Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

PDIP Sebut SBY Baper, Gerindra Justru Optimis Demokrat Merapat

Redaksi oleh Redaksi
26 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tak jadi merapat dengan koalisi Jokowi, PDIP nilai SBY baper karena bawa-bawa nama Megawati sebagai alasan. Ih, kata siapa?!

Salah satu nama yang mencuri perhatian dalam dunia politik Indonesia menjelang Pilpres 2019 adalah Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Setelah Partai Demokrat mengundang rasa penasaran karena belum mendeklarasikan diri akan bergabung ke koalisi mana di perang politik ini, SBY akhirnya buka suara melalui sebuah konferensi pers yang digelar Rabu malam (25/7) di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan ini, SBY menegaskan sikap partainya yang tak bisa bergabung dengan Partai Koalisi Jokowi. Apa pasal?

Salah satu sebab yang disebutkan SBY ternyata berhubungan dengan polemik SBY-Megawati yang konon telah menyeruak sejak tahun 2004.

Meski mengaku sangat menghormati Jokowi, SBY menyebutkan bahwa hubungannya dengan Megawati hingga kini masih berjarak. Dilansir dari Kumparan.com, ia menyebutkan, “Karena melihat realitas hubungan dengan Ibu Mega masih belum pulih, masih ada jarak di situ.”

Dijelaskan pula oleh SBY, hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri telah menjadi perhatian besar baginya. Ia pribadi selalu berusaha memulihkan hubungan dengan Megawati, tapi takdir seolah belum menakdirkan, meski dirinya dulu dibantu pula oleh suami Megawati, almarhum Taufiq Kiemas.

Pendapat SBY ini diamini pula oleh Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto. Menurut Yandri, SBY pernah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Dalam pertemuan tersebut, SBY menyampaikan pandangannya untuk berkoalisi dengan pihak oposisi karena memiliki masalah hubungan dengan Megawati yang merupakan Ketua Umum PDIP.

Menurut SBY, dikutip dari Yandri, Megawati tidak menyetujui bergabungnya Demokrat dengan koalisi Jokowi.

Menanggapi pernyataan SBY, pihak PDIP justru melempar tudingan yang menyatakan SBY baper (bawa perasaan). Alih-alih gara-gara Megawati, SBY dinilai tidak bergabung dengan koalisi Jokowi karena terlalu fokus dengan masa depan putranya, AHY.

“Gagal tidaknya koalisi Pak SBY dan Partai Demokrat lebih karena kalkulasi yang rumit yang dilakukan Pak SBY, yang hanya fokus dengan masa depan Mas AHY. Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak. Kalau tidak bisa berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Megawati (Soekarnoputri) yang seolah sebagai penghalang koalisi,” demikian terang Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP.

Kritik yang menilai SBY baper dan terlalu sensi dalam dunia politik ini terus berkembang, hingga membuat pihak Demokrat balas bicara. Kepala Divisi Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean, misalnya, menyebut bahwa SBY bukannya baper—ia justru bersikap bijaksana. Menurutnya, sikap SBY yang mundur teratur ini dilakukan demi terjaganya keharmonisan hubungan Jokowi dan Megawati.

Aseeeek, udah kayak mundur dari laga rebutan gebetan aja bwang :”)

Sebagai lanjutan, tak lupa ia menekankan bahwa yang mungkin menjadi baper adalah Megawati, bukan SBY. “Jadi jangan dibilang Pak SBY baper. Yang baper itu Bu Mega yang tidak pernah mau berbaikan bertemu dengan Pak SBY.”

Iklan

Ferdinand tidak asal bicara. Penyataannya tadi didasari pada sebuah upacara peringatan HUT RI di Istana Negara. Saat itu, Megawati dikabarkan meminta tempat duduknya untuk tak diletakkan berdekatan dengan SBY.

Meski kritik terus berdatangan soal ‘keluhan musiman’ SBY, ternyata ada satu pihak yang memandang hal ini dengan optimis: Partai Gerindra.

Melalui Andre Rosiade, Anggota Badan Komunikasi DPP, Partai Gerindra menyatakan optimis bahwa Partai Demokrat akan bergabung dengan koalisi Gerindra, PKS, dan PAN.

Menurut Andre, SBY bakal memilih koalisi oposisi karena adanya sikap saling menghormati dan memahami yang disebutnya menjadi daya tarik Gerindra.

“Gerindra menawarkan koalisi yang berdiri sama tinggi, berdiri sama rendah. Istilah Pak SBY ada mutual respect. Ini yang kita tawarkan kepada PD. Mungkin ini yang menjadi daya tarik koalisi Pak Prabowo, PKS, dan PAN dibandingkan koalisi Pak Jokowi,” tambah Andre.

Lebih lanjut, Andre menambahkan, “Apalagi kita sama tahu Pak Prabowo adalah tokoh yang bersahabat dengan Pak SBY. Tidak pernah punya masalah personal dengan Pak SBY.”

Yha, nggak kayak tetangga sebelah gitu, ya, maksudnya? (A/K)

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2018 oleh

Tags: ahygerindrakoalisi JokowiSBY baperSBY-MegawatiSBY-PrabowoSusilo Bambang Yudhoyono
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO
Esai

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
prabowo subianto gerindra jatah 3 menteri pertahanan
Kampus

Cerita Mahasiswa UNAIR Anak Caleg Gerindra Lulus Cepat agar Bisa All Out Bantu Bapak Kampanye

14 April 2024
Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden? MOJOK.CO
Esai

Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden Indonesia?

18 Desember 2023
Uji Klaim Prabowo Coret 2 Caleg Kasus Korupsi Gerindra: Ternyata Masih Terdaftar MOJOK.CO
Kilas

Uji Klaim Prabowo Coret 2 Caleg Kasus Korupsi Gerindra: Ternyata Masih Terdaftar

21 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan MOJOK.CO

Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

6 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Lulusan S2 Jogja Ogah Menerima Tawaran Jadi Dosen, Mending Ngajar Anak SD di Surabaya: Gambaran Busuk Dunia Pendidikan Indonesia

12 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
literasi rendah di Papua dan upaya mahasiswa BINUS. MOJOK.CO

Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan

8 Januari 2026
Susah jadi bidan desa, niat edukasi malah dianggap menentang tradisi MOJOK.CO

Susah Payah Bidan Desa: Warga Lebih Percaya Dukun Bayi, Kasih Edukasi Malah Dianggap Menentang Tradisi

6 Januari 2026

Video Terbaru

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.