Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Datang ke Mahfud MD, Said Didu dan Sudirman Said Ajak Pindah Dukungan

Redaksi oleh Redaksi
19 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mahfud MD didatangi oleh Said Didu dan Sudirman Said. Katanya sih cuma ngomongin masalah sepakbola. Benarkah sebatas itu? Apakah ini hanya simbol belaka?

Dalam akun twitternya, Mahfud MD mengungkapkan pada Sabtu malam (18/8), ditemui oleh Said Didu dan bakal calon legislatif dari Partai Gerindra, Sudirman Said. Kira-kira apa yang mereka bicarakan di tahun politik ini?

Pertemuan yang diungkap Mahfud MD melalui akun Twitter-nya, dijelaskan sebagai berikut….

“Kemarin sore Pak @sudirmansaid dan Pak @saididu berkunjung ke rumah saya di Yogya. Silaturrahim biasa dan berdiskusi tentang dunia sepakbola. Keduanya adalah kawan lama saya. Terimakasih atas kunjungan 2 jamnya, sahabat-sahabat.”

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Said Didu, mantan Sekretaris Kementrian BUMN. Ia mengenakan seragam klub sepakbola Manchester City, namun menghadiahi Mahfud seragam Manchester United.

“Berani benar Pak Said Didu datang ke rumah saya di Yogya, memakai kaus City tapi menghadiahi saya kaus MU. Dia mengajak saya pindah menjadi Fans City tapi saya bilang, ‘Nantilah kalau itu. Yakinkan dulu saya bahwa City bisa diandalkan untuk benar-benar lebih bagus daripada MU’. Saya akan lihat.” Ungkap Mahfud MD dalam tweetnya.

Di rumah Mahfud MD di Yogya tersebut, katanya mereka mengobrolkan perihal sepakbola sambil menikmati kudapan tradisional. Mahfud mengaku sering berdiskusi dengan Sudirman Said dan Said Didu. Mahfud mengaku dulu memang sering berdiskusi dengan mereka sebagai sesama pecinta NKRI serta pejuang antikorupsi. Mereka bersatu di ide, bukan di klub.

Mahfud mengungkapkan, dalam obrolan tersebut, ia diajak pindah dukungan klub sepakbola dari Manchester United ke Manchester City. Mahfud MD sendiri memang sering mendaku dirinya sebagai fans MU.

Jadi Mahfud menegaskan, pertemuan tersebut memang benar-benar tidak berhubungan dengan pindah dukungan di Pilpres 2019. Hanya ngobrolin tentang pindah dukungan klub aja.

Said Dudu pun menegaskan pembahasan tentang sepakbola dalam pertemuan tersebut. Dalam tweetnya, Said Didu mengaku belum berhasil membujuk Mahfud MD menjadi pendukung klub lain dari klub yang sudah didukung sebelumnya.

“Ketemu Prof @mohmahfudmd di rumah beliau, tapi belum berhasil membujuk pindah ke City. Harus tetap sabar menyelamatkan ketersesatan teman dalam memilih klub bola”. Ungkapnya di akun twitternya.

Tentu saja pertemuan mereka ini membuat netizen bertanya-tanya dan menduga-duga. Benarkah pertemuan tersebut memang sebatas membicarakan perihal bola. Atau simbol-simbol tersebut hanyalah kiasan belaka?

Sebagaimana diketahui, Mahfud merupakan sosok yang sebelumnya digadang-gadang menjadi cawapres Jokowi. Namun akhirnya Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya. Sedangkan Sudirman Said sendiri, saat ini menjadi caleg dari Partai Gerindra. Partai yang menjadi rival Jokowi dalam Pilpres mendatang.

Sehingga tidak mengherankan jika netizen menduga, bahwa dalam pertemuan tersebut, Mahfud diminta untuk pindah dalam memberikan dukungan di Pilpres mendatang. Ya siapa tahu, njuk mencungul jadi Ketua Tim Kampanye nya Prabowo seperti di Pilpres sebelumnya. Bukankah perihal politik ini tidak ada yang pasti?

Iklan

Btw, beneran nih, dalam obrolan tersebut, pembicaraan memang sebatas mempertimbangkan untuk pindah dukungan klub sepakbola? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2018 oleh

Tags: jokowimahfud mdManchester CityManchester UnitedPartai GerindraPilpres 2019prabowosaid diduSudirman Said
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

10 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik “Hama”, Tapi Tetap Dihina Keluarga

10 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.