Nggak Ada Alasan untuk Membenci Gabi Braun – Terminal Mojok

Nggak Ada Alasan untuk Membenci Gabi Braun

Artikel

Anime Attack on Titan season 4 episode 8 baru saja rilis pada 1 Februari 2020. Nggak lama setelah itu, sudah banyak orang yang membicarakannya sampai-sampai menjadi trending di twitter. Salah satu kata yang menjadi trending di twitter adalah Gabi Braun yaitu karakter yang baru muncul di season 4 ini. Hal tersebut terjadi karena ia menjadi karakter penting pada episode kali ini dan pastinya apa yang ia lakukan cukup membuat para penonton murka karena aksinya.

Gabi Braun sendiri adalah karakter anak kecil perempuan yang merupakan salah satu pejuang dari bangsa Eldia yang berada di luar dinding bersama anak-anak lainnya seperti Falco, Zofa, dan Udo. Ia merupakan pejuang yang paling berbakat di antara anak-anak lainnya sehingga di dalam plot cerita, dirinya lah yang paling berpotensi mewarisi salah satu kekuatan titan.

Satu peristiwa yang membuat dirinya menjadi dibenci oleh para warganet adalah aksinya yang menyusup ke dalam pesawat milik Survey Corps dan membunuh salah satu karakter kuat yang telah diceritakan sejak season pertama yaitu Sasha Blouse. Banyak reaksi yang muncul seperti mengumpat dan mencerca, bahkan ingin memukuli Gabi walaupun hal tersebut sudah pasti nggak bakal terjadi karena ia hanya tokoh fiksi belaka.

Saya sendiri berpendapat bahwa Gabi Braun nggak pantas disalahkan dan nggak ada alasan untuk membenci dirinya. Pasti banyak yang nggak setuju dan menganggap saya adalah orang yang nggak memiliki jiwa pengabdian kepada Paradis karena nggak ikut sedih atas kematian Sasha. Karepmu ae lah jancuk, rungokno sek penjelasanku!

Menurut saya, apa yang dilakukan oleh Gabi Braun adalah tindakan yang benar tentunya dari perspektif orang Eldia yang tinggal di Marley. Mau gimana lagi, orang Eldia yang mengabdi untuk Marley sendiri sudah didoktrin dan ditindas selama bertahun-tahun lamanya di sana. Kemudian, ketika mereka sudah hampir mendapatkan kehormatan dan berhasil melakukan penebusan dosa, Eren datang dan mengambil kekuatan Founding Titan yang menjadi target dari pihak Marley.

Otomatis kemarahan dan tekad yang dimiliki Gabi Braun tiba-tiba memuncak. Ia merasa bahwa orang Eldia yang tinggal di Paradis adalah musuh yang sudah menghancurkan usaha orang Eldia di luar dinding. Tekadnya pun dibarengi dengan bukti konkret di mana ia rela datang ke markas lawan, padahal dirinya masih anak-anak dan bisa dibilang 100 persen bakal kalah bertarung.

Kalau kalian jeli, apa yang dilakukan Gabi sebenarnya sama persis dengan apa yang dilakukan Eren di mana ia awalnya membenci seluruh titan yang membuat banyak orang terdekatnya termasuk ibunya mati. Begitu pula Gabi, ia melihat teman-temannya mati di depan matanya karena ulah Eren yang dalam perspektif dirinya adalah musuh utama.

Semisal plot dari cerita AoT dibalik dan seluruh plot yang selama ini ada juga dihilangkan, serta Gabi menjadi karakter utama dari Attack on Titan, sudah pasti kita juga akan menganggap Eren dan seluruh bangsa Eldia yang hidup di Paradis adalah pihak yang harus dijadikan musuh utama karena gara-gara mereka, seluruh bangsa eldia yang hidup di luar dinding dibenci dan ditindas oleh bangsa Marley karena dianggap sebagai ras iblis.

Kita membenci Gabi Braun hanya gara-gara ia membunuh salah satu karakter penting di AoT. Tentu saja hal tersebut terjadi karena sebelumnya kita telah melihat dari season 1 bagaimana manusia di dalam dinding dimakan oleh titan dan kita juga melihat perjuangan para prajurit hingga menjadi sekuat sekarang sehingga menimbulkan ikatan tersendiri antara penonton dan para karakter yang menjadi prajurit militer. Kita melihat seolah-olah pihak manusia dari Paradis lah yang benar dan pihak Marley yang salah.

Saya cukup sepakat dengan tulisan di Terminal Mojok dengan judul “Tokoh Protagonis Tidak Selalu Baik dan Hal Abu-abu dari Plot Attack on Titan karena seluruh pihak yang terlibat di AoT ini memiliki kepentingannya masing-masing dan tentunya masing-masing pihak memiliki standar kebenarannya sendiri.

Hanya saja, kita melihat cerita AoT dari sudut pandang Eren Yeager sebagai karakter utama yang merupakan manusia bangsa Eldia yang hidup di Paradis sehingga secara nggak sadar membawa kita untuk lebih membela mereka walaupun apa yang mereka lakukan pun sebenarnya juga mengandung sebuah kejahatan.

Akan tetapi, sebuah keabu-abuan yang disajikan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Sejak akhir dari season 3 kemarin, saya merasa bahwa sang penulis yaitu Hajime Isayama benar-benar seorang jenius yang bisa membuat plot cerita menjadi sekompleks dan semenarik ini. Mungkin kemarahan dari para netizen adalah satu bentuk keberhasilan dari Pak Haji yang bisa memainkan emosi penontonnya sampai-sampai penonton juga bisa ikut merasakan kemarahan dan kesedihan yang dialami oleh karakter AoT.

Jadi, itulah penjelasan dari saya kenapa karakter Gabi Braun nggak perlu dibenci. Pesan saya untuk para menonton AoT yang lain adalah nikmati aja jalan ceritanya dan buat para penonton yang udah baca manga, nggak usah spoiler, Cok!

Sumber gambar: YouTube Anime Compilations.

BACA JUGA Studio MAPPA Bungkam Bacot Netizen dengan Eksekusi Ciamik Episode 7 AoT dan tulisan Muhammad Iqbal Habiburrohim lainnya

Baca Juga:  Hal-hal yang Perlu Diingat sembari Menyambut Season Terakhir Attack on Titan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.