihat jelas, kalau kisanak sekalian melihatnya dengan cermat. Kalau nggak ngeh, ini saya rangkum kesalahan Eldian saat menawan pasukan Marley.

 #1 Terlalu takjub dan terlihat norak

Saat Yelena sang tawanan yang membelot membicarakan soal kemampuan militer Marley yang sangat luar biasa, Henge malah terlihat kaget dan takjub. Saya tahu, sifatnya dia yang nyentrik itu memang nggak bisa dihapus, tapi dirinya itu kan seorang komandan sekarang. Harusnya dia tidak menampilkan kekaguman yang bahkan jatuhnya norak.

Kapten Levi saja paham situasi dan mewanti-wanti Hange agar terlihat biasa. Kalau terlihat norak, ditakutkan malah dilihat rendah oleh musuh. Yelena yang sudah membelot itu masih belum bisa dipercaya, setidaknya sampai episode terakhir, dan jatuhnya masih dalam kondisi abu-abu alias dianggap musuh. Orang Eldian harus tetap waspada.

#2 Terlalu percaya dan akrab dengan tawanan

Kondisi Eldian dan Marley itu ada di zona merah, walaupun belum dalam kondisi perang resmi sebelum insiden di Liberio, tetap saja harus tegas kepada tawanan yang ditangkap. Aduhhh, kok malah mengakrabkan diri dengan orang Marley dan bersifat terbuka. Saya tahu orang Eldian memang ada di posisi serbasalah, tapi sifat tegas juga perlu kaleee. Itu kan tawanan, yak. Sewajarnya saja, tetap berperikemanusiaan kan cukup. Ini kok malah bersikap seperti kawan lama, sia teh!

Ingat, niat pasukan Marley yang membelot itu kan belum sepenuhnya diketahui oleh Eldian. Walaupun sudah memberikan bantuan sebegitu banyaknya, waspada itu tetap harus. Apalagi, mereka di bawah komando Zeke yang notabenenya adalah mantan musuh. Well, harusnya semuanya bisa bersikap sewajarnya.

#3 Tidak menggunakan kekuatan diplomasi

Entah karena baru tahu ada manusia di luar pulau atau karena takut, orang Eldian nggak kepikiran untuk melakukan diplomasi dengan negara-negara lain. Mereka malah fokus untuk mengembangkan kemampuan militer terus menerus. Saat rapat militer saja, mikirnya bagaimana cara mengalahkan musuh. Ckckck, meremehkan kemampuan diplomasi orang-orang Eldian ini.

Orang-orang Eldian ini malah terus menggunakan tawanan Marley untuk mengembangkan infrastruktur dan militer, dan malah menyingkirkan hal penting lainnya. Jangan meremehkan diplomasi, itu salah satu kekuatan yang bisa digunakan dengan baik. Indonesia contohnya, berkat diplomasi kita bisa merdeka, bukan? Eldian juga bisa, kok. Apalagi Marley banyak musuh, Eldian harusnya bisa manfaatkan itu.

#4 Tidak punya planning alternatif

Selain bertumpu dengan rencana yang dibuat oleh Zeke, memang apa rencana lain Eldian? Nggak ada, kan? Eren yang digambarkan bisa melihat masa depan juga nggak ngapa-ngapain. Nggak ngajak musyawarah, nggak ngajak ngobrol sama Eldian yang lainnya. Kok bisa-bisanya malah bertumpu sama rencana si Zeke, dan nggak punya rencana alternatif?

Kocak banget kocak. Ibarat bola, Manchester United yang seharusnya dilatih Ole malah minta saran ke Pirlo. Kan nggak nyambung, yak. Orang mah bikin rencana B, kalau perlu yang banyak. Lagi perang ini, Pak, kok malah keliatan santai. Ini orang Eldian fatalis banget, mana orang-orang pintarnya? Armin dan Hange, woyyy!

BACA JUGA Nggak Ada Alasan untuk Membenci Gabi Braun dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Baca Juga:  Jika Naruto Benar-benar Mati, Kita Harus Persiapkan Hal Ini

Sumber gambar: YouTube Weeb Sensei

Terminal Mojok merupakan platform Use Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.