Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Soal Pulangkan Habib Rizieq, Fadli Zon Yakin Tak Ada yang Salah, PAN: Ya Menang Dululah

Redaksi oleh Redaksi
17 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pihak koalisi Gerindra mengomentari hasil Ijtima Ulama II. Terutama soal permintaan GNPF-U meminta Prabowo pulangkan Habib Rizieq.

Setelah pihak petahana mengomentari hasil Ijtima Ulama II, lalu mempertanyakan mengenai permintaan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) yang meminta tolong kepada Prabowo Subianto untuk memulangkan Habib Rizieq, kali ini koalisi partai oposisi yang bicara.

Menanggapi soal sorotan Golkar dan Hanura yang menyoroti salah satu isi dari pakta integritas antara Prabowo dengan Ijtima Ulama II mengenai kepulangan Habib Rizieq, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid meminta publik tak fokus pada poin itu saja.

“Habib Rizieq itu hanya satu dari 17 butir yang ada, kalau kemudian butir-butir lain dinafikan, saya kira mendistorsi juga makna dari Ijtima Ulama kemarin yang menghadirkan pakta integritas yang ditandatangani oleh Pak Prabowo,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Hidayat juga menilai jika salah satu poin di sana ada permintaan khusus soal memulangkan Habib Rizieq, maka hal itu merupakan hak dari GNPF-U. Sebab, sebagaimana masyarakat juga tahu, Habib Rizieq merupakan Ketua Pembina atau Penasehat GNPF-U.

“Sampai hari ini kan Habib Rizieq tidak melakukan apapun sehingga aneh kalau beliau tidak boleh pulang. Kesalahan beliau apa?” kata Hidayat lagi.

Menurut Hidayat, Habib Rizieq masih diakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sehingga seharusnya yang bersangkutan bisa pulang kapan saja.

“Beliau masih warga negara Indonesia, tidak dicabut paspornya, tidak dicabut kewarganegaraannya, tidak dihukum oleh lembaga apapun. Jadi kalau pun nanti Pak Prabowo menang dan menerima beliau pulang di Indonesia sebagai warga negara Indonesia itu bukan hanya beliau saja kan?” tambah Hidayat.

Senada dengan Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut bahwa pakta tersebut sebenarnya merupakan usaha untuk menegakkan hukum bagi pihak-pihak yang sudah dikriminalisasi.

“Karena kan Pak Habib Rizieq itu dikriminalisasi dan sudah ada SP3 juga. Jadi apa masalahnya?” kata Fadli Zon seperti diberitakan detik.com.

Oleh karena itu Fadli Zon mencurigai atas dasar apa Habib Rizieq belum bisa pulang ke Indonesia. “Cuma ini kan ada permainan-permainan politik yang menyebabkan itu. Jadi kita jamin penegakan hukum. Kita melihat bahwa Habib Rizieq tidak ada salahnya kok. Ini dibuat-buat aja,” kata Fadli.

Menurut Fadli, dengan adanya pakta ini, tidak bisa kemudian dinilai bahwa GNPF-U sedang melakukan intervensi hukum, melainkan justru malah sebaliknya. Apa yang dilakukan di Ijtima Ulama II ini merupakan upaya penegakan hukum.

“Justru menegakkan hukum. Kan udah SP3. Masalahnya di mana?” kata Fadli.

Sementara itu partai lain yang jadi pendukung Prabowo juga mengapresiasi penuh dukungan para ulama di GNPF-U saat Ijtima Ulama II. Bahkan disebutkan oleh Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, sebuah kehormatan bagi pihak oposisi mendapat dukungan dari ulama.

Iklan

Hanya saja, Zulkifli mengingatkan, yang pertama harus dipikirkan adalah yang penting Prabowo menang dulu.

“Ya menang dululah. Pakai kalau (menang), ya,” ujar Zulkifli.

Iya, Pak Zulkifli. Semua orang juga sudah tahu kalau urusan Ijtima Ulama ini soal kalah menang Pilpres 2019 saja kok. Bukan soal lain. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 17 September 2018 oleh

Tags: Fadli ZongnpfHabib RizieqIjtima Ulama IIPakta IntegritaspanPilpres 2019PKSprabowosp3ulamaZulkifli Hasan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Gedung Sarekat Islam, saksi sejarah dan merwah Semarang sebagai Kota Pergerakan MOJOK.CO
Kilas

Upaya Merawat Gedung Sarekat Islam Semarang: Saksi Sejarah & Simbol Marwah yang bakal Jadi Ruang Publik

20 Desember 2025
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.