Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Anies Merosot di Survei Capres 2024 karena Banjir, PKS Artikan Harapan Publik Tinggi

Redaksi oleh Redaksi
24 Februari 2020
A A
Anies Merosot di Survei Capres 2024 karena Banjir, PKS Artikan Harapan Publik Tinggi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nama Anies Baswedan muncul dalam survei kandidat capres 2024. Bersanding bersamanya ada nama Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Ganjar Pranowo.

Pilpres 2024 masih jauh, namun hasil survei dari dua lembaga untuk kandidat calon presiden (capres) 2024 sudah nongol. Ada dua lembaga survei yang sudah woro-woro ke publik. Indo Barometer dan Parameter Politik Indonesia (PPI)-Politiki Research and Consulting (PRC).

Dari kedua hasil survei itu nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, muncul. Meski begitu, Anies bukan berada di posisi pertama. Justru Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang menempati posisi terkuat di dua hasil survei tersebut.

Nama Anies berada di posisi kedua dalam survei Indo Barometer dan keempat dalam survei PPI-PRC. Mengenai hal ini, Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno menyebutkan kalau elektabilitas Anies terjun bebas karena persoalan banjir Jakarta.

“Dalam bacaan kita, kenapa Anies di bawah Sandiaga dan Ganjar mungkin karena badai besar di Jakarta. Terpaan banjir dari awal Januari sampai sekarang itu efektif membuat elektabilitas Anies terjun bebas,” kata Adi Prayitno.

Beberapa partai politik pun menanggapi hasil survei ini. Partai Golkar misalnya, melihat bahwa hasil survei ini masih kejauhan. Aroma Pilpres 2019 masih belum hilang kok sudah mau ngomongin survei capres 2024 untuk kontestasi periode ke depan.

“Kita baru selesai Pilpres 2019. Pilpres 2024 juga masih jauh. Istilahnya, Belanda masih jauh. Lebih baik Pak Anies fokus pada penyelesaian masalah Jakarta yang masih banyak. Hari ini banjir masih belum tertangani,” kata Ace Hasan Syadzily, Ketua DPP Golkar.

Senada dengan Golkar, Partai NasDem juga menilai nama Anies Baswedan terlalu jauh untuk menjadi kandidat Presiden 2024. Apalagi ada banyak persoalan yang tak beres di Jakarta.

“Gimana mau jadi Presiden? Ngurus banjir Jakarta aja nggak becus. Presiden itu orang yang mau mendengar. Punya visi dan misi yang realistis! Lihat saja daerah yang dulu nggak banjir, sekarang banjir,” kata Irma Chaniago, Ketua DPP NasDem.

Melihat hasil survei capres 2024 tersebut, setidaknya baru PKS yang melihat dengan nada positif. Menurut fraksi yang ikut mendukung Anies Baswedan dalam Pilgub DKI 2017 kemarin, PKS justru melihat ini merupakan harapan yang sangat tinggi ke Anies dari publik.

“Buat kami, yang pasti kami tidak punya pilihan siapa dan siapa (selain Anies), karena tadi sepakat masih terlalu jauh. Buat PKS kita kerja dulu. Tapi sebenarnya kalau ada survei sampaikan ada korelasi dengan banjir… menarik sebenernya,” kata salah satu elite PKS, Indra.

Menurut Indra, posisi Anies yang sering disalahkan ini menjadi tanda begitu besar perhatian publik.

“Menarik sebenarnya, berarti harapan publik begitu tinggi ke Anies Baswedan. Banjir Semarang Anies disalahin, banjir ibu kota baru Anies juga disalahin, ini artinya sinyal sebenarnya,” tambahnya.

Meski begitu, ada saran yang menarik dari Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi untuk Anies Baswedan soal mengatasi banjir Jakarta.

Iklan

“Sekarang dari kampung per kampung udah aspal. Bagus. Tetapi gorong-gorong ini gimana? Pasukan (oranye) PPSU mana? Mana pasukan biru? Udah nggak ada. Dikurang-kurangin terus tiap tahun. Itu yang sangat saya sesalkan kepada Pak Gubernur.”

Hm, tapi Insya Allah warga nggak bakal nyesel kok. Karena banjir itu cobaan, bukan azab, Pak. (DAF)

Anies Merosot di Survei Capres 2024 karena Banjir, PKS Artikan Harapan Publik Tinggi

BACA JUGA Ini Dia Daftar 15 Nama Capres di Pilpres 2024 versi LSI atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2020 oleh

Tags: Anies Baswedancapres 2024Prabowo Subianto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.