Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tengku Zulkarnain Merasa Tak Perlu Minta Maaf pada Jokowi Terkait Fitnahnya pada Pemerintah soal RUU PKS

Redaksi oleh Redaksi
15 Maret 2019
A A
tengku zulkarnain
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kendati sudah memfitnah pemerintah, namun Tengku Zulkarnain merasa tidak perlu meminta maaf kepada Jokowi.

Dalam sebuah ceramah, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan hal yang sangat sembrono terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Dirinya menyebut bahwa jika pemerintah mengesahkan RUU PKS, maka berarti pemerintah telah ikut mendukung perzinaan, sebab menurut Zulkarnain, ada poin pasal yang menyebut tentang kewajiban pemerintah untuk menyediakan kondom bagi pasangan yang belum menikah yang ingin berhubungan seksual.

Belakangan diketahui bahwa pernyataan Tengku Zulkarnain tersebut adalah fitnah belaka. Sama sekali tak ada pasal dalam RUU PKS yang menyebut tentang kewajiban pemerintah untuk menyediakan kondom bagi pasangan bukan suami istri yang ingin berhubungan seksual.

Hal tersebut kemudian memaksa Tengku Zulkarnain untuk segera meminta maaf atas ceramahnya yang ternyata salah.

Ia pun kemudian menuliskan permintaan maafnya melalui Twitter.

“Setelah mencermati isi RUU P-KS saya tidak menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah untuk pasangan remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan suami-isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf karena mendapat masukan yg salah,” begitu tulis Zulkarnain melalui akun Twitternya @ustadtengkuzul.

Namun, perkara tak berhenti di situ, sebab, pernyataan Tengku Zulkarnain memang sudah kadung menjadi bola liar yang merugikan banyak pihak. Selain merugikan MUI dan juga banyak pihak pegiat RUU PKS, pernyataan Tengku Zulkarnain juga dianggap merugikan pemerintahan Jokowi yang mendapatkan citra buruk di mata masyarakat.

Atas dasar itulah, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin (TKN) menganggap permintaan maaf Tengku Zulkarnain di Twitter belum cukup. TKN berencana akan meminta Tengku Zulkarnain untuk meminta maaf secara langsung kepada Presiden Jokowi.

“Kita sedang pertimbangkan mengambil langkah hukum terhadap apa yang dilakukan Tengku Zulkarnain, kalau dia tidak minta maaf kepada Pak Jokowi,” ujar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily.

Tengku Zulkarnain sendiri mengaku enggan meminta maaf secara langsung kepada Jokowi. Ia menganggap permintaan maafnya yang ia tulis di Twitter sudah cukup.

“Saya sudah minta maaf kepada pemerintah, terus ngapain pula ke Pak Jokowi,” ujar Tengku Zulkarnain ketika dihubungi oleh CNN Indonesia. “Saya sudah minta maaf sudah cukup. Enggak ada komentar panjang panjang, Digoreng-goreng ke Pak Jokowi. Ngapain. Biarlah Pak Jokowi sibuk dengan kampanyenya Ngapain. Dicari-cari waktu ketemu segala macam.”

Nah lho. Gimana, Tengku? Kalau sudah begini, repot kan jadinya? Mangkanya, lain kali, kalau ingin menyampaikan sesuatu, cek dulu kebenarannya. Jangan asal ngomong, biar nggak jadi masalah.

Ah, ulama jaman sekarang, disuruh baca yang teliti saja tidak becus. Gimana mau bikin fatwa coba?

Iklan

tengku zulkarnain

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2019 oleh

Tags: jokowiRUU PKStengku zulkarnain
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.