MOJOK.COSebetulnya, orang-orang yang bikin dan ikutan challenge itu ngapain, sih? Beneran cuma buat iseng-isengan, ya?

Aktivitas di media sosial terkadang memang nggak enak kalau nggak ada sesuatu yang diramein. Apalagi kalau gadget kita sepi tanpa balasan chat dari dia sejak… ehm… awal kita ngechat dia. Selain isu-isu yang memang kejadian beneran atau settingan, ada pula yang dengan sangat selow-nya bikin tantangan-tantangan aneh. Tantangan ini biasanya disebut dengan challenge.

Challenge di dunia permedsosan ini semacam permainan yang menantang netizen untuk mencoba suatu hal nggak masuk akal dan banyak pula yang mengesankan “apa banget”. Hal-hal yang dibikin tantangan tersebut bisa merupakan kegiatan yang konyol, bikin takut dan tegang, bikin malu, atau menjijikkan. Pokoknya, kegiatan itu punya risiko—tapi biasanya sih nggak berisiko-berisiko amat. Risiko yang seringnya nanggung itulah, yang kemudian bikin orang yang ngelihatnya jadi tergoda untuk ngelakuin tantangan yang sama.

Akhir-akhir ini challenge yang lagi rame dicoba-coba sama netizen adalah #BottleCupChallege. Yakni sebuah tantangan yang mengajak netizen untuk membuka tutup botol menggunakan kaki. Selain itu, ada pula #AgeChallege, yang menantang netizen untuk menunjukkan muka tuanya melalui aplikasi FaceApp—yang saat ini lagi kontroversial soal keamanan datanya itu.

Karena tantangan-tantangan ini kayak nggak ada matinya, dan selalu ada terus menerus. Mojok Institute pun akhirnya jadi kepikiran bukan bikin #ChallengeTanyaChallenge. Maksudnya (halah pakai dijelasin), ngasih tantangan ke para pembaca Mojok di Facebook, Twitter, dan Instagram. Kira-kira, kalau punya cukup waktu dan tenaga untuk bikin satu challenge yang viral, kalian bakal bikin tantangan apa, sih?

Hasil Sensus

Challenge Berkaitan Soal Badokan Alias Smokol

Tidak semua orang memang doyan dan bisa menelan apa saja. Apalagi kalau suatu hal yang harus dikonsumsi itu, kudu dicampur sama hal-hal aneh yang nggak enak buat dimakan. Oleh karena itu, menantang orang lain untuk bisa mem-badok sesuatu yang nggak banget, bisa jadi alternatif untuk bikin tantangan yang berpotensi viral. Misalnya saja, challenge makan nasi dengan kuah jamu atau makan bakso dengan cabe 1000—hadeeh, ini ngitung cabenya gimana, coba?

Baca juga:  Apa Salahnya, sih, Kalau FaceApp Punya Wajah Kita?

Challenge-nya Pecinta Alam

Isu untuk menjaga lingkungan akhir-akhir ini telah menjadi konsen banyak orang. Dari ajakan untuk tidak menggunakan sedotan plastik, mengurangi penggunaan kantong plastik, dan berbagai gerakan diet plastik lainnya. Oleh karena itu, kalau kamu adalah tipe orang yang konsen terhadap isu lingkungan, bolehlah bikin challenge ke netizen soal ini. Misalnya, hmmm apa, ya? Bentar, hasil sensus soal ini jawabannya masih mainstream-mainstream semua. Belum ada yang menarik. Kami juga belum kepikiran. Tapi yang jelas, tantangan ini sungguh dibutuhkan.

Challenge yang Berhubungan dengan Orang Tua

Gadget dan media sosial sering kali membuat hubungan orang tua dan anak menjadi berjarak. Terkadang untuk saling memberi kabar sehari-hari pun jadi susah dilakukan. Entah kelupaan atau malah karena nggak kepikiran. Hubungan yang berjarak inilah, kemudian membuat keadaan jadi sungkan satu sama lain. Sebagai anak, rasa-rasanya semakin dewasa, semakin merasa bisa menyelesaikan semua urusan sendiri. Lalu akhirnya, semakin tidak terbuka. Nah, untuk mendekatkan lagi hubungan tersebut, mungkin bisa bikin sebuah tantangan dengan bilang I love you ke orang tua. Kayaknya sih, simpel. Tapi, kalau nggak biasa, itu rasanya malu, loh.

Challenge Soal Dinamika Psikologis

Sebetulnya, challenge-challenge yang berkaitan dengan hal yang berbau psikologis, sulit untuk dipamerkan ke netizen yang lain. Ya gimana caranya menunjukkan, je? Lha wong proses psikologis itu terjadi di dalam diri kita. Jadi, kalau ada netizen yang mengusulkan untuk bikin #NoBucinChallenge untuk people we can’t have, kira-kira pembuktiannya bakal kayak apa, ya? Apalagi kalau sok-sokan pengin bikin tantangan turut berbahagia dengan kebahagiaan orang lain. Halah, ini sih, akhirnya sekadar omong doang. Buktinya gimana, coba?

Baca juga:  Jangan-Jangan, FaceApp Hadir Sebagai Protes Terhadap Penggugat Evi Apita?

Challenge yang Sama dengan Bunuh Diri

Terkadang, saking penginnya menunjukkan keberanian diri akhirnya jadi berusaha untuk bikin tantangan yang nggak masuk akal. Bahkan hal ini berpotensi merusak segala hal yang sudah dibangun matang-matang. Misalnya saja, challenge video call mesrah-mesrahan sama mantan di depan pasangan yang sudah sah secara hukum dan agama. Apalagi kalau dalam permainan tersebut dimasukkan juga tantangan untuk bilang, “Aku masih belum bisa mengalihkan bayanganmu dari dalam hidupku.” Wadalah, kalau bukan bunuh diri, ini namanya apa, yak?

Challenge yang Berhubungan Sama Medsos

Kalau kebanyakan challenge adalah berusaha menunjukkan eksistensinya di media sosial. Sebaliknya, dengan tantangan ini justru bikin netizen jadi menghilang dari permukaan dunia per-media sosial-an. Yakni dengan bikin tantangan nggak buka media sosial selama satu bulan.

Jawaban Terbaik

Seperti kebiasaan yang sudah-sudah, berikut Mojok Institute umumkan jawaban terbaik versi kami yang berhak untuk mendapatkan hadiah:

@buruhdata challenge biar ga ikut2an challenge
@erikamuftia challenge-an buat beli rumah

Btw, kenapa sih kita harus ribet-ribet bikin challenge? Padahal kan, kehidupan ini sudah terlalu banyak challengenya….



Loading...



No more articles