Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Fakta-Fakta Indonesia Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Redaksi oleh Redaksi
10 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 menimbulkan beberapa pertanyaan penting. Apa saja?

Pertemuan Majelis Umum PBB hari Jumat lalu (8/6) menetapkan Indonesia sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB setelah mendapat dukungan 144 suara dari 190 suara. Penetapan ini dilakukan di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Diangkatnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pun menjadi sorotan besar di banyak media. Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi, mengekspresikan kegembiraannya seperti yang tertangkap pada video yang telah beredar luas di media sosial. Pujian dan ucapan selamat juga tak henti-hentinya mengalir untuk Menlu Retno karena berhasil membuat Indonesia terpilih kembali dalam Dewan Keamanan PBB.

Eh… “terpilih lagi”??? Apa maksudnya???

Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya jika kita langsung menyimak fakta-fakta di balik penetapan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang yang telah dilansir dari berbagai sumber:

  1. Apakah hanya Indonesia yang terpilih?

Tidak. Bersama Jerman, Belgia, Republik Dominika, dan Afrika Selatan, Indonesia resmi menjadi anggota Dewan Keamanan periode 2019-2020. Indonesia sendiri mewakili negara-negara Asia Pasifik dalam formasi ini.

  1. Bagaimana prosesnya?

Proses transformasi Indonesia menjadi anggota tidak tetap ini cukup panjang, yaitu dimulai dari kampanye sejak tahun 2016. Keputusan kampanye ini menyusul salah satu tujuan pemerintah, yaitu “meningkatkan peran Indonesia di tingkat kawasan dan global di bawah Pemerintahan Jokowi.” Setelah ditetapkan di tahun 2018, Indonesia akan mulai aktif bekerja di Dewan Keamanan PBB per tanggal 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020.

  1. Kenapa terpilih?

Alasan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, antara lain: 1) track record Indonesia dalam upaya perdamaian, kemanusiaan, dan kesejahteraan global; 2) mampu memfasilitasi berjalannya nilai-nilai Islam dan demokrasi secara harmonis; dan 3) dinilai sebagai negara yang toleran. Tuh, mamam~

  1. Apakah ini pertama kalinya Indonesia terpilih?

Tidak. Penetapan ini menandai keempat kalinya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Berturut-turut, berikut adalah sejarah Indonesia dalam susunan Dewan Keamanan PBB: 1) masa bakti 1973-1974 bersama Kenya, Peru, Australia, dan Austria; 2) masa bakti 1995-1996 bersama Botswana, Honduras, Jerman, dan Italia; serta 3) masa bakti 2007-2008 bersama Afrika Selatan, Panama, Belgia, dan Italia.

  1. Udah terpilih, terus ngapain?

Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia menekankan bakal membudayakan dialog dan musyawarah sebagai upaya penyelesaian konflik serta turut berkontribusi dalam menjaga perdamaian sekaligus meningkatkan adanya pasukan perdamaian PBB. Tak lupa, Indonesia juga akan meng-cover isu penting dalam urusan peran perempuan. Selain itu, menanggapi permasalahan terorisme, Indonesia berencana membentuk global comprehensive approach untuk menangkal gerakan radikal dan ekstrem yang mengarah pada terorisme.

  1. Apa untungnya, sih, terpilih jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB?

Melalui kesempatan ini, Indonesia akan mendapat kesempatan besar untuk jadi lebih menonjol secara internasional, khususnya di bidang perdamaian dan keamanan dunia. Bahkan, bukan tidak mungkin pula langkah ini akan membuat Indonesia dianggap sebagai negara yang layak menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Yang jelas, suara Indonesia akan lebih didengar dalam bahasan mengenai masalah yang terjadi di banyak tempat, mulai dari konflik Palestina, ancaman nuklir Korea Utara, hingga perkara ISIS.

Selamat bertugas setengah tahun lagi, Indonesia!

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2018 oleh

Tags: anggota tidak tetapDewan KeamananDK PBBMenlu RetnoMenteri Luar Negeropbbretno marsudi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

pajak, pemberontakan petani banten.MOJOK.CO
Ragam

Saat Petani Banten Dicekik Pajak, Mereka Melakukan Perlawanan Bersenjata Iman

2 September 2025
Kota Semarang tak naikkan PBB dan pajak masyarakat MOJOK.CO
Kilas

Pilihan Kota Semarang Berpihak pada Masyarakat: Tak Naikkan PBB dan Ringankan Beban Pajak

22 Agustus 2025
retno marsudi mojok.co
Luar Negeri

Pasokan Vaksin Covid-19 Global Aman, Hampir 12 Miliar Dosis Telah Disuntikkan

9 Juni 2022
Mendobrak ala Bu Retno Marsudi, Sepatu Selen ala Bu Menlu
Esai

Mendobrak ala Bu Retno Marsudi, Sepatu Selen ala Bu Menlu

25 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.