Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kubu Prabowo Tuduh Jokowi Memanfaatkan Jan Ethes Sebagai Bagian dari Kampanye

Redaksi oleh Redaksi
30 Januari 2019
A A
jan ethes
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pesona Jan Ethes, cucu pertama Jokowi, ternyata bukan pesona biasa. Selain mampu mengundang teriakan histeris dari banyak orang, utamanya kaum remaja putri dan ibu-ibu muda karena saking gemesnya, Jan Ethes ternyata juga mengundang komentar kritis dari para lawan politik Jokowi. Bagi mereka, Jan Ethes menjadi representasi pelibatan anak-anak dalam kegiatan politik Jokowi.

Putra pertama pasangan Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda tersebut memang kerap ikut Jokowi dalam berbagai kegiatan.

Politisi PKS sekaligus wakil ketua dewan penasehat BPN Prabowo-Sandi Hidayat Nur Wahid melalui akun twitternya sempat memprotes hadirnya Jan Ethes sebagai bagian dari kampanye.

“Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg ‘Artis’ ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?” Begitu tulis Hidayat.

Pada kesempatan yang lain, Anggota BPN Ferdinand Hutahaean pernah mengatakan kepada CNN Indonesia tentang polemik pelibatan Jan Ethes dalam kampanye politik Jokowi.

“Tidak baik dan jelas itu dilarang oleh Undang undang. Pelibatan anak kecil untuk politik itu ada sanksi pidananya. Kasihan Jan Ethes nanti kalau jadi korban bully akibat politik,” ujar Ferdinand.

Lebih lanjut, Ferdinand juga menyebut Jokowi egois jika terus memanfaatkan Jan Ethes.

“Kepada Jokowi, jangan egois hanya untuk tujuan politik membawa anak kecil ke kancah politik yang keras.”

Terkait dengan tuduhan kubu Prabowo tentang pelibatan Jan Ethes dalam kampanye, kubu Jokowi pun langsung angkat suara.

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Usman Kansong, menyebutkan bahwa yang sering menggunakan anak-anak dalam kampanye justru kubu Prabowo.

Secara eksplisit, Usman langsung menyebut PKS.

“Ini istilahnya lempar batu sembunyi tangan. Mereka yang melakukan tapi kita yang dituduh. Saya kira bisa diperiksa PKS melibatkan anak-anak, kemarin ada itu anak kecil bawa bendera PKS pakai mobil bak terbuka,” ujar Usman. “Kami tegaskan Pak Jokowi maupun tim kampanye tidak pernah melibatkan Jan Ethes dalam kampanye. Justru yang sering menggunakan anak-anak dalam kampanye itu PKS.”

Seperti diketahui, kader-kader PKS khususnya ibu-ibu memang kerap membawa anak-anak mereka dalam kegiatan partai. Ketua DPP PKS Ledia Hanifah mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah kesengajaan.

“Dan kita tidak sengaja bawa (anak saat kampanye). Biasanya di PKS itu kalau ada yang bawa karena nggak ada yang nungguin di rumah. Biasanya begitu. Jadi pilihannya adalah, mau ditinggalin kan nggak mungkin, tapi kita tidak membolehkan membawa anak di dalam kampanye ataupun proses kampanye,” ujar Ledia.

Iklan

Dari sekian tanggapan dari kubu Jokowi, yang paling nylekit boleh jadi adalah komentar dari Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto.

Ia menyindir Prabowo agar membawa serta anak dan istrinya.

“Gampang aja kalau mereka protes bawa aja anaknya pak Prabowo, selesai. Bawa Istri pak Prabowo selesai.”

Waduuuuuuh, nylekit banget, Bhaaaaaang.

Wah, panas nih…

jan ethes

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2019 oleh

Tags: jan ethesjokowi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
Pekerja Jakarta merenung di hutan kota GBK.MOJOK.CO

Hutan Kota GBK Tempat Merenung Terbaik Para Pekerja SCBD Jakarta, Obat Stres Termanjur Meski Kadang Kesal dengan Kelakuan Pengunjungnya

18 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.