Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Sandiaga Sebut Orang Sebel Lihat Iklan Jokowi di Bioskop, Kominfo: Tak Akan Dicopot

Redaksi oleh Redaksi
14 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kontroversi iklan Jokowi di bioskop masih berlangsung. Kata Sandiaga, iklan ini bikin orang sebel!

Beberapa hari belakangan, iklan Jokowi di bioskop menuai kontroversi dari masyarakat Indonesia. Dalam iklan ini, pemerintah ‘melaporkan’ keberhasilannya membangun 65 bendungan di beberapa daerah di Indonesia.

Tak sedikit pihak menyebutkan bahwa iklan yang diproduksi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ini merupakan bentuk kampanye menjelang Pilpres 2019, meski dukungan tetap mengalir pada Kominfo, mengingat tujuan video ini dibuat adalah sebagai bentuk penyampaian program pemerintah.

Bakal cawapres di Pilpres 2019 mendatang, Sandiaga Uno, ikut angkat bicara. Sebagai mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, ia berbagi pengalaman.

Diakuinya, dalam pemerintahan, anggaran untuk keperluan sosialisasi kinerja pemerintahan memang disediakan. Namun, penyebaran iklannya pun harus dipikirkan secara cermat. Jika iklan keberhasilan pemerintah dipasang menjelang pemilu, tak menutup kemungkinan warga akan menganggapnya sebagai bentuk kampanye.

“Kalau saya, saya akan bilang sama tim kampanye saya jangan menaruh iklan di bioskop. Karena apa? Karena orang datang ke bioskop itu ingin nonton film. Begitu ada iklan, eh sebel begitu,” ujar Sandiaga Uno yang menyebut dirinya tak setuju perihal dipasangnya iklan Jokowi di bioskop.

Meski secara pribadi tak menyetujui, Sandi menilai iklan Jokowi di bioskop ini setidaknya harus memenuhi satu persyaratan, yaitu tidak melanggar undang-undang atau peraturan manapun. Sambungnya, “Bagi saya, yang penting ada nggak undang-undang yang dilanggar? Ada nggak peraturan dan ketentuan yang dilanggar? Kalau nggak, ya nggak usah terlalu dibesar-besarkan.”

Menanggapi umpan balik dari banyak penonton bioskop—termasuk Sandiaga Uno—yang mungkin benar-benar merasa sebel melihat iklannya di bioskop, Presiden Jokowi mulai buka suara.

Menurut Presiden, merupakan tugas Kemenkominfo-lah penyampaian program pemerintah melalui iklan ini. Bahkan, dalam undang-undang, telah disebutkan secara jelas bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi mengenai pembangunan, baik yang masih dalam proses ataupun yang sudah selesai.

“Itu memang tugasnya Kemenkominfo. Itu amanat undang-undang bahwa baik pembangunan yang sudah selesai, masih dalam proses atau belum selesai, harus terus diinfokan kepada masyarakat agar masyarakat mengikuti (informasi),” terang Presiden, Jumat (14/9) tadi.

Sembari memeragakan aksi tutup mulut, ia bertanya balik, “Masak suruh diem gini, gimana sih?”

Pernyataan Jokowi didukung pula dengan keterangan dari Kemenkominfo. Melalui akun Facebook-nya, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, Rabu (12/9) lalu menuliskan, “Yang kami sampaikan tersebut bukan bagian dari kampanye. Kementerian Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait dengan pencapresan Pak Jokowi pada periode mendatang.”

Masih menurut Ferdinandus, penayangan iklan tersebut telah diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015. Iklan Jokowi di bioskop yang bertema bendungan sendiri bahkan disebut memiliki kontrak sampai 20 September, setelah sebelumnya Kemenkominfo mengeluarkan iklan-iklan serupa di bioskop, termasuk mengenai tol laut, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sehat.

Tapi—meski Kemenkominfo mengaku iklan tadi bukanlah bentuk kampanye—apakah Bawaslu memiliki pandangannya sendiri? Benarkah iklan Jokowi di bioskop ini bukan merupakan bentuk kampanye?

Iklan

Ternyata, menurut Bawaslu sekalipun, iklan Jokowi di bioskop memang tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk kampanye. Pasalnya, hingga hari ini, calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pilpres 2019 bahkan belum ditetapkan.

Tanggal penetapan capres-cawapres sendiri bertepatan dengan akhir kontrak iklan Jokowi, yaitu 20 September 2018.

Lantas, apakah iklan Jokowi di bioskop ini akan dicopot, mengingat komentar pro dan kontra masih terus berjalan hingga sekarang?

“Ya nggaklah, ngapain dicopot, nggak ada yang salah dari iklan itu. Nggak akan dicopot,” jawab Ferdinandus.

Dengan kata lain, kalau kita termasuk golongan yang sebel ke bioskop dan harus lihat iklan, sudah tahu, kan, kita harus bagaimana? Ya, marilah masuk ke studio tidak tepat waktu. Ingat: tak perlulah kita terlalu sering ikut-ikutan nyinyir—ha wong kampanye aja belum, Beb~ (A/K)

Terakhir diperbarui pada 14 September 2018 oleh

Tags: iklan Jokowi di bioskopJoko WidodokemenkominfoKominfopenetapan capres cawapresPilpres 2019Sandiaga Uno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Paspampres menjaga rumah Jokowi di Solo. MOJOK.CO
Ragam

Jalan Hidup Paspampres yang Mengawal Mantan Presiden Sepanjang Hayat

25 Februari 2025
Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Jokowi Menyemai Dinasti Politik di Tingkat Daerah. MOJOK.CO
Ragam

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Warisan Dinasti Politik Jokowi di Tingkat Daerah

26 November 2024
mahasiswa unair surabaya.MOJOK.CO
Aktual

Pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek Terlunta-lunta Dikhianati Hasil Seleksi

23 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.