MOJOK.CO – Pilpresnya sudah selesai, tinggal perebutan jabatan lainnya yang belum

Ada banyak jabatan politik yang strategis dan punya pengaruh yang besar dalam pemerintahan, salah satunya tentu saja adalah jabatan Ketua MPR. Saking strategisnya jabatan ini, sampai-sampai ia diperebutkan oleh banyak pihak.

Pasca Pilpres 2019 tahun ini, di mana Jokowi-Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai pemenang, partai-partai langsung bermanuver untuk mengincar jabatan Ketua MPR ini. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya partai pengusung Jokowi yang berebut, namun juga partai pengusung Prabowo.

Adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang sejak lama menyatakan ketertarikannya untuk mengisi jabatan tersebut. Ia dengan blak-blakan bahkan menyebut bahwa ia lebih tertarik menjadi Ketua MPR ketimbang menjadi menteri.

“Saya terus terang ingin di MPR, menteri sudah pernah dan sudah cukuplah saya mengabdi di eksekutif, gantian saya biar di legislatif,” terang Muhaimin beberapa waktu yang lalu.

Tak tanggung-tanggung, Cak Imin bahkan sampai melobi Ma’ruf Amin agar mendukung dirinya untuk menjadi Ketua MPR.

“Ya kami mohon doa restunya agar sukses dalam lobi-lobi pimpinan MPR nanti,” kata Cak Imin pada wartawan sesaat setelah pertemuan antara Cak Imin dan Ma’ruf Amin awal bulan Juli lalu.

Belakangan, ternyata bukan hanya PKB melalui Cak Imin saja yang punya hasrat untuk menjadi Ketua MPR, melainkan juga PPP.

Melalui Pelaksana Tugas Ketua Umum DPP Suharso Monoarfa, PPP menyatakan tertarik pada jabatan Ketua MPR.

“kami juga mengincar kursi MPR. Kalo bisa jadi ketua jadi lebih bagus, tapi minimal PPP wakil ketua MPR,” terang Suharso.

Hal tersebut tentu saja merupakan bentuk kepercayaan diri yang besar, sebab PPP merupakan partai dengan perolehan suara terkecil dari sembilan partai yang mendapat jatah kursi di parlemen, yakni 4,52 persen.

Nah, selain PKB dan PPP, Gerindra ternyata juga tertarik pada jabatan tersebut. Partai yang dipimpin oleh Prabowo ini bahkan dengan percaya diri menggunakan dalih semangat rekonsiliasi sebagai argumen untuk mendukung langkahnya meraih jabatan kursi MPR.

“Semangat rekonsiliasi pertama harus diwujudkan oleh para wakil rakyat anggota MPR, dari angggota DPR dan DPD, terutama oleh para pemimpin partai dalam menetapkan Ketua MPR. Dengan semangat itu maka komposisi terbaik adalah Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR dari PDIP, dan Presiden adalah Joko Widodo,” terang Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid.

Pilpres memang sudah usai, tapi pertarungan kelihatannya masih akan tetap panjang, masih terus berlanjut dengan agenda rebutan jabatan Ketua MPR yang boleh jadi tidak kalah serunya ketimbang Pilpres.

Ah, dalam politik, perebutan jabatan abadi, spanduk sementara.

ketua mpr



Tirto.ID
Loading...

No more articles