Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Demokrat Tersinggung, Disebut Minta Kursi Cawapres ke Gerindra

Redaksi oleh Redaksi
20 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Partai Demokrat protes dan tidak diterima, karena disebut sebagai pihak yang meminta jatah kursi cawapres ke Gerindra. Padahal kan cuma menawarkan, nggak minta!

Setelah cukup lama galau dalam menentukan sikap, akhirnya Partai Demokrat lebih mendekat dengan koalisi Partai Gerindra. Apalagi setelah sebelumnya Demokrat menyatakan bahwa tawar-menawar posisi cawapres bukanlah harga mati.

Iklan

Terkait dengan adanya kemungkinan koalisi ini, rencananya Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat, SBY akan menggelar pertemuan pada tanggal 24 Juli mendatang. Gerindra pun menegaskan tidak ada penawaran kursi cawapres untuk Pilpres 2019 dalam pertemuan tersebut.

Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengungkapkan, selama ini partainya memang tidak pernah menawarkan kursi cawapres kepada calon koalisinya. Calon koalisinya lah yang menginginkan kader terbaiknya untuk menjadi pendamping Prabowo.

Namun Partai Demokrat protes dan tidak terima dengan apa yang disampaikan oleh Riza tersebut. Demokrat mengungkapkan, pihaknya tidak meminta kursi cawapres kepada Gerindra. Partai Demokrat melalui Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum, Ferdinand Hutahaean, menyindir Riza yang disebut tidak tahu pembicaraan antara Prabowo dengan pihak Partai Demokrat.

Ferdinand menambahkan, hanya Prabowo dan SBY saja yang mengetahui apa yang akan dibicarakan pada pertemuan yang rencananya akan digelar pada 24 Juli 2018 tersebut. Termasuk, apakah ada penawaran cawapres dalam pertemuan tersebut atau tidak.

Meski sedikit protes dengan pernyataan dari pihak Gerindra, Ferdinand tidak mengelak dengan adanya keinginan mendapatkan kursi cawapres, yang datang dari Demokrat sendiri. Pasalnya, dalam politik itu tawar menawar adalah hal yang wajar.

Dari Partai Gerindra sendiri, Riza mengungkapkan, semua partai koalisi memang sudah seharusnya mempersiapkan kader terbaiknya untuk tampil sebagai pemimpin nasional. Hal ini dikarenakan menjadi bukti adanya kaderisasi.

Namun, semua pihak harus sama-sama realistis, karena hanya ada satu yang dapat diterima sebagai cawapres. Meski begitu, Riza yakin jika parpol-parpol koalisi Gerindra akan berlapang dada, siapa pun cawapres yang akan dipilih oleh Prabowo nanti. Sebab keputusan cawapres tersebut merupakan hasil keputusan bersama koalisi.

Seperti diketahui, hingga saat ini koalisi Prabowo masih belum jelas. Tiga partai yakni PKS, PD, dan PAN, yang disebut-sebut akan merapat ke koalisi Gerindra, hingga kini belum menentukan sikap secara resmi dengan adanya syarat cawapres yang diajukan.

Bukan hanya Demokrat, yang menginginkan kader terbaiknya, AHY dipersunting untuk menjadi cawapres, jika nanti bersedia untuk mendukung Gerindra. PKS pun sudah terlebih dulu mengajukan 9 nama cawapres ke Gerindra sebagai syarat untuk berkoalisi. Bahkan PAN juga mengajukan nama ketua umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai syarat koalisi dengan Gerindra. Hayooo lho, Prabowo milih siapa?

Siapapun nanti yang akan menjadi wakil Prabowo –karena nggak mungkin dipilih semuanya–, untuk mendapatkan kursi cawapres, harus sama-sama saling legowo, ya. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2018 oleh

Tags: ahydemokratgerindrapanPemilu 2019Pilpres 2019PKSprabowosbyZulkifli Hasan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Grup WhatsApp keluarga, tempat menghakimi hidup orang lain (Unsplash)

Grup WhatsApp keluarga bukan tempat silaturahmi, tapi sumber stres baru ketika berubah menjadi ruang sidang untuk menghakimi hidup orang lain

18 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.