3 Alasan Kenapa Kita Butuh Bintang Emon – Terminal Mojok

3 Alasan Kenapa Kita Butuh Bintang Emon

Artikel

Avatar

Saya kira setelah kasus fitnah yang dilakukan buzzer-buzzer laknat kemarin, banyak orang mulai kepo soal siapa sih Bintang Emon itu. Mungkin ada yang emang udah pernah dengar namanya tapi nggak tahu orangnya itu yang mana, atau tahu orangnya karena nggak sengaja lihat video viralnya tapi nggak tahu namanya. Saya mau jelasin siapa sih Bintang Emon itu biar kalian-kalian yang pada kepo jadi pada tahu.

Bintang Emon adalah seorang komika asal Indonesia. Nama aslinya adalah Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra. Pria kelahiran 5 Mei 1996 ini memulai kariernya sejak tahun 2017 dengan mengikuti ajang Stand Up Comedy Academy (SUCA) musim ketiga yang tayang di Indosiar.

Dia menyabet gelar juara di ajang tersebut. Berkat juara yang diraihnya, dia kerap wira-wiri tampil komedi tunggal di acara-acara. Wajahnya yang polos dan sangat ekspresif sekali mimik wajahnya, berhasil membuatnya tidak garing ketika sedang stand up.

Sukses menjadi komika bikin dia berani melebarkan sayapnya dan mencoba memasuki seni peran. Sudah ada beberapa film yang dia perankan. Ada Dua Garis Biru(2019) dan Mamet: Ini Bukan Cinta dan Rangga (2019)

Selain itu, dia juga mencoba berjudi—mengadu keberuntungan di media sosial, kebanyakan sih di Instragam. Di Instragamnya itu dia membuat konten #DPO atau Dewan Perwakilan Omel-Omel. Apa sih #DPO itu? itu lo konten yang menampilkan Bintang Emon mengomentari perilaku-perilaku anak zaman now, mulai dari yang berpasangan sampai orang ngantri WC jadi materinya.

Oh iya, video yang baru-baru ini sangat ramai diperbincangkan. Komika yang wajahnya agak polos-polos nyebelin ini sempat membuat video yang mengomentari putusan jaksa yang hanya memberi hukuman satu tahun untuk pelaku penyiram air keras Novel Baswedan. Saking ramainya, eh ada akun buzzer yang ditus untuk untuk mengatasi orang-orang yang senang mengkritik dan mengusik keberadaan mereka, eh kok keberadaan sih, yang benar itu kejahatan mereka.

Akun itu menebar berita kalau Bintang Emon memakai narkoba dan sangat ketergantungan dengan sabu. Ketika melihat itu di dinding berita, saya seketika tertawa terbahak-bahak sambil mengucap syukur karena ada yang menghibur saya lagi ketika bangun tidur setelah pesan dari kekasih saya.

Ini apa-apaan sih, tanpa ada sebab, tiba-tiba saja buat berita goblok semacam itu. Lah kalau berita itu muncul setelah Bintang Emon digebrek, sah-sah saja. Ini enggak ada angin, enggak ada hujan becek-becek, menebar berita semacam itu. aduh duh, ketahuan banget kan siapa yang membuatnya.

Buat kalian yang terusik akan adanya kritikus tingkah laku kalian, jangan berbuat anarkislah. Menyebar isu ini, menyebar isu itu. Kalau nggak mau dikritik ya jangan jadi pejabat negara lah. Kalian kan tugasnya pelayan masyarakat kenapa malah kayak raja, otong-otong.

Hm hm. Kalian dan para netizen sebaiknya mendukung Emon, saya punya alasan kenapa keberadaan Bintang Emon ini sangat menguntungkan kita semua.

1. Cuma Bintang Emon yang bisa ngomentarin kelakuan warga +62 dengan lucu tapi tetap masuk akal

Kita tahu kan kelakuan warga +62 bagaimana sekarang ini? Sejak adanya media sosial dan adanya konten yang bertingkah konyol, gila dan urakan sering sekali dianggap sebuah hiburan yang menarik dan menjadi trending, menjadikan semangat warga Indonesia bergelora untuk bertingkah konyol di mana pun mereka berada.

Entah dengan sengaja atau tidak mereka melakukan kegilaan itu dan merasa bangga. Aneh kan? Lah dari tingkah laku itu, saya kira, yang cocok dan sangat tepat mengomentarinya adalah Bintang Emon. Dengan konten #DPO miliknya, saya kerap tertawa dengan komentar-komentarnya yang meskipun lucu tapi sangat masuk akal.

Entah kenapa, komentar yang dibalut dengan ekspresi kekesalan dan bumbu-bumbu komedi yang dia suguhkan berhasil menciptakan suasana tidak “krik krik krik”. Ada beberapa komika lain yang mencoba menirunya, tetapi menurut saya, mereka malah wagu.

2. Cuma Bintang Emon yang bisa bikin kita mikirin hal-hal yang sebelumnya dianggap nggak penting, jadi penting

Terkadang ketika kita berada di suatu tempat. Misalnya kayak pinggir jalan atau di warung makan. kita sering tuh kadang nggak sadar bertingkah sesuka hati kita. Apalagi dengan pasangan kita. Kita menganggap hal itu biasa dan nggak penting. Padahal tanpa kita sadari, hal itu hal yang penting dan serius untuk orang lain.

Si Bintang sering tuh di kontennya mengomentari pasangan yang sering berbuat sesuka hati tanpa memikirkan lingkungan sekitar mereka. saya kiracCuma dia yang sering memperhatikan hal-hal yang dianggap nggak penting orang-orang padahal sebenarnya itu sangat penting.

3. Bintang Emon bisa mewakilkan suara hati kita yang selama ini terpendam

Kita pasti sering ingin mengungkapkan kekesalan ketika ada kejadian yang kurang berkenan di hati kita saat berada di tempat umum atau tempat lainnya. Tetapi ketika kekesalan itu sampai di leher dan akan keluar dari bibir, tiba-tiba lidah kita kaku dan perasaan itu tidak bisa terungkap dan sialnya hanya bisa kita pendam.

Misalnya ketika kita di kamar mandi umum. Saat kita enak-enaknya BAB tiba-tiba dari luar ada yang menggedor-gedor pintu dan meminta agar kita cepat keluar. Sering sekali mereka berdalil untuk gantian, padahal kita BABnya baru tiga menit. Kalau sudah begitu kita kan dongkol dan sebenarnya ingin mengungkapkan perasaan dongkol itu, tapi enggak bisa.

Lah Bintang Emon inlah yang mewakili perasaan kesal yang sering terpendam. Di #DPO14 dia menyindir orang-orang yang enggak sabaran mengantre kamar mandi. Dia membungkusnya dengan ciamik dan mengocok perut sekaligus ginjal saya karena tertawa melihatnya.

Dan di video terakhirnya, dia juga mewakili perasaan masyarakat Indonesia yang kesal dengan kebijakan jaksa penuntut umum atas keputusannya memberi hukum hanya 1 tahun penjara untuk pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan.

Jadi begitulah kira-kira 3 alasan kenapa kita butuh Bintang Emon. Nah buat orang-orang yang kemarin ngerasa kesindir, khususnya buat pemerintah yang kerjanya dikritisi, daripada ngefitnah dia, mending angkat dia jadi penasihat negara aja soalnya dia tuh terbukti jadi pemerhati dan pemberi komentar yang sangat baik—yang tentu saja jauh lebih baik dari penasehat-penasehat sebelumnya yang membiarkan kasus penting cuma dihukum ringan aja.

BACA JUGA Terdakwa Kasus Novel Baswedan Aja Malu Cuma Dituntut 1 Tahun Penjara dan tulisan Muhammad Khairul Anam lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
12


Komentar

Comments are closed.